BBM Channel, Solusi Asyik untuk Berbisnis di Blackberry Messenger


Sumber foto: tekno.kompas.com

Sumber foto: tekno.kompas.com

Selama ini, banyak orang yang menggunakan  Blackberry untuk bisnis. Umumnya, mereka beriklan dengan cara meng-add sebanyak mungkin orang, lalu orang-orang tersebut “diserbu” dengan broadcast message yang berisi iklan.

Ada sejumlah pebisnis yang mengaku sukses dengan cara seperti itu. Tapi sejujurnya, orang yang mengaku jengkel juga banyak.

Saya pun selama ini menerapkan cara yang sama, namun berusaha untuk tidak terlalu gencar dalam mengirim broadcast message. Khawatir jika banyak orang yang merasa terganggu. Seperlunya saja.

Nah, selama menggunakan Blackberry untuk tujuan bisnis itulah, saya menemukan banyak sekali kelemahannya:

  1. Tidak semua orang di dalam contact list kita tertarik pada bisnis yang kita tawarkan. Justru, banyak di antara mereka yang sebenarnya juga pebisnis dan menganggap kita sebagai calon pelanggan. Bahkan sering terjadi, mereka lebih gencar dalam mengirim broadcast iklan.
    .
  2. Sebagai pebisnis yang ingin memiliki contact list sebanyak mungkin, maka PIN BB pun kita sebarluaskan di ruang publik. Akibatnya, siapa saja bisa meng-invite kita; mulai dari para ABG yang hobi menyebarluaskan nomor PIN teman-temannya, orang-orang yang hobi mengirim hoax, orang-orang yang hobi mengirim info-info sok akrab yang sebenarnya tidak kita butuhkan, dan sebagainya, termasuk broadcast iklan.
    .
  3. Secara umum, kita tidak bisa mengatur agar orang-orang yang meng-invite kita adalah mereka yang benar-benar ingin berbisnis dengan kita, yang benar-benar sesuai dengan target market kita. Banyak di antara contact list kita yang justru adalah orang-orang iseng, yang tujuannya cuma cari teman baru, dan sebagainya.
    .
  4. Blackberry Messenger itu semrawut seperti pasar tradisional yang tak beraturan. Banyaknya broadcast yang masuk menyebabkan banyak pesan penting yang “tertimpa” dan “melorot” ke bawah sehingga sulit ditemukan.
    .
    Saya pernah mengirim broadcast ke seluruh contact list saya, padahal saat itu ada beberapa orang yang sedang bertanya dan belum dijawab. Akibatnya, saya mengalami kesulitan untuk menemukan obrolan dengan orang yang serius tadi. Akibatnya, sering terjadi kita terlewat dalam merespon pertanyaan-pertanyaan penting dari contact list.

Intinya, Blackberry Messenger saat ini sudah sangat identik dengan broadcast message yang isinya tidak penting, mengganggu, menjengkelkan, dan semrawut. Namun karena kita masih butuh Blackberry untuk tujuan bisnis, mau tidak mau harus menahan sabar dan tetap bertahan.

Menurut saya, inilah blunder terbesar di dunia Blackberry Messenger.

* * *

Tapi saat mencoba untuk pertama kalinya pakai BBM Channel tanggal 13 Maret 2014 lalu, saya merasa bahwa blunder terbesar tersebut bisa segera diakhiri. Saya gembira, karena sepertinya inilah solusi yang lebih asyik bagi siapa saja yang ingin berbisnis di Blackberry Messenger.

Apa sih, Blackberry Channel itu?

Secara umum, kita bisa menyebutnya sebagai fitur untuk komunitas. Di sini, perusahaan, tokoh, artis, merek produk tertentu, dan sebagainya, bisa membuat saluran tersendiri, lalu orang-orang bisa bergabung sebagai subscribers atau pelanggan. Konsepnya – menurut saya – mirip Fan Page di Facebook.

Berikut adalah fasilitas yang tersedia di BBM Channel:

1. Posting Tulisan sepanjang 400 karakter (mirip tweet di Twitter) yang bisa disertai gambar atau video agar tampilannya lebih menarik. Karena hanya 400 karakter, tentu kita tidak bisa memposting artikel penuh. Cukup ringkasannya saja. Untuk pengunjung yang ingin membaca artikel selengkapnya, kita bisa memberikan link yang mengarah ke artikel aslinya di blog.

bbm_channel_01

Contoh tampilan posting tulisan di Channel Dapur Buku

Sama seperti status di Facebook, posting di BBM Channel ini bisa dikomentari dan di-like.

Berita baiknya, kita bisa melihat jumlah like, jumlah komentar, termasuk jumlah orang yang telah melihat posting tersebut.

2. Chatting. Ya, pengunjung atau subscribers bisa mengajak kita chatting. Berita baiknya, kita bisa mengatur jadwal chatting sesuai keinginan kita. Misalnya, layanan chatting hanya dibuka pada hari Senin hingga Jumat, jam 08-00 hingga 17.00. Di luar jam itu, tombol chatting tidak berfungsi.

Contoh tampilan chatting dengan pengunjung channel.

Contoh tampilan chatting dengan pengunjung channel.

Di halaman ini, kita bisa mengatur jadwal chatting agar pengunjung hanya bisa  ngobrol dengan kita pada hari dan jam tertentu saja.

Di halaman ini, kita bisa mengatur jadwal chatting agar pengunjung hanya bisa ngobrol dengan kita pada hari dan jam tertentu saja.

3. Report & Repost. Pengunjung bisa melaporkan (report) konten tertentu pada channel kita jika mereka tidak menyukainya. Sebaliknya, mereka pun bisa memposting ulang (repost) tulisan dari channel kita ke channel lain (sama dengan share di Facebook) jika mereka menyukainya.

4. Unlimited Subscribers. Berbeda dengan Group yang jumlah anggotanya dibatasi maksimal 30 orang, BBM Channel ini jauh lebih asyik karena jumlah subscribernya tidak dibatasi (sepertinya begitu). Sebagai gambaran, BBM Channel Coca Cola Indonesia misalnya- hingga tulisan ini dibuat – sudah memiliki subscriber lebih dari 73.000 orang.

5. Tampil di menu Updates. Setiap posting yang kita muat di BBM Channel akan muncul di menu “updates” Blackberry Messenger, sehingga bisa dibaca oleh para pengunjung.

Tampilan halaman Updates di Blackberry Messenger. Di sini kita bisa melihat update terbaru dari para contact list kita, juga dari channel-channel yang yang kita langgani.

Tampilan halaman Updates di Blackberry Messenger. Di sini kita bisa melihat update terbaru dari para contact list kita, juga dari channel-channel yang yang kita langgani.

6. Halaman Admin. Khusus untuk pemilik channel, tersedia halaman admin, di mana kita bisa memantau statistik jumlah subscribers, jumlah kunjungan, dan sebagainya, yang tentu sangat bermanfaat sebagai analisis bisnis.

Tampilan halaman admin untuk BBM Channel Dapur Buku. Jumlah subscriber baru sedikit karena baru berumur 2 hari.

Tampilan halaman admin untuk BBM Channel Dapur Buku. Jumlah subscriber baru sedikit karena baru berumur 2 hari.

7. Posting from Website. Yang lebih menyenangkan, kita bisa memposting tulisan terbaru lewat website Blackberry.com. Jadi jika posting artikel lewat handphone terasa ribet, tak perlu khawatir karena bisa kita lakukan dengan cara yang jauh lebih mudah menggunakan komputer PC atau laptop.

Tampilan halaman admin BBM Channel versi website.

Tampilan halaman admin BBM Channel versi website.

Silahkan masuk saja ke website BBM Channel. Login dengan akun Blackberry ID Anda, lalu silahkan posting sepuasnya dari sana. Di website ini, kita juga bisa lebih leluasa dalam melakukan pengaturan channel, karena fitur admin yang tersedia jauh lebih banyak ketimbang versi mobile.

* * *

Mengapa saya menganggap BBM Channel ini lebih asyik untuk tujuan bisnis? Karena:

  1. Orang-orang yang menjadi subscribers kita adalah mereka yang memang benar-benar tertarik dengan produk atau jasa yang kita tawarkan. Jadi mereka adalah target market yang jelas. Kita tak perlu buang-buang waktu, menambah contact list sebanyak mungkin, padahal mereka belum tentu tertarik pada produk/jasa kita.
    .
  2. Komunikasi aktif yang bisa dilakukan oleh subscribers di channel kita hanyalah mengajak kita chatting (itupun bisa kita batasi jawalnya), me-like dan mengomentari posting. Mereka tentu saja tak bisa mengirim broadcast iklan. Kalaupun mereka memposting iklan di fitur comment, bisa kita hapus dengan mudah.
    .
  3. Kita bisa memposting materi-materi iklan, lalu para subscribers bisa membacanya di bagian “updates”. Kita tak perlu lagi “mengganggu” para contact list dengan cara mengirim broadcast iklan. Cara seperti ini tentu jauh lebih sopan, beretika, bermartabat, dan lebih rapi dari segi tampilan.
    .
  4. Semua tulisan yang telah kita posting, tersusun rapi seperti halnya tulisan-tulisan di blog, sehingga lebih mudah ditemukan oleh siapa saja. Ini tentu berbeda dengan broadcast message yang bercampur-baur dengan pesan-pesan lain, terkirim di dalam personal message ke setiap orang, sehingga tak bisa diarsipkan secara rapi.

* * *

Nah, bagi teman-teman yang selama ini berbisnis lewat Blackberry Messenger, saran saya sih, mari beralih ke BBM Channel saja.

Karena artikel ini tidak membahas hal teknis, maka mohon maaf tak ada panduan mengenai cara membuat channel. Silahkan Anda coba-coba sendiri. Gampang banget kok caranya.

BBM Channel Dapur Buku:

Bagi teman-teman yang ingin menerbitkan buku secara self publishing, mari gabung dengan BBM Channel Dapur Buku. Caranya:

– Silahkan masuk ke menu Channel di Blackberry Messenger.
– Gunakan fitur search untuk mencari PIN berikut: C00280299, atau bisa juga search nama “dapur Buku”, atau scan saja barcode berikut:

Screenshot_2014-03-12-19-08-52

– Setelah ketemu, klik tombol JOIN.

Semoga bermanfaat!

Jonru
Follow me: @jonru

Iklan

4 responses to “BBM Channel, Solusi Asyik untuk Berbisnis di Blackberry Messenger

  1. WAH mantap nih… langsung saya praktekin, capek soalnya ngumumin pin dan nerima broadcast

    Suka

  2. Arifin Rachman

    Terimakasih banyak atas artikelnya tentang “BBMC”.
    Dan sy ikut berbagi pengalaman saja, sy baru 1 Minggu bergabung dgn BBM Chanel alhasil baru 30 org pelanggan & 150 orang pengunjung.
    Namun belakangan ini sy menemui masalah dgn postingan sy sdh upload & tercatat di Admin sebanyak 165 postingan cuma yg bisa terlihat hanya beberapa saja. …. Sebenarnya postingan di BBMC ada batasannya ataw tidak mohon informasinya….., terimakasih.

    Suka

  3. Baru tau saya

    Suka

  4. Bung jonru, akun saluran bbm saya belum bisa di cari di menu saluran, karen bersifat pribadi, pertanyaannya bagaimana mengubah saluran pribadi menjadi publik? Terimakasih

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s