CINTA BUTA Terhadap JOKOWI


Cinta buta terhadap jokowi

Ternyata Para Pendukungnya Sadar, Jokowi Punya Banyak Kesalahan. Tapi Mengapa Mereka Tetap CINTA BUTA? Ada Apa di Balik Keanehan Ini?

Selama ini kita sering “menuduh” para Jokowers menganggap idola mereka sebagai manusia sempurna, tanpa cela, tanpa punya satu kesalahan pun. Sampai-sampai kita sering pakai istilah “nabi jokowi” atau “dewa jokowi”.

Benarkah “tuduhan” itu?

Setelah saya amati dan pelajari, sepertinya “tuduhan” ini SALAH BESAR. Ya, selama ini kita ternyata salah tuduh.

Kenapa? karena setiap kali kita membeberkan kejelekan, keburukan atau kesalahan Jokowi, mereka umumnya tak pernah punya satu pun argumen logis untuk membantahnya. Justru, bantahan-bantahan mereka terkesan seperti TEMPLATE. Seperti sudah diatur, seragam, dan bunyinya itu-itu saja.

NB: Tentang hukum berghibah atau menceritakan kejelekan orang lain, teman-teman perlu membaca artikel “6 Jenis Ghibah yang Diperbolehkan dalam Islam” klik disini
Atau silahkan cari sendiri di Google, ya

Nah, berikut adalah sejumlah ARGUMEN TEMPLATE para Jokowers, yang membuktikan bahwa mereka sebenarnya SUDAH SANGAT SADAR bahwa Jokowi punya banyak kesalahan.

(1) “Kamu kok hobi banget sih, mencari-cari kesalahan Jokowi?” << Orang yang mengucapkan ini, sebenarnya tanpa sadar mengakui bahwa Jokowi punya banyak kesalahan.

Di dalam hatinya mereka berkata, “Ya saya sadar kok, Jokowi punya banyak salah. Tapi dia kan idola saja. Makanya saya tak suka jika ada orang yang mencari-cari kesalahannya. Kalau kamu tahu Jokowi salah, mbok ya diam saja, tak usah ngomong apapun, agar saya senang.”

(2) “Kurang ajar lu! Tai anjing lu! Babi lu!” << Banyak orang yang memaki dan menghujat seperti ini setelah kita membeberkan kesalahan Jokowi. Biasanya, orang yang memaki seperti ini karena dia jengkel, kehabisan argumen yang membantah fakta yang kita beberkan. Maka dia pun mencari PELAMPIASAN dengan cara mencaci-maki orang yang membeberkan fakta tersebut.

(3) “Tetap pro Jokowi!” atau “Salam dua jari!” << Ucapan seperti ini termasuk yang paling sopan, sangat sering terdengar di era kampanye Pilpres 2014. Jika kita mengungkapkan kesalahan Jokowi, mereka seperti tak peduli terhadap fakta apapun yang kita beberkan. Padahal sebenarnya mereka sadar bahwa apa yang kita tulis memang benar adanya. Maka yang mereka lakukan adalah menghibur diri dengan cara menulis komentar seperti itu.

(4) “Lebih baik bla.. bla.. .bla daripada bla..bla..bla.”
Misalkan kita membeberkan fakta bahwa Jokowi suka ingkar janji. Maka mereka membalas dengan komentar, “Lebih baik ingkar janji tapi bersih, daripada menepati janji tapi korupsi!”

Ucapan seperti ini sebenarnya SANGAT JELAS menunjukkan bahwa si Jokowers ]mengakui DENGAN JUJUR bahwa idolanya hobi ingkar janji. Namun karena sudah terlanjur cinta buta, mereka pun mencari pembenaran dengan cara membuat kalimat perbandingan seperti itu.

Tentu saja, itu kalimat perbandingan yang SANGAT RANCU, sebab seolah-olah mengesankan bahwa ingkar janji itu sah-sah saja. Padahal ingkar janji dan korupsi ya sama-sama salah. Keduanya dosa, sangat tidak terpuji. Jadi sungguh konyol jika Anda membandingkan keduanya.

(5) “Kalau kamu tak suka sama Jokowi, sana pindah ke negara lain!”
Saya kira, hampir kita semua pernah diusir dengan kalimat seperti ini. Tentu ini kalimat yang sangat AROGAN, super sombong, seolah-olah negeri ini hanya milik mereka saja.

SECARA PSIKOLOGIS, biasanya orang yang arogan seperti ini adalah mereka yang sudah kehabisan argumen untuk membantah, maka dia menggunakan “kekuasaannya” untuk melawan.

Ini bisa dianalogikan seperti seorang bos di kantor yang berdebat dengan bawahannya. Ternyata argumen si bawahan yang benar, dan si bos kalah debat. Karena tak mau kalah, si bos pun menunjukkan sikap arogan dengan berkata, “Saya yang jadi bos di sini, bukan kamu. Jadi aturan saya yang berlaku!”

Dari penjelasan di atas, jelas banget bahwa Jokowers yang hobi mengusir orang tersebut sebenarnya mengakui di dalam hati kecilnya bahwa apa yang kita katakan memang benar. Di satu sisi mereka kehabisan argumen, namun di sisi lain mereka merasa di atas angin. Maka sikap arogan pun muncul, dan keluarlah kalimat pengusiran seperti itu.

(6) “Dasar provokator lu!”
Tuduhan provokator biasanya muncul karena si Jokowers menyadari bahwa idolanya memang salah. Namun karena terlanjur cinta buta, dia tak ingin banyak orang mengetahui hal itu. Mereka tidak ingin kita memengaruhi orang lain. Mereka tidak ingin kita membuat banyak orang tahu mengenai kesalahan-kesalahan Jokowi. Ketakutan seperti itu membuat mereka menuduh kita provokator.

Provokator merupakan istilah yang berkonotasi negatif. Namun sebenarnya, istilah ini bisa diartikan secara positif juga. Jika saya berhasil mengajak banyak orang untuk berbuat baik, jika saya berhasil membuat banyak orang percaya pada kebenaran yang saya suarakan, maka sebenarnya saya adalah provokator. Betul?

Jadi, kalau dipikir-pikir, tuduhan “dasar provokator lu” tersebut bisa dianggap saja sebagai pujian, hehehe…. Alhamdulillah

(7) “Dasar tukang fitnah, lu!”
Mereka hobi banget menuduh kita tukang fitnah, padahal mereka sendiri tidak tahu apa arti fitnah. Justru ketika menuduh tukang fitnah itulah, pada saat yang sama mereka sedang memfitnah kita. Kenapa? Karena definisi fitnah yang benar adalah “menuduh tanpa bukti” atau “menuduh hanya berdasarkan prasangka.”

Adapun definisi fitnah versi mereka adalah, “Ketika sebuah fakta terasa demikian menyakitkan bagi saya.”

Artinya, di balik tuduhan fitnah tersebut, mereka sebenarnya mengakui di dalam hatinya, bahwa fakta yang kita beberkan memang benar adanya.

* * *

Sebenarnya masih banyak contoh TEMPLATE ARGUMEN lainnya dari mereka. Namun tak apalah, enam contoh di atas pun sudah cukup untuk membuktikan kegalauan hati mereka. Sebenarnya para Jokowers itu sudah SANGAT SADAR kok, mengenai kesalahan dan kekurangan idola mereka.

PERTANYAAN SANGAT PENTING:
Jika mereka sudah sadar seperti itu, kenapa kok masih cinta buta? Kenapa masih membela mati-matian? Bisakah Anda menjelaskan ADA APA DI BALIK KETIDAKLOGISAN INI?

Mari pikirkan 😀

Iklan

13 responses to “CINTA BUTA Terhadap JOKOWI

  1. Sebenernya mereka masih tim cyber joko jd untuk apa dibahas. Ini ada dalang plus cukong besar yg membantu ,dugaan saya mentri yg namanya susi itu adalah orangnya. Dia yg membayar smua wartawan media mainstream ,baik online maupun offline. Kalo tidak dapat pimpinan ya di level personel redaksi dikasih fulus. Besarannya berapa ga tau lah. Cermati aja arah pemberitaan semua media. . Ini kita korban sintesa presiden pilihan rakyat. Dibikin oleh pasukan media massa.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Coba kalau artikel ini di share di kompasiana, pasti seru banget.. bakalan rame bin semarak tu 😀

    Suka

  3. Untung saya gak pernah cinta dengan dia… hihi

    Suka

  4. Tidak mau mengakui karena gengsi aja kayaknya, waktu mau pilpres mereka udah bela mati2an

    Suka

  5. Kritik Sosial harus tetap dilakukan agar informasi seimbang, chayo!!!

    Titip lapak bang

    atlantison.com/2014/11/23/untukmu-yang-tak-bisa-membeli-susu/#more-366

    Suka

  6. Saya sudah biasa dibantah dgn hal yang sama spt yang bang Jonru buat ini. Cm, saya sih EGP dengan bantahan mereka.

    Orang kalo salah, emang banyak ngelesnya 😉

    Lanjutkan bang! Tetap semangat ^.^

    Suka

  7. Cinta buta yang hanya berasal dari kebodohan atau ketidak tahuan sang pencinta dan kepalsuan yang dicinta.

    Disukai oleh 1 orang

  8. Ha3 klo pendukungnya jonru aja ga prn di hapus postingannya. Itu menandakan jonru takut berdebat dan berargumentasi. Liat siapa yg gentleman dan siapa yg pecundang. Ternyata emg jonru sendiri yg pecundang

    Suka

  9. ckckck… kita ini cuma penonton, percuma deh kritik2 sinetron negara,.. cape deh… trus gak ada untungnya bagi diri kita… masa sih pemain sinetron kritik sinetron lain… ntar cerita sinetron kamu siapa yang jalanin, jangan jangan, kamu bagian dari sinetron negara, sebagai tukang cerita2 seperti artikel di atas ini… ckckckck…

    Suka

  10. Rakyat biasa bahkan anak smp juga bisa membedakan mana komen rakyat biasa dan mana tim cyber, bahkan dikaskus juga banyak disusupi.

    Suka

  11. Jokowi haters bilang Jokowi lovers cinta buta…
    Jokowi lovers bilang Jokowi haters benci buta…

    Hadeeeh…kapan ketemunya ya?

    Suka

  12. tidak kenal sama yang jadi topik dan yang menulis topik. jadi biasa-biasa saja

    Suka

  13. kalau kejadiannya tdk LOGIS, itu nama nya permainan GAIB,
    yg biasa melakuknnya para JIN,
    DUKUN, HIPNOTIS, DLL…!!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s