[Diari Jonru #05] “Mati Suri” Selama DELAPAN Tahun, Bagian I


jonru_duiters

Inilah salah satu kegiatan tak penting yang saya lakukan ketika dulu berhenti menulis selama delapan tahun. Benar-benar naif.

Ketika puluhan naskah masih ditolak di sana-sini, saya sangat semangat dan produktif menulis. Ketika belum punya mesin tik (saat itu komputer belum ada), saya pun tetap semangat dan produktif menulis.

Anehnya, ketika saya sudah jadi juara lomba menulis, ketika naskah saya dengan gampangnya dimuat di berbagai media, ketika saya sudah punya komputer untuk menulis naskah, justru saya berhenti menulis selama DELAPAN TAHUN.

“Lho, kok bisa?”

Agar masalahnya lebih jelas, saya akan ceritakan beberapa kejadian pada hidup saya setelah tahun 1994 dalam bentuk poin-poin di bawah ini.

SATU:

Kemenangan saya pada Lomba Cipta Cerpen Remaja (LCCR) 1994 memang sangat membahagiakan. Tapi berita buruknya, ternyata saya belum siap dari segi mental. Saya dimabuk kemenangan, merasa sudah sangat hebat. Apalagi karena sejak saat itu, semua cerpen yang saya kirim ke Anita Cemerlang selalu dimuat. Sekadar info, saya masih sangat pemula ketika memenangkan lomba cerpen tersebut. Pemula yang tiba-tiba menjadi pemenang pertama lomba penulisan di sebuah majalah bergengsi. Persis orang melarat yang mendadak kaya raya!

DUA:

Tahun 1996, saya mengirim sebuah cerpen ke Anita Cemerlang. Judulnya Momen Maaf, bercerita tentang seorang mahasiswi bernama Rani yang sangat baik budi, tipe manusia teladan, semua orang memuji dan menyanjungnya. Tapi keadaan ini justru membuat Rani merasa bersalah. Ia merasa telah menipu banyak orang, sebab masa lalunya justru sangat hitam. Ketika SMP, ia pernah menjadi perempuan nakal.

Rani ingin berterus terang pada semua orang tentang masa lalunya. Maka suatu hari, ia membeberkan tabir gelap itu pada teman-teman kos-nya, “Ketika SMP, aku pernah hidup sebagai gadis penunggu perempatan lampu merah di malam hari dan sering jalan dengan pria hidung belang. Kalian tahu kan, apa yang aku maksud?”

Cerpen ini dimuat beberapa minggu kemudian, judulnya diganti oleh Anita Cemerlang menjadi Rani dan Permintaannya. Bagi saya itu tidak masalah. Yang membuat saya hampir pingsan, redaksi Anita mengubah kalimat-kalimat di atas menjadi, “Ketika SMP, aku pernah diperkosa.”

Saya diam seperti orang bisu, benar-benar tak percaya dengan apa yang saya baca. Emosi saya langsung mengalir ke ubun-ubun.

Ya, setiap media memang punya kalimat sakti, “Redaksi berhak mengedit naskah tanpa mengubah isinya.” TAPI MEREKA TELAH MENGUBAH ISI NASKAH SAYA!!! Mereka telah membuat isi cerpen saya menjadi sangat konyol dan memalukan. Bagaimana mungkin seseorang disebut bersalah karena dia korban perkosaan? Huh! Entah pikiran apa yang terlintas di benak redaksi Anita Cemerlang ketika membabat naskah tersebut!

Protes pun saya layangkan melalui sepucuk surat. Saya bahkan sempat menelepon mereka. Tapi sayangnya, majalah yang satu ini tidak bereaksi sedikit pun. Mereka membiarkan saya kecewa dan emosi sendirian.

Saat itu, kebetulan saya mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN), dan terpilih sebagai koordinator kecamatan. Seribu kesibukan pun segera menyerbu, membuat saya tak sempat mengurus insiden Momen Maaf. Padahal insiden ini bagi saya telah meninggalkan sebuah trauma yang sangat menyakitkan. Demikian traumanya, sampai-sampai saya – selama beberapa tahun – tidak berani lagi menulis cerpen!

Bersambung >>

Iklan

5 responses to “[Diari Jonru #05] “Mati Suri” Selama DELAPAN Tahun, Bagian I

  1. Hehehe… kadang prestasi bisa memabukkan. Dan bahkan fasilitas malah memabukkan juga. Saya pernah mengalami seperti mas Jonru alami ini.

    Suka

  2. wah, sabar ya mas 🙂

    Suka

  3. yang penting semuanya pasti ada hikmahnya..

    Suka

  4. Aduh. . .kok bs tjd hal smcm itu?
    Sgt disayangkan jika sebuah redaksi mengubah naskah jadi sedemikian rupa.

    8 thn adlh waktu yg tdk sbntar untuk penulis dgn semangat menyala spt om Jon.

    Ditunggu om crita selanjutnya.

    Disukai oleh 2 orang

  5. Ping-balik: Inilah Diari Jonru Selengkapnya! | Jonru Ginting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s