Fariz RM, Narkoba dan Keseriusan Kita untuk Bertaubat


fariz_rm_narkoba

Fariz RM kembali ditangkap karena pakai narkoba. Itulah berita yang tiba-tiba muncul sejak kemarin.

Saya tentu sangat terkejut. Tanggal 28 Oktober 2007 lalu, musisi berusia 56 tahun itu pernah mendekam di penjara setelah tertangkap tangan dengan barang bukti 1,5 linting ganja seberat 5 gram yang disimpan dalam bungkus rokok. Kini, ia tertangkap lagi?

Saya bukan hendak bergosip, bukan ingin menghakimi atau menghujat seseorang. Saya hanya ingin merenung:

“Kenapa seseorang bisa mengulangi lagi perbuatan buruknya, padahal sudah pernah kena batunya?”

Ya, mungkin saya pun pernah seperti itu. Berbuat dosa, lalu kapok, lalu berjanji tak akan mengulanginya lagi. Namun ternyata masih terulang juga. Masih melakukan perbuatan yang sama.

Bertaubat memang butuh keseriusan. Bukan hanya dalam bentuk ucapan.

Berdasarkan pengalaman saya, ada tiga dua hal penting yang bisa kita lakukan agar terhindar dari perbuatan buruk yang sama setelah bertaubat:

1. Move on secara fisik, alias pindah ke lingkungan lain. Tinggalkan lingkungan yang buruk, dan carilah lingkungan yang lebih baik. Bertemanlah dengan orang-orang baik.

2. Mendekatkan diri pada Allah, rajin beribadah. Semakin rajin beribadah, maka insya Allah kita pun akan semakin malu untuk berbuat maksiat.

3. Tentu saja, jangan lupa selalu berdoa Berdoalah agar Allah menjaga kita dari perubatan-perbuatan buruk. Berdoalah agar kita tidak terjerumus lagi pada perbuatan dosa yang sama. Berdoalah agar DIA selalu mencegah dan mempersulit jalan kita jika kembali tergoda untuk melakukan perbuatan buruk yang sama.

Dan yang paling penting, mari INTROPEKSI DIRI. Mari menyesali perbuatan buruk yang telah dilakukan. Jika punya masalah berat yang membuat kita selalu tergoda untuk kembali berbuat maksiat, maka selesaikan dulu masalah tersebut. Jika belum beres masalahnya, maka tidak heran jika godaan untuk berbuat maksiat terus berdatangan.

Sekali lagi, berubah atau bertaubat memang butuh keseriusan. Dan ini yang mungkin belum dilakukan oleh Fariz RM. Padahal dulu dia pernah nyanyi duet dengan Neno Warisman. Lagunya sangat bagus, dan saya sangat suka.

Neno Warisman sekarang sudah memiliki kehidupan yang jauh lebih baik, dekat dengan agama. Mari berdoa, semoga Fariz RM pun segera mendapat hidayah serupa dari Allah. Aamiin… 🙂

Iklan

6 responses to “Fariz RM, Narkoba dan Keseriusan Kita untuk Bertaubat

  1. Mungkin beliau belum meninggalkan pergaulan yang membawa pada kebiasaan buruknya dulu
    mudah2an ada hikmah nya

    Suka

  2. terlambat untuk berdusta terlambatlah sudah
    memipu sanubari tak semudah kusangka.

    Suka

  3. Setuju dengan pendapat mas Jonru.

    Suka

  4. Kasus pecandu narkoba 100% move on saja Belumlah cukup, perlu 1000% dan konsisten!

    Suka

  5. Urutannya;1.Beriman pd Allah SWT, 2…………….., 3. Bertaubat, 4. Rajin ibadah, dst, dst. Sesuai dengan urutannya, akan menimbulkan hubungan sebab-akibat. Namun, umumnya kita (termasuk saya juga) sering lupa pada urutan no.2, yaitu Bersyukur pada Allah SWT. Saya kira, setelah kita Bersyukur, maka kita pasti akan Bertaubat, setelah bertaubat pasti kita akan rajin Beribadah, dan seterusnya. Begitupun pada saat orang/kita tidak/lupa Bersyukur, biasanya sih akan kesulitan untuk Bertaubat, Tanpa Bertaubat maka akan ‘berat’ dan ‘jauh’ juga untuk Beribadah.

    Suka

  6. Mungkin, bagi yang sudah pernah merasa nikmatnya narkoba, tidak ada cobaan terberat di dunia ini kecuali menahan godaan untuk tidak terjerumus kembali. Cobaan yang membutuhkan seumur hidup tanpa akhir hingga ajal menjemput. “Jangan Sekali-sekali mencobanya, sekali mencoba hidup terasa terbelenggu selamanya” Nikmat Narkoba Berujung Sengsara.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s