[Diari Jonru #06] “Terlibat” KKN dan Mulai Terjun ke Dunia Politik


tamsil800

Salah satu foto kenangan ketika saya aktif di PAN. Bersama teman-teman BM PAN berkunjung ke rumah pak Tamsil Lirung (tengah, pakai baju piyama) di rumahnya di daerah CIledug, Jakarta. Saya nomor tiga dari kanan. Belakangan, pak Tamsil Linrung pun pindah ke PKS.

Di bagian sebelumnya, Anda sudah membaca bahwa saya “mati suri” dari dunia penulisan selama delapan tahun. Mungkin Anda bertanya, “Selama delapan tahun tersebut, apa saja yang Pak Jonru lakukan?”

Baiklah, akan saya ceritakan. 

SATU: “Terlibat KKN” alias Kuliah Kerja Nyata

Tahun 1996 saya mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Secara tak terduga, saya terpilih sebagai koordinator kecamatan. Terpilih semata-mata karena ketika itu tak ada yang mau jadi ketua. Dan entah kenapa, hampir semua orang menunjuk saya. Padahal, saat itu kami belum saling kenal. Jadi tak ada yang tahu tentang kemampuan atau keahlian saya. Mereka asal tunjuk saja, mungkin karena saya yang paling ganteng di ruangan tersebut, hehehe….

Dan hasil dari kepemimpinan saya adalah… KACAU BALAU. Intinya, saya bukan orang yang cocok jadi pemimpin. Saya tak biasa hidup dalam organisasi, kurang bisa bekerja dalam tim, merasa lebih nyaman bekerja sendirian.

Hingga saat ini pun, saya masih menjadi orang yang seperti itu.

Untungnya, saat KKN itu saya punya wakil bernama Dadang Handayana, seorang mahasiswa Fakultas Teknik yang cukup pintar memimpin. Dialah yang banyak membantu tugas saya. Tentu saja, ada pula Winarto dan Shinta (sekretaris), serta Ineu dan Sulistyo Basuki yang menjadi bendahara. Kami berenam adalah tim yang sangat kompak ketika itu.

DUA: Mulai Terjun ke Dunia Politik

Saya dulunya takut berpolitik. Saya termasuk korban Orde Baru, sebuah rezim yang mengajarkan pada rakyat bahwa politik itu berbahaya. Bahkan ketika kuliah pun, saya tak pernah mau bergabung dengan organisasi ekstra kampus.

Padahal ketika itu, saya aktif di pers kampus EDENTS yang “dikuasai” oleh orang-orang dari organisasi ekstra kampus tertentu. Karena saya tak gabung dengan merekalah, para pengurus dengan sebuah trik rahasia, membuat rekayasa agar saya “disingkirkan”. Namun sebelum tersingkir, saya lebih dahulu mengundurkan diri.

Di era reformasi tahun 1998, muncul seorang tokoh yang sangat saya kagumi; Amien Rais. Gara-gara beliaulah, saya akhirnya berani berpolitik.

Saat itu saya bertekad, “Jika Pak Amien mendirikan partai, saya akan segera gabung dengannya.”

Maka, saat beliau mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN), saya pun mendaftarkan diri. Selama sekitar dua tahun saya aktif di partai tersebut. Bahkan ketika pindah ke Jakarta tahun 2000, saya sempat aktif di Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BMPAN) tingkat pusat.

Saya bukan orang Muhammadiyah, jangan salah sangka! Saya tak pernah ikut ormas Islam manapun. Yang saya tahu sejak dulu hanya Islam. Itu saja. Saya bergabung dengan PAN semata-mata karena kagum pada pak Amien Rais.

banjir_pks

Saya – paling depan – bersama teman-teman PKS saat membantu korban banjir di Jakarta beberapa tahun lalu.

Karena sesuatu dan lain hal, sejak tahun 2002 secara pelan-pelan mundur dari dunia politik. Namun tahun 2003 saya memutuskan untuk gabung dengan PKS, yang saat itu baru saja ganti nama dari Partai Keadilan (PK) menjadi Partai Keadilan Sejahtera. Saat dekrakasi PKS di Monas tanggal 13 April 2003, itulah hari pertama saya gabung dengan partai dakwah tersebut.

Sejak 2003 hingga hari ini, saya di PKS hanya menjadi kader biasa tingkat kelurahan. Saya tak pernah berniat untuk menjabat apapun. Niat saya di PKS hanya berdakwah dan belajar Islam lebih mendalam.

Andai saya punya ambisi kekuasaan, tentu sejak lama saya meninggalkan PKS, mencari partai lain yang bisa memberi saya jabatan. Tapi kesetiaan saya pada PKS menjadi BUKTI NYATA yang menepis dugaan sebagian orang bahwa saya berambisi jadi caleg atau mengincar jabatan tertentu.

Duhai Teman! Anda salah menilai saya. Saya tak punya potongan apapun dan tak punya minat sama sekali menjadi politisi atau pejabat. Di atas saya bahkan sudah menjelaskan bahwa saya tak cocok jadi pemimpin.

Jika hingga hari ini Anda masih berburuk sangka dan mengira saya punya ambisi kekuasaan, mohon maaf saya harus tertawa. Anda belum mengenal saya dengan baik!

Jika benar saya punya ambisi kekuasaan, untuk apa saya setia pada PKS selama 12 tahun tanpa jabatan apapun? Jika benar saya punya ambisi kekuasaan, tentu dulu itu saya akan bertahan di PAN karena posisi saya sudah lumayan bagus di tingkat pusat.

Coba pikirkan itu pakai logika 🙂

Bersambung >>

Iklan

12 responses to “[Diari Jonru #06] “Terlibat” KKN dan Mulai Terjun ke Dunia Politik

  1. Hehehe… alinea terakhir sepertinya memberi pesan tertentu untuk orang2 tertentu ya?

    Suka

  2. Ya dech lanjutkan lagi ceritanya aku masih setia mengikuti anda

    Suka

  3. Wah, saya tahun 97 KKN di Warungasem jg, jd Kordes di Desa Sijono, hancur lebur juga hehehe

    Suka

  4. waah loyalitas Mas Jonru pada PKS luar biasa, lama di PKS meski gak punya jabatan apa2. amazing!

    Suka

  5. wahhh saya kok pernah merasa seperti abang hanya karena saya tidak mengikuti organisasi mahasiswa gambar tameng ijo item…. saya juga di cuekin bahkan pernah di sudutkan pelan2 dalam di HMJ….

    Suka

  6. hahaha…. ta’aruf sekaligus menegaskan suatu hal pada manusia2 yg gagal menggunakan akal sehatnya. sippp deh bang Jonru. Izin lanjut ke # 7 😀

    Suka

  7. Kirain “KKN” eh ternyata Kuliah Kerja Nyata, hehe…

    Suka

  8. Hendra Wong Sugih

    wah sama bang saya juga pemimpin gagal, hehe.
    ketua departemen di organisasi kampus tahun 2000 dan koordinator kelurahan KIPPDA tahun 1999.
    lulus kuliah jadi telat 2 tahun

    Suka

  9. Ping-balik: Inilah Diari Jonru Selengkapnya! | Jonru Ginting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s