[Diari Jonru #07] Menjadi Pengangguran dan “Terjebak” di Dunia Maya


Inilah foto saat saya wisuda tahun 1998, bertepatan dengan awal krisis moneter dan jatuhnya Soeharto. Banyak PHK di mana-mana, saya sulit mencari pekerjaan, dan sempat jadi pengangguran selama 2 tahun,

Bagian 7 ini masih seputar aktivitas saya ketika “mati suri” dari dunia penulisan selama delapan tahun. Ada beberapa kegiatan yang saya tekuni ketika itu. Karena terlalu panjang, maka saya cicil satu-persatu. Yang ditulis pada bagian 7 ini adalah kegiatan nomor 3 dan 4.

TIGA: Lulus Kulian dan Jadi Pengangguran Selama 2 Tahun

Bulan Mei 1998 saya lulus kuliah, bertepatan dengan jatuhnya Soeharto dan awal era reformasi. Saat itu, krisis moneter melanda Indonesia. Saya lupa berapa kurs rupiah sebelum krisis terjadi, yang jelas masih di bawah Rp 8.000 per USD. Namun setelah krisis, nilai rupiah anjlok luar biasa, bahkan sempat mencapai angka di atas Rp 16.000 per USD (coba baca artikel ini).

Kondisi buruk ini menyebabkan banyak perusahaan gulung tikar, atau melakukan PHK besar-besaran. Akibatnya, saya pun sulit mencari pekerjaan dan sempat menganggur selama dua tahun.

Ketika itu, saya sebenarnya punya cita-cita besar, ingin menjadi wartawan. Aktivitas saya selama kuliah di pers kampus membuat saya punya impian besar di bidang jurnalistik.

Kebetulan pula, di awal era reformasi banyak sekali koran atau tablod baru yang bermunculan. Umumnya didirikan oleh tokoh politik tertentu yang bertujuan untuk melanggengkan tujuan mereka menuju kekuasaan.

Saya pun melamar kerja ke sejumlah media, mulai dari media berskala kecil yang baru terbit di awal era reformasi, sampai media besar seperti Gatra dan Tempo. Bahkan saya sempat melamar kerja ke Trans TV dan RCTI yang ketika itu baru saja berdiri. Namun semuanya gagal, tak ada yang diterima.

Saya yang dulu dikenal sebagai wartawan kampus, justru gagal jadi wartawan. Sementara teman-teman saya yang dulunya tak pernah aktif di pers kampus, justru belakangan jadi wartawan. Sebuah fakta yang dulu membuat saya galau (sekarang sih tidak lagi, karena belakangan saya sadar bahwa jadi wartawan ternyata banyak tidak enaknya).

Saya juga ingin sekali jadi full time writer, alias total jadi penulis. Saya paling malas jadi karyawan. Saya ingin jadi entrepreneur. Namun saya belum punya bekal dan modal apapun untuk menjadi penulis profesional atau pebisnis.

Saya sempat mendirikan lembaga bimbingan-belajar privat ketika masih tinggal di Semarang. Namun karena kesulitan keuangan, bisnis tersebut saya tinggalkan, dan pindah ke Bandung, tinggal di rumah kakak saya di sana sambil mencari pekerjaan.

Selama lebih kurang dua tahun saya jadi pengangguran, hidup serba belum jelas, menumpang di rumah kakak di Bandung.

EMPAT: “Terjebak” di Dunia Maya

Saat menjadi pengangguran di Bandung itulah, saya mulai berkenalan dengan internet. Saya pun rajin ke warnet, terutama untuk mencari pekerjaan. Saat itu, saya sempat tergoda untuk bergabung dengan sejumlah program “get paid to read email”, “get paid to surf” dan sejenisnya. Itu adalah program-program tak jelas, bahkan banyak yang penipuan atau tak terbukti kebenarannya. Saya menghabiskan banyak waktu untuk menekuni hal-hal tak berguna seperti itu.

pic-ekilat-02-l

Inilah salah satu kegiatan off air yang saya ikuti saat aktif di dunia maya. Kopdar bersama teman-teman eKilat di Ancol, Jakarta.

Namun saya merasa bersyukur. Di balik perbuatan sia-sia tersebut, ternyata ada hikmahnya juga.

Hikmah seperti apa? Begini ceritanya:

Suatu hari saya berkunjung lagi ke sebuah warnet di daerah Cihampelas, Bandung. Saat itu, seluruh komputer sedang terpakai. Maka saya terpaksa menunggu di ruang tamunya.

Saat menunggu itulah, saya melihat ada majalah Info Komputer yang tergeletak di atas meja. Dengan penasaran saya ambil dan membaca judul di covernya, “Inilah Software-Software Terbaik untuk Membangun Halaman Web.”

Saya pun membaca artikelnya dengan penuh antusias. Namun tiba-tiba ada pemakai warnet yang pulang, dan saya pun segera menggantikannya.

Karena masih penasaran, saya berkunjung ke website InfoKomputer.com, mencari artikel tentang software pembuat halaman web tersebut. Setelah ketemu, saya copy di disket, lalu dicetak dan dibaca di rumah.

Itulah awal dari perkenalan saya dengan dunia WEB DESIGN. Bahkan belakangan saya pun belajar dan menguasai dasar-dasar bahasa HTML.

Ya, di masa-masa menganggur itu, salah satu kegiatan utama saya adalah belajar dan praktek membuat desain web. Dan karena saat itu saya masih sibuk menekuni sejumlah program “get paid…” yang tak jelas tersebut, saya pun membangun website untuk mempromosikannya.

Jadi walau ketika itu tak ada hasil (uang) yang saya dapatkan, namun alhamdulillah saya mendapat banyak pengalaman berharga seputar pembuatan dan pengelolaan website.

Dari pengalaman itulah, saya akhirnya mendirikan sejumlah website, seperti PenulisLepas.com dan Ajangkita.com. Kedua website ini sekarang telah tiada. Namun boleh dibilang, kehidupan saya sekarang ini banyak sekali ditentukan oleh pengalaman dalam mengelola keduanya.

Bersambung >>

Iklan

14 responses to “[Diari Jonru #07] Menjadi Pengangguran dan “Terjebak” di Dunia Maya

  1. Wah tau 99an saya juga baru kenal internet bang, sering main di warnet Padang Bulan Jl. Jamin Ginting Medan

    Suka

  2. tahun 99 internet masih memakai windows 98 …. disket hanya muat beberapa KB… hehe kalau udah hampir penuh kadang lemotnya minta ampun waktu di buka udah gitu ada bunyi krekk krekk …..

    Suka

  3. Zaman itu saya malah baru kenal dengan komputer. Hehe…

    Suka

  4. Om Jonru, mudanya ganteng yo! : ) suka kacamatanya!

    Btw, wisuda undip ’90-an mengingatkan saya tentang mendiang saudara. Seminggu setelah wisuda, belum sempat menggapai cita2, Tuhan lebih menyayangingya.

    Suka

  5. Tahun 98 saya baru naik kelas 4 SD.
    Dan belum kenal komputer .

    Suka

  6. Memang, dunia informasi dan teknologi kita mulai bangkit dgn gencarnya d awal2 era reformasi.

    Kalo dulu mengelola website atau menulis blog hny bs lewat komputer, skrg mlh sdh bs dgn mudahx dikelola lewat handphone, dlm satu genggaman tgn sj org bs bebas mengekspresikan karya.

    Suka

  7. asiiikkkk juga bang, kok mirip yah kya kisah saya, sya nganggur slma 2 thun stlah off dri kuliah dan ngelamar kerja di warnet jdi OP, disitulah saya beljar otodidak soal blog dan website dan ilmu komputer lainnya. alhamdulillah skrng punya blog and web sndiri meski masih gratisan domain and hostingnya 😀

    Suka

  8. Tahun 1998 belum kenal internet, masih main gundu.

    Suka

  9. Kenapa website penulislepas.com ditutup? Kan sayang dengan pembaca dan hitnya yang tinggi?

    Suka

  10. Pengalaman yang luar biasa Bang Jonru, memang selalu ada hikmah dari setiap perjalanan yang kita lalui.

    Suka

  11. Ping-balik: Inilah Diari Jonru Selengkapnya! | Jonru Ginting

  12. kisah nyatah
    ini mau cerita sedikit kesuksesan aq percaya atau tdk tergantun anda,dulu aq juga pernah pengganguran lama,tapi aq tak putus asa selalu cr jln keluar,berkat aq sllu buka internet aq temukan no.ini 085217519919 atas nama ky songo orang paranormal,awalnya takut sih tapi aq beranikan dirin telpon degar petunjuknya masuk akal,bagi anda mau seperti sy silkn anda berurusan degan aky songo atau mau lebih jelas lihat blog dia.di http://www.paranormal-kisongo.blogspot.com ini cerita kesuksesanku,trmh ksh

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s