[Diari Jonru #09] Mulai Rajin Diskusi & Debat di Internet


ekilat_sarinah

Kenangan ketika saya dan teman-teman ekilat mengadakan acara kopdar di Sarinah, Jakarta.

Yang saya ceritakan di bagian ini adalah kegiatan-kegiatan sejak saya mengenal internet (tahun 1999), dan masih dalam keadaan “mati suri” dari dunia penulisan. Karena panjang, saya bagi menjadi dua bagian.

* * *

Walau “mati suri” sebagai penulis, sebenarnya ketika itu saya tetap menulis, kok. Bukan menulis cerpen atau novel artikel, namun menulis di mailing list, forum diskusi, website/blog pribadi, juga di website milik perusahaan tempat saya bekerja, dan sejumlah website milik orang lain.

Jika dulu saya rajin menulis dengan tujuan untuk dimuat di media cetak, sejak tahun 2000 hingga 2004 saya menulis hanya karena ingin berbagi dan dorongan hobi berdiskusi saja. Tak lebih dan tak kurang. Saat itu, saya masih melupakan mimpi besar untuk jadi penulis.

Berikut adalah beberapa aktivitas menulis saya selama “mati suri” di dunia penulisan, khususnya tahun 2000 hingga 2004.

SATU: Aktif Berdiskusi dan Berdebat di Ekilat.com

kopdar ekilat ancol

Saya mengenal internet sejak tahun 1999, ketika sudah lulus kuliah namun masih menjadi pengangguran di Semarang (saat itu, saya sempat mendirikan lembaga bimbingan belajar untuk siswa SD, namun akhirnya saya tinggalkan karena kendala modal dan SDM). Dan orang yang berjasa memperkenalkan tersebut adalah Edi Santoso, sahabat saya di koran kampus Manunggal, yang belakangan secara tak terduga menjadi adik ipar saya.

Edi pula yang ketika itu memperkenalkan saya dengan sebuah layanan email gratis, ekilat.com (sekarang sudah tiada).

Selain email gratis, Ekilat juga menyediakan sejumlah layanan lainnya, seperti kartu ucapan dan forum diskusi. Nah, di forum inilah saya kemudian banyak aktif berdiskusi, bahkan akhirnya diangkat menjadi admin oleh pemiliknya (Angus D Madden).

Salah satu forum yang sangat ramai di Ekilat ketika itu adalah Dialog Antar Agama (DAA), dan saya yang menjadi adminnya. Jadi dapat dibayangkan, tugas saya sangat berat. Sebab di DAA itu banyak perusuh, orang-orang yang saling bantai argumen, bermusuhan, bertengkar hebat, mencaci-maki, dan sebagainya. Intinya, banyak provokator.

Saya harus memblokir para provokator tersebut, sehingga banyak orang yang memusuhi saya.

Salah satu kekurangan ekilat.com adalah: IP address para anggota diperlihatkan kepada publik. Jadi ketika kita posting atau berkomentar, semua orang bisa melihat alamat IP kita.

Nah, ketika itu ada seorang provokator bernama Mikail yang memanfaatkan kelemahan tersebut untuk memfitnah saya. Entah gimana caranya, dia selalu berhasil menyamakan IP address kami. Setiap kali saya berkomentar atau posting, dia langsung berkomentar di bawah saya, dan IP addressnya disamakan dengan IP saya.

Hal ini membuat banyak orang yang curiga, “Jangan-jangan Jonru dan Mikail ini orangnya sama. Aneh juga, ya. Di satu sisi dia terlihat sangat alim, sangat islami, religius, bahasanya sopan, tapi di sisi lain dia sangat kasar, suka mencaci-maki, dan sangat anti Islam.”

Keanehan ini membuat seorang netter pun menghasut saya, “Jonru adalah mahasiswa teologi yang menyamar jadi orang Islam.” Tragisnya, banyak orang ketika itu yang terhasut.

Selain di Ekilat, saya ketika itu juga rajin berdiskusi di sebuah forum diskusi antiIslam yang sangat terkenal, yakni Faith Freedom Indonesia. Namun karena isi forum tersebut hanya caci maki dan penghinaan terhadap Islam, maka saya pun meninggalkannya.

Nah, dari pengalaman ini, sudah jelas bahwa sejak dulu saya sebenarnya sangat suka berdiskusi bahkan berdebat. Bahkan sampai bertahun-tahun kemudian, saya masih rajin berdebat di mailing list, juga Facebook dan Twitter.

Jadi jika banyak haters yang menuduh saya banci, tak berani berdebat, saya hanya tertawa geli di dalam hati. Diskusi dan debat adalah mainan masa lalu saya. Sekarang saya sudah bosan.

Sejak dulu saya sudah sering dibully orang, sudah terbiasa menghadapi haters. Jadi saya sudah hafal bagaimana tabiat mereka dan bagaimana cara terbaik dalam menghadapi mereka.

Karena itulah, saya sekarang memutuskan untuk berhenti berdebat, terutama dengan para haters (walau sesekali suka keceplosan juga). Saya sudah malas meladeni para haters. Terlebih sejak saya mengetahui salah satu hadits shahih berikut:

“Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar….” (HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167. Dihasankan oleh al-Albani dalam as-Shahihah [273] as-Syamilah).

DUA: Mendirikan Website PenulisLepas.com

penulislepascomSejak dulu saya sangat menyukai media massa. Ketika kecil, saya sering berkhayal jadi penyiar radio. Ketika kuliah, saya aktif di pers kampus dan punya mimpi besar untuk memiliki media sendiri seperti Tempo atau Kompas. Namun mimpi tersebut akhirnya kandas.

Setelah mengenal internet, saya merasa bahwa mimpi tersebut masih bisa diwujudkan. Terlebih sejak saya belajar dan praktek membuat desain web, hm.. rasanya mimpi tersebut sangat mudah terwujud.

Maka saya pun mendirikan website PenulisLepas.com sejak tahun 2000. Awalnya berupa web bisnis yang tujuannya mencari order di bidang penulisan. Tapi karena tidak laku (karena saat itu saya belum punya pengalaman dan portofolio sama sekali), maka akhirnya PenulisLepas.com pun saya ubah menjadi portal komunitas. Alhamdulillah, sambutan teman-teman penulis sangat luar biasa ketika itu. Jumlah anggotanya ribuan. Bahkan komunitasnya pun (yang didukung oleh sebuah milis di Yahoo Groups) terbentuk. Kami sempat kopdar beberapa kali, dan pernah diliput oleh Metro TV, Koran Sindo, Koran Tempo, dan beberapa media lain.

Belakangan, saya merasa kerepotan mengelola PenulisLepas.com tersebut, hingga akhirnya terbengkalai, dan saat ini websitenya saya istirahatkan.

TIGA: Mendirikan Website Ajangkita.com

ajangkita_forum

Website ini awalnya berupa portal artikel beragam tema, saya bangun dengan program HTML biasa. Cara update artikelnya pun sangat manual, karena hanya pakai bahasa HTML biasa, tidak ada bahasa programming apapun. Dapat Anda bayangkan betapa repotnya. Tapi saya senang-senang saja menekuninya. Saat itu, saya dibantu oleh seorang teman dari Bandung, bernama Rini Nurul Badariah, yang hingga artikel ini ditulis pun… kami belum pernah bertemu!

Belakangan, saya merasa repot mengelola Ajangkita.com, dan sempat berhenti beroperasi.

Ekilat.com – tempat saya aktif berdiskusi dan menjadi admin – pun tiba-tiba hilang dari peredaran, dan tak pernah aktif lagi hingga hari ini. Maka, saya pun mengaktifkan lagi Ajangkita.com, mengubahnya menjadi forum diskusi, sebagai pengganti Ekilat.com.

Ajangkita.com pun sempat sangat ramai ketika itu. Saya membangun konsep diskusi yang sehat, akrab, dan bersahabat. Saya mengajak teman-teman untuk tidak menghujat, membully, menghindari caci-maki, dan sebagainya. Intinya, saat itu Ajangkita.com tumbuh menjadi sebuah forum diskusi yang sangat baik dan bersahabat.

Namun belakangan, terjadi konflik internal antarpengurus, yang akhirnya membuat saya memutuskan untuk menutup website ini.

Bersambung >>

Iklan

6 responses to “[Diari Jonru #09] Mulai Rajin Diskusi & Debat di Internet

  1. Terkadang kalau kebanyakan website juga bikin gak fokus bang Jonru… Lebih baik satu web tapi isinya bermacam informasi, optimasi satu web saja bisa menjadi sumber penghasilan loh, salah satunya pasang iklan di web bang jonru…

    Suka

  2. Saya merasa kehilangan penulislepas.com. Kapan website ini dihidupkan?

    Suka

  3. Wah, sayang sekali sy gak pnh mengenal website dan forum2 itu.

    Bnr2 perjuangan tnp henti om Jon.

    Suka

  4. Mantap bang, kalo ngomongin debat jadi inget sama om sahal yg dibuat keok ama abang hahaha

    Suka

  5. Ping-balik: Inilah Diari Jonru Selengkapnya! | Jonru Ginting

  6. Saya ikuti 10th lalu DAA (Dialog Antar Agama) nya ajangkita.com bagus untuk di-share ke anak anak sekarang. Kalau mau lihat lagi diskusinya yang dulu itu dimana?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s