[Diari Jonru #16] Tulis Naskah Sendiri, Terbitkan Sendiri, Jual Sendiri


jonru_dapurbuku

Bulan Desember 2011, saya mengalami depresi tingkat tinggi. Penyebab utamanya adalah karena bisnis di Sekolah-Menulis Online (SMO) makin sepi, dan saya belum punya gambaran apapun untuk menyelamatkan dapur keluarga yang makin tak berasap.

Sejak setahun sebelumnya, SMO bekerja sama dengan Oxford Course Indonesia (OCI) dalam mengelola Writers Academy, namun hasilnya sungguh jauh dari harapan. Kerjasama tersebut ternyata tidak berpengaruh apapun terhadap perkembangan SMO.

Maka pada akhir Januari 2012, saya pun mengambil sebuah langkah berani: Memutuskan hubungan kerjasama dengan OCI, dan kembali mengelola SMO sendirian. Dan seperti biasa, bisnis SMO ini tetap lesu, sepi peminat, sehingga kondisi keuangan keluarga saya pun masih kritis.

Saya berpikir keras, “Bisnis apalagi yang harus ditekuni?”

Sifat dan karakter saya yang aneh membuat jenis bisnis yang bisa saya lakoni sangat terbatas jumlahnya. Bisnis apa paling cocok dengan diri saya? Bisnis yang masih di bidang penulisan, yang sesuai karakter saya, dan jauh lebih banyak peminatnya ketimbang pelatihan penulisan. Adakah?

Setelah berpikir agak lama, ketemulah sebuah nama: PENERBITAN BUKU. Ya, sepertinya inilah yang cocok dengan saya. Masih di bidang penulisan, sesuai karakter saya, dan perkiraan saya peminatnya lebih banyak.

Lagipula, saya dulu aktif di pers kampus. Walau yang dikelola adalah majalah, namun cara dan proses kerjanya lebih kurang sama. Saya juga beberapa kali mengikuti workshop penerbitan buku. Saya bahkan sudah menerbitkan buku berjudul “Menerbitkan Buku Itu Gampang!” Itu semua pasti modal yang cukup lumayan untuk berbisnis di bidang penerbitan buku.

Maka dengan mengucap Basmallah, tepat pertengahan Februari 2012 saya pun mendirikan Dapur Buku. SMO tetap dikelola, namun sebagai sambilan saja.

cara_menerbitkan_buku2

Sudah ratusan buku yang diterbitkan oleh Dapur Buku. Ini adalah beberapa di antaranya.

Dapur Buku adalah sebuah layanan penerbitan buku secara self publishing. Biaya penerbitan ditanggung oleh penulis. Banyak haters yang meledek bisnis saya ini dengan ucapan, “Tulis naskah sendiri, terbitkan sendiri, jual sendiri.”

Sebenarnya itu ejekan yang sangat tidak tepat, dan hanya karena ketidaktahuan mereka saja. Namanya self publishing memang seperti itu. Banyak kok, penulis yang sukses lewat self publishing. Mereka saja yang belum paham, hehehe… 🙂

Saya merasa bersyukur, karena sambutan khalayak terhadap Dapur Buku sungguh meriah. Bahkan saya merasa jauh lebih bahagia ketika mengelola Dapur Buku dibanding ketika masih menekuni SMO.

Saat mengelola SMO, setiap saat saya harus gencar berpromosi. Jika tidak berpromosi, maka dijamin sepi pendaftar. Energi dan waktu saya banyak habis untuk berpromosi, namun seringkali hasilnya tidak sesuai harapan.

Mengelola bisnis self publishing di Dapur Buku ternyata sangat jauh berbeda. Ketika saya tak pernah beriklan pun, alhamdulillah hampir tiap hari ada saja orang yang mendaftar untuk menerbitkan buku. Bagi saya ini benar-benar amazing, sungguh di luar dugaan!

Sekitar pertengahan tahun 2012, saya mempercayakan pengelolaan SMO kepada seorang teman penulis, yakni Ari Kinoysan Wulandari. Selama hampir dua tahun beliau tekun berbisnis di sana. Namun di bulan Desember 2014, Mbak Ari – demikian saya biasa memanggilnya – mengundurkan diri, dan saya pun memutuskan untuk menutup SMO untuk selamanya. Saya pun fokus mengelola Dapur Buku saja.

Dan setelah mengelola Dapur Buku itulah, tiba-tiba banyak perubahan besar dalam diri, termasuk seperti yang Anda kenal sekarang.

Bersambung >>

Keterangan gambar atas:
Alhamdulillah, Dapur Buku cukup sukses, bahkan sempat diliput oleh sejumlah media, seperti RimaNews dan NetTV. Gambar ini adalah adegan ketika NetTV meliput Dapur Buku. Walau tidak jadi tayang karena katanya ada masalah di internal mereka, namun saya bersyukur karena Dapur Buku ternyata mendapat perhatian yang besar dari media massa.

Iklan

2 responses to “[Diari Jonru #16] Tulis Naskah Sendiri, Terbitkan Sendiri, Jual Sendiri

  1. Om Jon bnr2 survivor yg andal dlm menghadapi ketatx persaingan hidup.
    Tetap semangat !!

    Suka

  2. Ping-balik: Inilah Diari Jonru Selengkapnya! | Jonru Ginting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s