Katanya Butuh Agama, Tapi Kok Hobi Mencaci-maki Ulama?


ulama

Semua orang pasti butuh agama. Semua orang pasti ingin masuk surga. Tak ada yang mau masuk neraka.

Dan salah satu cara agar bisa masuk surga adalah rajin mendengarkan ceramah ulama, ustadz, dan para dai.
Nasehat-nasehat mereka mari disimak, renungkan dan amalkan pada kehidupan sehari-hari.
Sebab para ulama, ustadz, dai, merekalah pewaris nabi yang meneruskan ajaran agama kepada ummat.
Tak ada lagi nabi yang lahir setelah Rasulullah. Jadi tak mungkin lagi kita bertanya secara langsung kepada para utusanNya.

Dalam bahasa singkat, bisa disebut bahwa satu-satunya yang bisa membawa kita kepada surga hanyalah agama.
Bagaimana cara kita menerapkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari, maka itulah penentu utama apakah nanti kita bisa masuk surga.

Agar bisa menerapkan ajaran agama dengan baik dan benar, tentu saja kita harus belajar.
Dan salah satu tempat belajar agama adalah para dai, ustadz dan ulama.

Namun apa jadinya jika kamu membenci para dai, ustadz dan ulama?
Kamu bahkan hobi mengolok-olok mereka.
Nasehat dan ceramahnya kamu jadikan bahan untuk membully.
Telinga, hati dan pikiranmu ditutup serapat-rapatnya, sama sekali tak mau mendengarkan wejangan mereka.

Kamu pun jadi orang yang jauh dari agama, karena tak mau belajar agama dari mereka.

Padahal kamu pasti butuh agama, butuh belajar agama, perlu menerapkan ajaran agama agar bisa masuk surga.

Lantas karena tak suka pada ulama tertentu, kamu pun memenuhi kebutuhan akan agama dengan mencari “ulama” pengganti.
Para “ulama” yang nasehat-nasehat mereka terkesan lebih masuk akal, lebih cocok dengan hawa nafsu dan keinginanmu.

Maka, kamu pun terjerumus, tanpa sadar belajar pada orang-orang yang mengaku Islam, padahal mereka membenci dan memusuhi Islam.
Mereka bahkan hobi menyerang Islam, namun di sisi lain membela dan mendukung agama lain.

Merekalah para “ulama” atau tokoh liberal dan syiah,
Para tokoh yang sering mengaku sebagai cendikiawan muslim,
Mereka yang kamu anggap Islam, tapi sebenarnya ajaran mereka sangat jauh dari Islam.

Kamu ingin berislam dengan cara yang menurutmu terbaik,
Namun kamu belajar pada orang yang salah,
Dan itu justru menjauhkanmu dari ajaran Islam yang sebenarnya, makin menjauhkanmu dari indahnya surga.

Dan semua ini berawal dari sikap kamu yang membenci para dai, ustadz dan ulama,
Berawal dari kebiasaan kamu mengolok-olok mereka, tak pernah mau mendengarkan nasehat mereka.

Renungkanlah itu, Kawan!

Jakarta, 21 Januari 2015
Jonru

Iklan

10 responses to “Katanya Butuh Agama, Tapi Kok Hobi Mencaci-maki Ulama?

  1. Jauh dari ulama sudah pasti menemukan kehancuran

    Suka

  2. benar sekali…

    Suka

  3. Alhamdulillah, saya ngefans sama ust Aam Amiruddin, semoga beliau dan keluarganya diberi kesehatan dan keberkahan …

    Suka

  4. Tanda-tanda akhi zaman kali bang ya

    Suka

  5. setuju bang jon, ane pernah komen ttg ayat Al Quran yg di share oleh teman fb ane, ane ingetin terjemahan yg di terjemahkan tdk lengkap jd kudu ati2, eh malah teman ane emosi sendiri. Tau2nya bg jon teman ane rupanya dpt terjemahan dari abu jahal (ak*mad s*hal) dedengkot JIL menyangkut rusuh Singkil kemarin. Baru tau ane ada jg temen ane pengikut jil 😦

    Suka

  6. Setuju banget bang Jon…ulama itu kan pewaris nabi…kalau ulamanya saja dijauhi..bagaimna dia mau belajar agama?

    Suka

  7. saya sependapat dengan bang Jonru,nmun sy juga sering melihat mendengar,dan membaca tulisan2 dari para ustadz/kyai yang masih muda menyalahkan,membid’ahkan,bahkan menyatakan sesat kepada ulama2/kyai yng tua yg lebih saleh/dan dn bahkn lebih dekat rentang jamannya dengan rosululloh,.semoga kita bukan tergolong orang2 yang menyombongkan diri dengan keilmuan yg Alloh titipkan kpd kita

    Suka

  8. Jgn lelah mastah…terus berjuang dan berjihad dengan tulisanmu…semoga Allah meridhaimu

    Suka

  9. Ya begitulah banyak dari kita yg melaksanakan agama kalo sesuai dg keinginan. Pilih yg sesuai dg kemauan kita, bukan sesuai dg kemauan Allah.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s