[Diari Jonru #19] Setelah Bertemu Mas Karman, Keajaiban pun Datang!


jonru_maskarman

Seperti inilah penampilan Mas Karman saat saya pertama kali bertemu dengannya tanggal 29 April 2014 lalu.

Depresi, merasa semua jalan untuk mencari rezeki telah buntu, dan minder terhadap teman-teman pebisnis lain yang sudah sukses, sementara hidup saya masih begitu-begitu saja. Itulah yang saya alami di awal tahun 2014.

Dalam kondisi seperti itu, yang bisa saya lakukan hanya berdoa, meminta pertolongan Allah. Sebab saya yakin DIA Maha Penolong.

Selain itu, saya juga melakukan ikhtiar, antara lain curhat pada beberapa sahabat terdekat.

Saya juga sempat kepikiran untuk mencari seorang mentor bisnis. Sebab berdasarkan pengakuan sejumlah teman, bisnis mereka jadi sukses dalam waktu cepat setelah dipandu oleh seorang mentor. Namun niat ini batal terlaksana, sebab tarif mentor bisnis tidaklah sedikit, dan saya belum punya anggaran untuk membayarnya.

Alhamdulillah…, di tengah ikhtiar tersebut saya berkenalan dengan seorang pebisnis bernama pak Primo. Dia membimbing sejumlah pebisnis (secara gratis) yang sedang “sakit” atau bermasalah dari segi keuangan. Dan saya dipersilahkan mendatanginya.

Maka tanggal 29 April 2014 saya berangkat dari rumah untuk ketemu Pak Primo. Dan saya sejak dulu punya kebiasaan buruk; sering nyasar jika mencari alamat. Dan itulah yang (kembali) terjadi hari itu.

Saya nyasar hingga daerah Banjir Kanal Timur (BKT). Di sana, saya mengendarai motor seperti orang bingung, sambil mencari-cari di mana letak kantor Pak Primo, tempat kami janjian ketemu.

Saat itulah, tiba-tiba di sebuah sisi jalan yang sepi, saya melihat seorang pemuda duduk di atas kursi roda. Penampilannya mirip pengemis yang sangat kumuh. Tapi yang dia lakukan di tepi jalan itu bukan meminta minta. Ia membentangkan sehelai kertas putih ukuran A4  yang bertuliskan “Kacang Rp 1.000, Pulsa Elektrik, Pulsa Listrik”. Ya, dia jualan pulsa dan kacang telor.

Saya hobi memotret. Dan pikiran pertama yang terlintas ketika itu adalah, “Kayaknya bagus juga jika orang ini saya potret, lalu diposting di Instagram.”

Awalnya saya ragu untuk berhenti. Saya meneruskan perjalanan dengan pikiran bimbang. Namun beberapa menit kemudian, saya makin penasaran, berbalik arah, dan segera menemui pria unik tersebut, yang belakangan saya ketahui bernama Mas Karman,

Kebetulan, pulsa saya sedang habis. Maka saya pun membeli padanya. Kan tidak enak juga, begitu datang langsung minta foto. Sangat tidak sopan.

Sambil bertransaksi, saya pun mengajaknya ngobrol.

“Kakinya kenapa, Mas?”
“Cacat sejak lahir, Pak.”
“Jadi Mas hanya bisa duduk di kursi roda seperti ini?”
“Benar, Pak.”
“Tinggal di mana?”
“Dekat sini?”
“Sama keluarga, ya?”
“Iya, sama ibu dan kakak saya.”
“Mas udah nikah?”
“Belum.”

Lalu Mas Karman pun bercerita bahwa dirinya harus membiayai pengobatan ibunya yang terkena diabetes, padahal penghasilannya dari jualan pulsa dan kacang tidaklah seberapa.

jonru_maskarman2

Walau hidup banyak masalah, punya keterbatasan, namun dia tetap tersenyum ceria seperti ini, penuh semangat mencari rezeki yang halal, dan anti meminta-minta. Itulah Mas Karman.

Jangan bayangkan wajah Mas Karman memelas seperti minta dikasihani. Gayanya sangat ceria, semangat dan optimis. Ia selalu tersenyum saat bicara. Sama sekali tak ada kesan mengeluh atau menderita. Padahal pasti hidupnya penuh dengan masalah.

Melihat itu semua, juga setelah mendengar kisah hidup Mas Karman secara sekilas, tiba-tiba saya merasa terpukul, ditegur dengan sangat keras oleh Allah.

Tubuh saya sangat sempurna. Saya masih bisa tinggal di rumah yang cukup bagus, walau hanya warisan mertua. Saya masih bisa bawa motor milik sendiri ke mana-mana. Makan masih terjamin. Punya anak dan istri yang sangat mencintai saya. Kenapa saya masih mengeluh dan depresi tingkat tinggi? Padahal kondisi saya jauh lebih baik ketimbang si pemuda ini.

Setelah bertransaksi, saya pun minta izin untuk memotret Mas Karman. Dia setuju, bahkan berpose dengan wajah ceria.

Setelah itu saya melanjutkan perjalanan, mencari kantor Pak Primo. Entah kenapa, tiba-tiba semua stress dan depresi tersebut hilang seketika. Yang ada hanya  rasa syukur atas semua nikmat yang telah Allah berikan kepada saya.

* * *

Ternyata lokasi kantor yang dicari tidak jauh dari tempat saya bertemu Mas Karman. Saya pun segera ke sana. Namun ketika tiba, Pak Primo belum datang. Saya pun menunggu. Dan karena di kantor itu ada WiFi, saya manfaatkan waktu untuk menulis pengalaman saat bertemu Mas Karman, dan langsung diupload ke Fan Page Jonru (bisa dibaca di sini). Saat itu, jumlah likers Fan Page Jonru baru sekitar 36.000. Sudah lumayan ramai, namun belum seramai sekarang.

Di luar dugaan, respon para pembaca ketika itu sungguh luar biasa. Banyak orang yang menaruh simpati pada Mas Karman, lalu meminta nomor rekening saya karena mereka ingin menyumbang. Bahkan sejumlah fan page yang ramai – termasuk Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia – ikut mengcopy paste tulisan tersebut. Sambutan para anggota di sana pun sangat meriah.

Karena respon seperti itulah, saya akhirnya memutuskan untuk membuka program donasi bagi Mas Karman. Singkat cerita, hingga hari ini telah terkumpul dana sekitar Rp 25 juta. Dan tanggal 5 Januari 2015 lalu saya dan sejumlah teman relawan telah berhasil menyewa kios untuk Mas Karman di Jalan Swadaya, di dekat rumahnya.

* * *

Sejak membantu Mas Karmanlah, tiba-tiba jumlah likers Fan Page Jonru meningkat dengan sangat pesat.

jonru_fp_karman

Tanggal 29 April 2014 (saat saya ketemu pria unik tersebut), jumlah likers 36.064, dan penambahan perhari adalah 90. Namun setelah saya membantu Mas Karman, tiba-tiba penambahan jumlah likers mencapai hampir 1.500 perhari, bahkan saat kampanye Pilpres 2014 sempat sekitar 8.900 perhari.

Banyak orang – khususnya haters – yang menuduh saya mencari popularitas dengan cara menjelek-jelekkan Jokowi. Ya, itu terserah mereka. Sebab namanya haters, memang bawaannya negative thinking melulu.

Sepanjang pengetahuan saya: Jika ada orang yang cari popularitas dengan niat jelek, biasanya tak akan berhasil. Dan yang saya rasakan saat ini justru keberhasilan dan kebahagiaan yang sangat besar.

Alhamdulilillah, apa yang saya alami saat ini merupakan berkah dari sebuah istilah bernama the miracle of giving. Saat membantu Mas Karman, niat saya hanya ingin membantu, tak lebih dan tak kurang. Bahkan ketika itu kondisi keuangan keluarga saya sedang berada pada titik yang sangat kritis.

Ternyata, pada kondisi seperti itulah datang pertolongan dari Allah. DIA memberikan saya bantuan bukan dalam bentuk uang, melainkan dalam bentuk jumlah likers yang sangat banyak di fan page Jonru.

“Lho, bukankah jumlah likers meningkat pesan setelah kamu rajin membahas Jokowi?” ujar sejumlah orang.

Ya, memang wasilah dari semua ini adalah tema-tema seputar Jokowi yang saya tulis. Namun jika dikatakan saya terkenal karena itu, rasanya sangat tidak masuk akal. Sebab ada begitu banyak orang yang mengkritik Jokowi. Bahkan di friend list Facebook saya, banyak teman yang jauh lebih berani ketimbang saya.

Jika gara-gara membicarakan Jokowi jadi terkenal, seharusnya SECARA LOGIKA mereka semua ikut terkenal, dong. Tapi kenapa yang terkenal hanya saya?

Nah, coba Anda pikirkan itu pakai logika, bukan pakai buruk sangka karena rasa benci yang membabi-buta.

Saya sangat percaya, bahwa rezeki berupa banyaknya likers yang saya dapatkan saat ini adalah karena bantuan Allah setelah saya dan teman-teman relawan menolong Mas Karman.

Itulah sebabnya, hingga hari ini saya menganggap Mas Karman sebagai seorang sosok yang sangat istimewa pada hidup saya.

Bersambung >>

Iklan

13 responses to “[Diari Jonru #19] Setelah Bertemu Mas Karman, Keajaiban pun Datang!

  1. Apa untungnya dengan banyaknya likers?

    Suka

  2. Assalam,

    Sekarang gantian saya yang ingin mendapatkan Inspirasi dari mas Jonru, gmana ?

    pin saya ;521F615C

    Suka

  3. Pengalaman saya merasakan the miracle of giving benar-benar nyata. Ketika waktu penyusunan skripsi, saya benar-benar bingung. Lalu dengan izin Allah, sedekah yang saya beri pada LAZ alhamdulillah mengantarkan saya pada wisuda… Itu kalau niatnya lancar wisuda, apalagi niatnya karena Allah ta’ala.

    Inspiratif sekali, bang Jonru.

    Suka

  4. ini adalah suatu hal yg Amazing mas jonru,, tetap semangat untuk berjuang mengarungi hidup…….. 🙂

    Suka

  5. subhanallah, indahnya berbagi

    Suka

  6. waw,,subhanallah bgt. | tiap berangkat kerja lewat BKT juga gw sering ketemu mas2 itu, tapi belakangan ini emang udah jarang keliatan lagi.

    Suka

  7. Mantap Betol kisah nya Terharu Ane,,,

    Suka

  8. Ping-balik: Inilah Diari Jonru Selengkapnya! | Jonru Ginting

  9. Ping-balik: [Kisah Nyata] Lompatan-Besar Bisnis yang Berawal dari Keajaiban Sedekah | Jonru Ginting

  10. Mantaaap bang, smoga jadi inspirasi buat semua termasuk buat saya

    Suka

  11. THE MIRACLE OF GIVING
    Boleh minta pin nya mas jonru ?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s