[Diari Jonru #20] Ketika Popularitas Datang Secara Tak Terduga


jonru_prabowo

Bisa bertemu langsung dengan Pak Prabowo. Itulah salah satu anugerah tak terduga yang saya alami setelah popularitas tersebut hadir.

Berangkat dari rumah untuk bertemu calon mentor bisnis, namun justru saya bertemu Mas Karman. Kejadian ini membuat saya sering berpikir bahwa dia adalah orang yang dihadirkan oleh Allah sebagai mentor bisnis yang sesungguhnya. Sebab pertemuan dengan Mas Karman telah membawa perubahaan besar pada hidup saya.

Hari itu seusai obroan singkat dengan Mas Karman, juga setelah memotretnya beberapa kali, saya pamit dan melanjutkan perjalanan ke kantor Pak Primo. Pertemuan dengan pengusaha yang satu itu pun membawa banyak wawasan baru bagi saya. Sebab Pak Primo tak ubahnya seperti dokter yang mendiagnosa suatu penyakit, lalu memberikan saran pengobatan yang paling efektif.

“Menurut saya,” ujarnya setelah proses tanya jawab yang cukup lama, “Pak Jonru lebih baik fokus menulis buku saja. Untuk mengelola bisnis, serahkan kepada orang lain. Dari cerita Pak Jonru tadi, saya mendapat kesan bahwa Anda memang kurang cocok mengelola bisnis. Namun Pak Jonru bisa menjadi money magnet, dan tentu saja harus ada orang lain yang mengelolanya.”

Saya merasa apa yang dikatakan oleh Pak Primo sangat benar. Sejak dulu saya memang selalu mencari orang yang bisa diajak bekerja sama dalam mengelola bisnis. Namun belum pernah ketemu juga. Tak ada yang mau. Kalaupun ada yang mau, ternyata tidak cocok. Maka, saya terpaksa menjalankan bisnis sendirian. Dan hasilnya telah saya ceritakan di bagian-bagian sebelumnya. Selama TUJUH TAHUN perkembangan bisnis saya begitu-begitu saja, stagnan, nyaris tak ada perubahan yang menggembirakan. Bahkan banyak yang gagal.

Saya ingin sekali bisa berbisnis dengan cara seperti yang dijelaskan oleh Pak Primo. Tapi kapan itu akan terwujud?

* * *

foto bareng jonru jmp

Bertemu banyak teman, dan saya diperlakukan seperti selebriti, merupakan salah satu momen yang terduga yang sebenarnya tak pernah saya harapkan.

Sepulang dari kantor Pak Primo, saya kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Mengelola bisnis, bergaul dan banyak menulis di dunia maya.

Perlu saya jelaskan bahwa awalnya saya lebih banyak menulis kritik-kritik terhadap Jokowi di akun personal (Facebook). Adapun di Fan Page Jonru, hanya sesekali saja.

Saat menulis di akun personal itu, banyak teman saya yang tak suka. Maka unfriend bahkan blokir menjadi “makanan” sehari-hari. Bagi saya itu tidak masalah. Karena saya sudah malas menghabiskan banyak waktu hanya untuk debat kusir yang tidak penting.

Sekadar info, saat itu yang saya unfriend atau blokir tidak hanya orang-orang yang hanya berteman dengan saya di dunia maya (bahkan banyak yang tidak saya kenal sama sekali). Saya juga banyak meng-unfriend teman kuliah, sahabat akrab, dan sebagainya. Pilpres 2014 memang sangat panas, dan saya kira hampir semua orang mengalaminya. Jangankan teman atau sahabat, dengan saudara kandung sendiri pun bisa bertengkar hanya gara-gara beda pilihan capres. Saya sendiri sudah merasakannya.

Saya orangnya suka spontan, seringkali melakukan hal-hal tertentu secara spontan. Bahkan, banyak peristiwa besar dan penting dalam hidup saya yang berawal dari spontanitas.

Saat saya mengkritik Jokowi, itu pun berlangsung secara spontan saja. Ketika di bulan Juni 2014 saya memutuskan untuk lebih banyak mengkritik Jokowi di Fan Page Jonru (sehingga akun personal jadi sepi dari pembahasan seputar Jokowi), itu pun terjadi secara spontan.

Dan saya benar-benar tak menduga karena tiba-tiba saja jumlah likers fan page Jonru meningkat sangat pesat. Penambahan likers perhari yang biasanya hanya sekitar 80 hingga 250, kini menjadi lebih dari 6.000 perhari. Bahkan pernah mencapai sekitar 8.900.

kopdar_mustofanahra

Diundang sebagai bintang tamu pada acara kopdar sebuah komunitas yang didirikan oleh Mustofa Nahra. Ini pun merupakan salah satu kejadian yang benar-benar tak pernah saya duga.

Bahkan dari 100.000 menjadi 200.000 likers, saat itu hanya memakan waktu dua minggu. Benar-benar prestasi luar biasa, yang saya sendiri tak pernah memperkirakannya!

Saat artikel ini ditulis, jumlah likers fan page Jonru sudah lebih dari 420.000. Alhamdulillah, ini adalah anugerah yang sangat saya syukuri!

Dulu ketika saya mulai bicara politik (lagi), membahas masalah LHI dan mulai rajin mengkritik Jokowi, memang banyak orang yang meninggalkan saya. Orang-orang yang awalnya simpati, beralih jadi benci.

Namun di sisi lain, ternyata banjir dukungan terjadi secara tak terduga. Memang banyak orang yang meninggalkan saya. Namun orang-orang baru yang mendatangi saya, jumlahnya jauh lebih banyak. Saya ditinggalkan oleh 10 orang, namun didukung oleh 100.000 orang baru. Kira-kira demikianlah gambarannya.

Dan seperti yang dijelaskan di depan, semua anugerah dan rezeki ini berawal dari pertemuan saya dengan Mas Karman. Ini adalah bukti dari the power of giving.

Jika para haters berkata bahwa fan page Jonru ngetop karena saya rajin “menjelek-jelekkan” Jokowi, itu karena mereka berburuk sangka saja. Ya, namanya juga haters. Padahal orang yang mengkritik Jokowi sangat banyak jumlahnya. Jika mengkritik Jokowi menyebabkan orang jadi terkenal, maka SECARA LOGIKA teman-teman saya di Facebook yang justru jauh lebih berani ketimbang saya, akan ikut terkenal juga. Namun faktanya tidak seperti itu, bukan? Itulah sebabnya, alasan “karena ‘menjelek-jelekkan Jokowi’” sangat tidak masuk akal.

Banyak pula haters yang berkata, “Kamu sengaja cari popularitas dengan cara menjelek-jelekkan Jokowi. Setelah ngetop, kamu pun jualan.”

Hm, ini lagi-lagi tuduhan yang super ngawur. Sebab biasanya, jika ada orang yang cari popularitas dengan niat dan cara yang tidak baik, maka hasilnya akan tidak baik pula. Namun yang saya alami, alhamdulillah, saya merasakan banyak sekali hal positif yang muncul sebagai efek dari perjuangan membela kebenaran tersebut.

Dan kalau disebut “setelah ngetop, kamu jualan,” ini juga sangat ngawur. Sebab jika membaca diari ini dari awal, teman-teman pasti tahu persis bahwa saya ini pebisnis. Sejak dulu saya memang rajin berpromosi, rajin jualan. Tak ada yang aneh ketika saya jualan buku atau kaos atau apapun itu. Namanya juga pebisnis.

Jika saya memanfaatkan popularitas untuk jualan misalnya, saya kira itu sah-sah saja. Yang penting dilakukan dengan cara yang baik, niatnya baik, dan tak ada yang dirugikan atau dizalimi. Hanya haters dan orang-orang iri dengki yang selalu negative thinkinglah yang menganggap buruk hal-hal seperti itu.

* * *

undangan nonton premier

Diundang untuk nonton gala premier oleh Asma Nadia dan Hanum Rais. Ini juga momen baru yang sebelumnya tak pernah saya alami.

Jika diambil KESIMPULAN UTAMA dari berkah popularitas yang saat ini saya alami, mungkin seperti inilah ringkasnya:

Sudah sejak lama saya ingin mendapat penghasilan utama dari kegiatan-kegiatan online. Karena memang aktivitas terbesar saya sehari-hari memang di dunia maya.

Pernah saya mencoba beberapa kali:

  • Mengelola Sekolah-Menulis Online >> Awalnya berhasil, tapi akhirnya gagal.
  • Menekuni internet marketing, bahkan belajar bersama Anne Ahira >> Gagal total, karena ternyata passion saya bukan di situ.
  • Menjadi buzzer dan social media admin >> Awalnya sukses. Tapi lama-kelamaan bosan dan akhirnya ditinggalkan.
  • Membuat akun Twitter bertema motivasi, dengan harapan semoga banyak followernya dan bisa mencari uang dari sana >> Gagal karena “energi” saya tidak cukup untuk mengelolanya.
  • Mengelola sejumlah blog, dan berharap mendapat penghasilan dari Google Adsense dan sejenisnya >> Gagal karena saya kurang konsisten dan kurang bergairah dalam menekuninya.

Hm… semuanya gagal, sehingga saya sempat berpikir, “Dengan cara apalagi saya harus mencari rezeki? Bagaimana caranya agar saya bisa mendapat penghasilan utama dari kegiatan yang paling banyak saya lakukan dan paling saya sukai, yakni online berlama-lama di internet?”

Alhamdulillah…
Akhirnya Allah membukakan jalan yang benar-benar di luar dugaan. Secara mengejutkan, jumlah likers fan page Jonru meningkat sangat drastis. Dari yang awalnya cuma sekitar 30.000, kini sudah di atas 400.000.

Ini adalah jalan rezeki yang ditunjukkan oleh Allah kepada saya. Alhamdulillah… Ternyata memang selalu ada jalan jika kita mau berusaha, yakin, fokus dan konsisten pada pekerjaan yang paling kita sukai.

Sudah sejak lama saya ingin mendapat penghasilan utama dari kegiatan-kegiatan online. Karena memang aktivitas terbesar saya sehari-hari memang di dunia maya.

Sekarang impian tersebut bisa terwujud dengan sangat mudah. Jualan lewat fan page, mendapat bayaran dari pemasangan iklan, dan sebagainya, adalah sejumlah pintu rezeki baru, yang hadir setelah banyaknya jumlah likers fan page Jonru.

Alhamdulillah, saya mendapat banyak sekali peluang baru dari popularitas tersebut, yang selama ini relatif sulit didapatkan. Terlalu panjang jika saya ceritakan satu-persatu. Di bawah ini, akan saya ceritakan salah satu saja.

Dulu saya sangat sulit mencari orang untuk bekerja sama bisnis. Di atas pun sudah saya ceritakan mengenai itu, bukan? Tapi sekarang, saya justru tak perlu mencari. Banyak sekali orang yang menemui saya untuk bekerja sama.

Singkat cerita, saat ini saya sedang menjajaki kerjasama bisnis dengan seorang sahabat alias teman kuliah. Saya berharap, kerjasama dengannya bisa mewujudkan impian seperti yang dibahas bersama Pak Primo di atas.

Dari segi rezeki pun, alhamdulillah banyak sekali yang saya dapatkan setelah popularitas itu hadir. Buku saya makin laris, penghasilan dari iklan pun lumayan banyak. Dan masih ada sejumlah sumber penghasilan lainnya

Alhamdulillah, saya benar-benar bersyukur atas rezeki luar biasa yang dianugerahkan oleh Allah.

* * *

Memang, yang saya dapatkan bukan hanya anugerah, rezeki, atau peluang-peluang yang menggembirakan. Dibully, dihujat, dihina, difitnah, bahkan diteror oleh para haters, merupakan salah satu konsekuensi dari popularitas dan aktivitas saya dalam mengkritik Jokowi.

Teman-teman umumnya melihat saya sebagai orang yang sabar dan tabah dalam menghadapi para haters. Namun tahukah Anda? Saya juga pernah down, minder, bahkan menangis tersedu-sedu karena diperlakukan dengan sangat kejam oleh para haters.

Cerita selengkapnya bisa dibaca pada bagian berikutnya.

Bersambung >>

Iklan

11 responses to “[Diari Jonru #20] Ketika Popularitas Datang Secara Tak Terduga

  1. Bagus sekali ceritanya.

    Suka

  2. Saya juga diberikan anugrah oleh Allah berupa penghasilan dari dunia online, namun perjuangan bang Jonru jauh lebih berat daripada saya… sukses selalu bang

    Suka

  3. Ping-balik: Inilah Diari Jonru Selengkapnya! | Jonru Ginting

  4. Menarik riwayat Mas Jonru ini… utamanya pada kalimat anda ini;
    ” “Dengan cara apalagi saya harus mencari rezeki? ”
    Ya memang ada benarnya… kesuksesan sesorang di suatu bidang belum tentu akan hasilkan hal yang sama pada orang lain.

    Tapi semua itu baru diketahui setelah mencoba.

    konon… pecundang itu adalah yang kalah tanpa berusaha.

    mumpung masih muda… berusaha walau tentu disertai KESIAPAN dalam hadapi kegagalan… karena tanpa itu bisa jadi bumerang.

    Suka

  5. Alhamdulillah bang Jonru telah menemukan bisnis yg sesuai passion-nya.

    Saya kira miracle of giving akan benar-benar terjadi manakala kita senantiasa IKHLAS memberi.

    Karena kita tidak pernah tahu, kapan momentum miracle besar ini terjadi.

    Suka

  6. Semoga dibaca bang Jonru
    Saya justru tertarik baca artikel ini dari awal sampai akhir, memang saya ga banyak tertarik baca artikel politik meskipun saya lebih milih Pak Prabowo

    Tarnyata bang Jonru ini Pebisnis yang juga pernah menjalani dunia internet marketing, seperti yg saya jalani selama 3 th
    Semoga lebih semangat di jalur bisnisnya, politik mah hanya di waktu-waktu tertentu saja popularitasnya.

    Salut udah bisa ketemu Pak Prabowo, penulis Asma Nadia
    Biasanya orang yg sudah kuat melalui liku2 kehidupan dan berjuang itu pasti akan menjadi sukses

    Keren lah, saya yg lebih muda jadi ikut semangat baca ternyata ini orang semangatnya keren hahaha

    mantab mau baca-baca diary yang lain juga

    Suka

  7. wah sudah dijawab ^^ , makasih bang Jonru , Salam sukses

    Suka

  8. zainal Abidin .S

    Masya ALLAH kalau ALLAH mau merubah nasib seseorang itu sangat mudah. Jonru sangat tulus dalam menulis shg TUHAN yg maha kuasa membalasnya dg Rezeki yg melimpah. Ingat Godaan yg palingsulit di hadapi adalah kekayaan yg melimpah. Mudah2an Jonru bisa menghadapinya sukses terus wassalam

    Suka

  9. zainal Abidin .S

    Selamat dan sukses hangan pernah berhenti berkarya tuk Agama Bangsa dan Negara wassalam

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s