[Diari Jonru #21 – Selesai] Inilah Aku, Inilah Jalan Terbaik Untukku!


menjonru

Sejak dulu – terutama saat saya rajin berdiskusi di ekilat.com dan ajangkita.com – saya sebenarnya sudah sering dibully oleh haters. Namun yang saya alami di era Kampanye Pilpres benar-benar sangat kejam bin sadis. Tak pernah saya duga sebelumnya. Walau awalnya berusaha sabar, ikhlas dan tawakkal, namun saya sebagai manusia biasa pun bisa galau dan sedih.

Tepat di bulan Ramadhan tahun 2014, saya mengalami kegalauan tingkat tinggi karena banyaknya haters yang membully saya secara sangat sadis. Saking galaunya, saya bahkan sempat bertengkar dengan istri karena alasan yang sangat tidak jelas.

Di saat seperti itu, yang biasanya saya lakukan adalah mengasingkan diri ke masjid. Kebetulan waktu itu adalah 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Saya iktikaf di masjid Attien, sendirian. Di sana, saya menangis tersedu-sedu, mengadukan masalah yang saya hadapi kepada Sang Pencipta.

“Ya Allah, jika memang perjuangan seperti ini merupakan jalan yang telah Engkau tetapkan bagi hambaMu ini, mohon berilah Hamba keikhlasan, ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi semua serangan dari para haters. Berilah hamba mental yang kuat, kesabaran tingkat tinggi, keikhlasan yang benar-benar ikhlas, agar Hamba bisa kuat dalam menghadapi semua cobaan tersebut. Aamiin…”

Alhamdulillah, esoknya ketika bangun pagi, saya merasa lebih tenang, lebih kuat dan lebih sabar. Saya pulang ke rumah, dan secara ajaib tidak merasa terganggu lagi oleh serangan dari para haters.

* * *

Saya percaya bahwa seseorang akan mencapai sukses terbesarnya dalam hidup ini ketika dia MENJADI DIRI SENDIRI. Ketika dia tampil apa adanya, sesuai keunikan dan karakter khas yang dia miliki.

Dulu ketika mengelola SMO, saya mencoba membangun personal branding sebagai guru menulis. Saya menerapkan berbagai macam kiat marketing dan berbagai macam ahli, namun tak satupun yang berhasil membawa saya ke gerbang sukses. Selama tujuh tahun, bisnis saya begitu-begitu saja, tak ada perkembangan yang menggembirakan. Bahkan sering mengalami krisis keuangan.

Sejak meninggalkan SMO dan mengelola Dapur Buku, saya boleh dikatakan tidak peduli lagi terhadap segala macam kiat personal branding dan kiat marketing. Masa bodoh dengan semua itu! Yang saya pikirkan hanya berjuang membela kebenaran, berdakwah, mengkritisi hal-hal yang menurut saya perlu dikritik. Saya melakukan segala sesuatunya berdasarkan naluri saja, secara spontan dan penuh keberanian.

sahabat_baru_jonru

Sejak popularitas itu datang, saya mendapat banyak sahabat baru, yang orangnya sangat baik dan membantu saya dengan tulus. Yang di foto ini adalah beberapa di antaranya. Dari kiri atas searah jarum jam: Nanik S Deyang, Hazmi Srondol, Daru Indriyo, Dodi Rustandi.

Di luar dugaan, justru di saat seperti itulah pintu sukses mulai terlihat. Tiba-tiba nama saya menjadi sangat terkenal. Bahkan para tokoh sekelas Fahri Hamzah, Ustadz Yusuf Mansur dan Mahfud MD pun ikut membicarakan saya. Sungguh sebuah kondisi yang sering membuat saya gamang.

Apakah saya memang sudah seterkenal itu? Kok bisa? Padahal saya selama ini merasa melakukan hal yang biasa-biasa saja. Tak ada yang istimewa. Bahkan di friend list Facebook saya, masih banyak teman yang jauh lebih berani dan lebih blak-blakan dalam mengkritik Jokowi ketimbang saya.

Dan ketika popularitas itu hadir, banyak sekali peluang baru yang berdatangan. Rezeki makin lancar, bisa berkenalan dengan tokoh-tokoh papan atas, dan masih banyak hal-hal positif yang saya alami. Alhamdulillah.

Saya percaya bahwa seseorang akan mencapai sukses terbesarnya dalam hidup ini ketika dia MENJADI DIRI SENDIRI. Ketika dia tampil apa adanya, sesuai keunikan dan karakter khas yang dia miliki. Dan itulah yang saya alami saat ini.

Gerbang sukses yang selama ini saya cari dan belum pernah ketemu, tiba-tiba mulai terlihat dengan jelas ketika saya mencoba tampil apa adanya, sesuai karakter dan keunikan diri saya.

rahasia_sukses_terbesar

HIKMAH TERBESAR yang saya rasakan dari pengalaman-pengalaman hidup selama ini adalah:

  1. Sukses terbesarmu akan diraih jika kamu menjadi diri sendiri. Be yourself, be your growing self.
  2. Jalan sukses tiap orang itu BEDA. Jika orang lain sukses di bidang A, belum tentu kamu pun sukses di bidang A.
  3. Jangan tiru jalan sukses orang lain. Carilah jalan suksesmu sendiri yang UNIK. Caranya: FOLLOW YOUR PASSION.
  4. Jangan tiru APA yang dilakukan oleh orang lain, tapi tirulah CARA mereka dalam meraih sukses.
  5. Saya mungkin tidak sukses melalui bisnis-bisnis yang dulu saya jalankan. Padahal banyak orang lain yang sukses melalui jalan yang pernah saya tempuh. Ternyata sukses saya justru hadir melalui tulisan-tulisan saya yang kritis dan berani dalam membela kebenaran. Ternyata inilah jalan sukses yang terbaik dari Allah untuk saya.

Jika dianalogikan, saat ini saya seperti diberi hadiah berupa lahan luas yang terletak di tempat paling strategis di kawasan Sudirman-Thamrin Jakarta. Ini adalah modal atau bahan baku yang sangat berharga. Saya tinggal memanfaatkannya, mengolahnya untuk mencari rezeki, beribadah dan berdakwah.

Ya, Allah memberikan bahan baku berupa popularitas. Dan saya percaya bahwa di balik setiap pemberian Allah terdapat TIGA HAL:

  1. Anugerah (rezeki, peluang baru, dan sebagainya);
  2. Ujian/cobaan (karena dengan pemberian tersebut, apakah kita bersyukur dan tetap dekat denganNya, atau justru jadi sombong, lupa diri, takabur, dan sebagainya);
  3. Tanggung jawab. Ini sejalan dengan dua ayat berikut:
    “Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?” (QS Al Qiyaamah:36)
    ” Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawaban.” (QS Al Israa’:36)

Ya, di balik semua pemberian Allah, pasti ada tanggung jawab tertentu di sana. Saya percaya bahwa di balik pemberian berupa popularitas yang telah DIA berikan kepada saya, terdapat tanggung jawab untuk memanfaatkannya sebaik-baiknya.

Dan karena tujuan manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepadaNya, maka seharusnya popularitas tersebut pun digunakan sebagai sarana beribadah dan berdakwah di jalanNya.

Maka yang harus saya lakukan adalah mengolah dan memanfaatkan popularitas untuk meraih sukses, untuk beribadah dan berdakwah di jalanNya. Mencari rezeki termasuk bagian dari ibadah. Jadi tentu tak ada salahnya ketika kita memanfaatkan popularitas untuk mencari rezeki dan sebagainya. Yang penting dilakukan dengan cara baik, untuk hal-hal baik, niat yang baik, dan tak ada pihak yang dizalimi.

Memang, sampai hari ini masih ada orang yang berkata, “Saya merindukan Jonru yang dulu, Jonru yang rajin berbagi kiat menulis, yang tulisan-tulisannya sangat inspiratif.”

Saya hanya tersenyum geli. Sebab saya yang menjalani hidup saya sendiri. Saya pula yang paling tahu jalan apa yang terbaik bagi diri saya sendiri. Saya sangat yakin, inilah jalan terbaik yang ditentukan oleh Allah kepada saya.

Para haters pun masih sibuk berceloteh, “Kamu cari popularitas, aji mumpung, menjelek-jelekkan Jokowi agar nama kamu ngetop. Setelah terkenal, kamu pun jualan, Kelihatan banget modusnya. Dasar licik!”

Saya cuek dan tersenyum saja membaca komentar-komentar seperti itu. Namanya haters, memang bawaannya selalu negative thinking. Sebaik apapun perbuatan kita, pasti selalu dicela, dihujat, dicaci-maki oleh mereka.

Jadi apa gunanya menghiraukan para pembenci? Abaikan saja. Allah Maha Tahu mengenai diri ini. Sedangkan mereka hanya sok tahu plus berburuk sangka.

* * *

Alhamdulillah, inilah bagian terakhir dari Diari Jonru yang telah dimulai tanggal 2 Januari 2014 lalu.

buku_jonru_dirisendiri

Insya Allah diari ini akan diterbitkan menjadi buku. Tentu saja, isinya bukan hanya diari ini. Akan banyak artikel lain, yang intinya adalah kiat-kiat dan panduan dalam menemukan diri sendiri.

Saya termasuk orang yang telat dalam menemukan diri sendiri. Baru ketemu di usia 44 tahun.

Memang tak ada yang terlambat dalam hidup ini. Namun jika kita bisa menemukan diri sendiri di usia dini, tentu jauh lebih baik, bukan?

Karena itu, di buku ini nanti, saya (dan seorang teman) insya Allah akan banyak berbagi kiat tentang cara menemukan diri sendiri, cara mencari rezeki di bidang yang benar-benar sesuai dengan keunikan kita yang khas. Agar sukses terbesar dalam hidup ini bisa diraih dengan mudah. Insya Allah.

Coming Soon!

NB: Untuk membaca semua tulisan pada Diari Jonru, silahkan KLIK DI SINI >>

Iklan

8 responses to “[Diari Jonru #21 – Selesai] Inilah Aku, Inilah Jalan Terbaik Untukku!

  1. Luar biasa pak tulisannya. Selamat atas pencapaiannya; sukses dgn menjadi diri sendiri. saya sangat tertarik untuk membaca buku Anda yang akan terbit.

    Suka

  2. Sejahat-jahat orang, pasti ada yang membela.
    Sebaik-baik orang, pasti juga akan ada yang membenci.

    Terus maju pak Jonru, saya mendukungmu..
    🙂

    Suka

  3. mantap bg jonru..sangat inspiratif.

    Suka

  4. Ditunggu bukunya Bang Jonru, sesama anak Medan saya merasa ada hubungan emosional yang kuat..inspiratif banget 🙂

    Suka

  5. Semangat!..jadilah Pengimpirasi Anak2 Bangsa, walaupun bnyk rintangan…Semoga Allah yg Maha Kuasa Melindungi kita semua…

    Suka

  6. Ping-balik: Inilah Diari Jonru Selengkapnya! | Jonru Ginting

  7. Selamat, kalau begitu. Semoga tercapai cita-citanya. Aamiiin.

    Suka

  8. Maaf, bcx telat.
    Selamat atas penemuan trbesarx atas diri sendiri. Bnr2 perjuangan yg tak sia2 dan penuh makna.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s