[Kisah Nyata] Lompatan-Besar Bisnis yang Berawal dari Keajaiban Sedekah


lompatan_besar_bisnis

Saya sudah menjadi entrepreneur sejak tahun 2007. Selama delapan tahun berbisnis sendirian, perkembangannya boleh dikatakan stagnan, bahkan beberapa bisnis saya ambruk, berkali-kali mengalami krisis keuangan, sehingga sering stress bahkan depresi.

Saking depresinya, di awal tahun 2014 saya memutuskan untuk mengasingkan diri dari semua komunitas entrepreneur yang saya ikuti. Saya hendak “bertapa” dulu, merenung, evaluasi dan berbenah diri.

Dan sebuah quantum leap terjadi di awal tahun 2014. Kejadiannya bermula saat saya membantu seorang dhuafa bernama Mas Karman untuk meningkatkan taraf hidupnya (Ceritanya bisa dibaca di sini. Dan karena tulisan tersebut adalah bagian ke-19 dari sebuah seri tulisan, cerita selengkapnya bisa dibaca di sini).

Setelah membantu Mas Karman, tiba-tiba terjadilah yang namanya the power of giving. Keajaiban sedekah. Saya mendapat banyak sekali berkah dan rezeki yang benar-benar di luar dugaan.

Salah satu rezeki tak terduga tersebut adalah melejitnya jumlah likers fan page Jonru sejak Juli 2014. Nama saya tiba-tiba dikenal di mana-mana, dibicarakan oleh banyak orang, baik oleh lovers maupun haters.

Dicaci-maki, dihujat, bahkan diancam dan diteror oleh haters merupakan sisi buruk dari popularitas tersebut. Namun alhamdulillah, sisi positif dan berkahnya pun tak kalah banyak. Terlalu panjang jika saya paparkan satu-persatu. Saya akan ceritakan satu saja.

Sejak dulu, salah satu hal yang paling sulit saya lakukan dalam berbisnis adalah bekerja sama dengan orang lain. Sempat bekerja sama dengan sejumlah teman, namun akhirnya gagal, bahkan “dikadalin” pun pernah. Juga puluhan kali menjajaki kerjasama, tapi tak pernah ada follow up.

Saya bukan termasuk orang yang pintar membangun networking. Justru itulah salah satu kelemahan utama saya. Saya juga tidak pandai dalam hal “merayu” orang lain agar mau bekerja sama atau menjadi pemodal bagi bisnis saya.

Mungkin inilah salah satu penyebab kenapa bisnis saya selama 8 tahun berjalan sangat mandeg, bahkan sering ambruk dan krisis keuangan terjadi berulang-ulang.

Namun sejak nama saya dikenal di mana-mana, tiba-tiba sejumlah keajaiban pun terjadi. Orang-orang yang awalnya kurang perhatian bahkan tak ada perhatian terhadap saya, tiba-tiba datang mendekat. Ada yang mengajak kerjasama, ada yang menawarkan bisnis baru, dan masih banyak lagi.

Salah satu di antara orang yang mendekat tersebut adalah Pak Imam, seorang teman kuliah saya di Undip Semarang. Saya sudah mengenal dia sejak semester satu. Kami beda fakultas beda angkatan, namun saling kenal karena tetangga kos. Pertemanan kami biasa-biasa saja. Dibilang akrab ya tidak juga. Dibilang tak akrab, kok faktanya lumayan akrab, Kalau ketemu di jalan, kami biasanya cuma say hello, tak lebih dan tak kurang. Beberapa kali kami komunikasi via SMS, tapi isinya biasa-basa saja.

Satu-satunya hal yang membuat kami merasa akrab dan saling percaya adalah karena masih satu harokah, satu jamaah pengajian. Saya jug melihat bahwa Pak Imam ini orangnya religius, jujur, dan amanah.

quantum_leap_jonru1

Mas Karman (pakai kursi roda) berpose bersama saya dan mas Rochman – seorang teman relawan – saat kami survey mencari kios sebagai tempat Mas Karman berjualan, beberapa bulan lalu di daerah Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Pak Imam sudah menjadi pebisnis sejak ia masih mahasiswa. Dia tipe pedagang sejati. Apapun bisa dibisniskan olehnya, asal itu menguntungkan dan halal. Dulu ketika kuliah, saya pernah membeli mesin tik lewat dia.

Saat ini, Pak Imam sudah sukses dan kaya raya dari berbisnis. Dari segi keahlian dan pengalaman pun, dia boleh dibilang sudah sangat expert. Jumlah perusahaannya banyak. Dia juga pintar membangun networking, bahkan gampang mencari order-order berskala besar dari tokoh-tokoh penting tingkat nasional.

Suatu hari, Pak Imam menghubungi saya, mengajak ketemuan. Katanya hendak membicarakan kerjasama. Saya pun memenuhi undangannya.

Saat ketemu itu, awalnya dia hanya menawarkan diri sebagai pemodal untuk penerbitan buku saya. Saat saya sebutkan biaya cetaknya sekitar Rp 45 juta, dia dengan santai berkata, “Insya Allah saya sanggup membiayainya.”

Namun beberapa hari setelah itu, saya terkejut karena Pak Imam menyampaikan sesuatu yang benar-benar di luar dugaan.

“Sebenarnya, saya tidak ingin sekadar menerbitkan bukumu. Saya serius ingin bekerja sama. Kita bikin perusahaan bareng, bagi hasil. Kamu dapat bagian lebih besar, karena yang kita “jual” lewat bisnis ini adalah keahlian kamu. Bagaimana? Tertarik?”

Saya benar-benar surprise mendengar tawarannya itu. Namun karena sudah biasa ditawari kerjasama dan hampir semuanya tidak jadi, maka saya menanggapi tawaran Pak Imam dengan sewajarnya saja. Saya tak mau terlalu berharap. Pokoknya nothing to lose saja.

Salah satu hal yang membuat saya takjub atas tawaran Pak Imam adalah ketika dia memberikan bagi hasil yang lebih besar untuk saya, padahal dialah yang menjadi pemodal tunggal. Saham saya hanya berupa keahlian, kompetensi, dan komunitas fan page yang saya miliki. Itu saja.

Hal lainnya yang membuat saya tertarik adalah jenis bisnis yang dia tawarkan, yakni bisnis yang sebenarnya sama seperti yang selama ini saja jalankan: Penerbitan buku, pelatihan penulisan, pengelolaan social media, dan sebagainya. Intinya, dia tidak menawarkan bisnis baru, namun hanya memfasilitasi bisnis-bisnis yang selama ini saya jalankan.

Boleh dikatakan, peran Pak Imam adalah sebagai penyuntik modal bagi bisnis yang selama ini saya tekuni. Namun asyiknya, dia bukan sekadar menyetor dana. Dia juga banyak membantu saya mencari order berskala besar. Dia memperkenalkan saya dengan orang-orang penting. Bahkan dia bersikap seperti seorang mentor bisnis yang mengajari dan memandu saya tentang cara-cara berbisnis yang lebih baik dan efektif.

Pak Imam juga berkata bahwa dia tak mau tanggung-tanggung dalam mengelola bisnis tersebut. Maka kami pun mengurus badan hukumnya, bahkan menyewa ruangan di Graha Surveyor Indonesia Jakarta sebagai alamat kantor kami.

Dengan adanya badan hukum dan alamat di gedung dan wilayah bergengsi, diharapkan citra perusahaan akan meningkat, dan semoga mempermudah kami dalam mendapatkan order dari kalangan atas. Berdasarkan reputasi Pak Imam selama ini, saya yakin Insya Allah hal tersebut mudah terwujud.

Dan tanggal 3 Februari 2015, perusahaan baru kami tersebut pun resmi berdiri dengan nama CV Jonru Media Center.

Alhamdulillah…
Saya merasa sangat bersyukur. Jika dulu saya sangat sulit mencari orang untuk bekerja sama, kini saya merasakan bahwa semuanya sangat mudah. Bahkan saya tak perlu repot-repot mencari. Justru dia yang datang sendiri dan menawarkan sejumlah peluang yang selama ini sangat saya impikan.

NB: Tentu, teman-teman pebisnis sering mendapat tawaran bisnis yang sebenarnya kurang atau sangat tidak kita sukai, bukan? Saya pun berulangkali mengalami yang seperti itu.

Alhamdulillah, tawaran dari Pak Imam ini boleh dikatang hampir 100% saya sukai. Itulah yang membuat saya senang dan penuh antusias menjalankan kerjasama tersebut.

Dan keajaiban ini semua merupakan berkah dari peristiwa saat saya membantu seorang dhuafa. Saya ketika itu membantu Mas Karman tanpa niat dan pamrih apapun, kecuali ingin membantu saja. Bahkan saat itu saya sebenarnya sedang depresi. Kondisi keuangan keluarga saya sedang mengalami kritis tingkat tinggi. Saya sedang bingung luar biasa karena merasa semua jalan sudah buntu, tak tahu harus mencari rezeki dengan cara apa lagi.

The power of giving pun terjadi setelah itu. Keajaiban sedekah memang sungguh nyata! Alhamdulillah.

Jakarta, 5 Februari 2015
Jonru

Iklan

40 responses to “[Kisah Nyata] Lompatan-Besar Bisnis yang Berawal dari Keajaiban Sedekah

  1. begini lebih bagus sepertinya, jadi berlebihan mengkritisi jokowi tak baik juga 😆

    Suka

  2. Luar biasa memang Bang Jonru untuk perkara sedekah ini saya sendiri sudah membuktikannya 🙂

    Keep istiqomah

    Suka

  3. inspiratif bang jonru…..

    Suka

  4. belum tentu akibat membantu mas karman lho bang, bisa saja ini balasan atas kebaikan orangtua bang jonru dahulu yang dibayarkan sekarang ke bang Jonru, bisa saja balasan membantu mas Karman dalam bentuk lain yang sudah/belum bang jonru terima.
    IMHO lho bang…

    Suka

    • @wiblackaholic: Betul, semua memang belum tentu. Pendapat antum pun belum tentu benar hehehehe…
      Makanya, yang terbaik adalah, kita percayai saja apa yang membuat kita menjadi manusia yang lebih baik. Wallahualam.

      Disukai oleh 1 orang

  5. subhanallaah…sangat menginspirasi…

    Suka

  6. Saya juga pernah punya pengalaman beberapa kali bikin penerbitan buku. Pertama sekitar tahun 2005. Saya buat penerbitan buku Islam bernama “PUSTAKA LAKA”. Buku yang saya terbitkan adalah buku-buku berbahasa Arab yang saya terjemahkan. Kemudian buku terjemahan itu saya bawa ke percetakan. Waktu itu saya sudah menerbitkan 4 buku dan saya jual sendiri ke toko-toko buku yang ada diIndonesia. Namun bisnis saya tak bertahan lama. Satu tahun kemudian penerbitan saya ini gulung tikar karena kurang modal dan ada beberapa distributor yang bayarnya macet. Ada juga yang menipu. Sudah dikirim banyak buku (ratusan eksemplar) namun kemudian kabur, menghilang.

    Kemudian, tahun 2007-an saya mencoba untuk menulis buku. Alhamdulillah beberapa buku berhasil saya tulis. Dalam sebulan kadang jadi 2 buku. Kebanyakan buku-buku Islam. Lalu saya coba tawarkan ke beberapa penerbit. Kebanyakannya ditolak. Namun ada beberapa naskah yang tidak sampai seminggu langsung diterima penerbit. Ada 3 buku yang sudah diterbitkan, yaitu oleh Penerbit Samudera Solo, Cicero Publishing Jakarta, dan Pro-U Media Yogyakarta. Namun, semuanya belum ada yang mendapat predikat bestseller. Saya pun belum bisa untuk menggantungkan hidup dari menulis buku. Saya coba usaha lain.

    Sambil cari-cari usaha, saya pernah coba bikin penerbitan lagi tahun 2010. Dua buku berhasil saya terbitkan. Hasil tulisan saya sendiri. Namun lagi-lagi gagal total.

    Kemudian saya coba menulis buku Kaidah Bahasa Arab (Nahwu-Shorof) dengan judul FAHIMNA (Panduan Belajar Bahasa Arab Secara Otodidak). Buku ini saya niatkan untuk membantu kawan-kawan yang merasa kesulitan mempelajari bahasa Arab sendiri, tanpa guru. Dan awalnya saya buat pelatihan yang tujuan utamanya untuk membantu kawan-kawan yang ingin mengisi waktu luangnya dengan kegiatan yang bermanfaat.

    Alhamdulillah kemudian buku ini mendapat respon yang bagus. Sekarang sudah 10 jilid. Saya jual online berupa fotokopian. Sudah sekitar 700-an orang yang membelinya dari seluruh Indonesia. Sebagiannya dari luar negeri, seperti Malaysia dan Jepang. Respon pembacanya pun bagus-bagus. Ada yang sekarang bisa baca kitab gundul dengan menggunakan buku saya.

    Terus terang saya katakan, ketika dulu menulis buku, saya niatan terbesarnya ialah demi uang. Saya ingin bisa kaya dengan mendapatkan royalti dari buku karya saya dan juga dari penerbitan yang saya buat. Akhirnya, tidak ada satupun yang bertahan.

    Namun, buku FAHIMNA niat awalnya memang untuk membantu dan memudahkan kaum Muslimin dalam memahami bahasa Arab. Alhamdulillah buku ini pun bisa diterima dengan baik. Meskipun saya jual fotokopian, namun banyak yang membelinya.

    Pelajaran yang bisa saya petik dari pengalaman saya adalah: Awali setiap amal dengan penuh ke-IKHLASAN!

    Salam sukses!

    Suka

  7. Memang tidak ada yang tidak benar dari apa yang difirmankan oleh Allah, saya juga sering menemukan hal yang bagi saya sulit tapi ternyata jadi mudah saya yakin itu dampak karena bersedekah atau kebaikan kita pada sesama 🙂

    Suka

  8. Yap benar … kebetulan profesi saya adalah sales… Alhamdulillah dengan jalan sedekah jualannnya laris 🙂

    Suka

  9. bener apa kata Pak Yusuf Mansur, sedekah memberikan impact positif yang besar. itupun sesuai dengan keyakinan kita sebagai orang Islam

    Suka

  10. sungguh suatu tambahan motivasi buat saya,, trima kasih..
    bisa kunjungi juga http://www.infodik.net

    Suka

  11. wow… bang jonru alumni undip tho….. salam tembalang pleburan bang!

    Suka

  12. memang bener banget sedekah itu sangat luar biasa, saya juga pernah merasakannya..

    Suka

  13. ajaran terbesar dari agama yg sering banyak diabaikan orang adalah jadilah manusia yg membawa kebaikan bagi dunia….kebanyakan malah menggunakan agama untuk menutupi niat jahatnya…Allah Maha tahu sebesar apapun niat kita…rezeki yg disyukuri adalah yg halal dari jalan kebaikan bagi sesama…

    Suka

  14. salut sama bang jonru mampu menjadi inspirator bagi teman2 yang lainnya, semoga saya bisa seperti bang jonru.

    Suka

  15. belum tentu akibat membantu mas karman lho bang, bisa saja ini balasan atas kebaikan orangtua bang jonru dahulu yang dibayarkan sekarang ke bang Jonru, bisa saja balasan membantu mas Karman dalam bentuk lain yang sudah/belum bang jonru terima.
    IMHO lho bang…

    Suka

  16. sedekah sekecil apapun pasti ada balasannya, yang penting ikhlas….

    Suka

  17. Setuju, Sedekah dapat menggelontorkan sumbatan2 rejeki yang bikin mampet..,
    you on the track.., pertahankan, tingkatkan, jgn keluar jalur yg membuat rejeki mu jadi mampet lagi, ingat ibu, istri & saudara / tetangga, anak yatim yg masih membutuhkan,
    InsyaAlloh perisai langit akan melindungi.
    #7keajaibanrezeki

    Suka

  18. Inspiratif bang..moga bisa memacu pembaca untuk bersedekah dgn ikhlas..😃

    Suka

  19. mirip kisah d yusuf mansur ya……

    Suka

  20. Wah ternyata Mas Jonru alumni Undip, Jurusan apa? Angkatan tahun brp mas?

    Suka

  21. Fakhira Safiya Salsabila

    Alhamdulillah…

    Suka

  22. mantap dan salut buat pak jonru ginting, bagus share postingannya mengingatkan untuk bersedekah

    Suka

  23. Inspiratif…

    Semoga yang baca bisa meniru hal yang baik seperti ini

    Suka

  24. Bisa jd istidraj..

    Suka

  25. Sudah bbrp minggu page ini terbuka, belum saya closed tapi blm sempat baca. Alhamdulillah.. kebaca bada subuh ini.

    Semoga menginspirasi mas lay Jonru…

    Suka

  26. Benar bngt,, sangat dahsyat keajaiban sedekah,, saya merasa malu kpd Allah,, krna hnya sdkt saya bersedekah subhanallah balasannya begitu besar dan rizqi saya stiap hari mengalir trs, tp jngn lupa sedekahnya stiap hari slama kita msh hidup jngn prnah berhenti sedekah semakin besar penghasilan semakin besar pula sedekahnya

    Suka

  27. Inspiratif…

    Semoga yang baca bisa banyak yang sukses juga.. aamiiin

    Suka

  28. Kisah inspiratif…trm ksh bang! itulah dahsyatnya sedekah…

    Suka

  29. untuk informasi, siapa tau ada pengusaha muda Indonesia mau jalan-jalan ke Eropa dan mencari peluang pasar di sana. Ikuti blog kami :

    http://liburan-italia.blogspot.com

    Suka

  30. Tukang sabun colek

    Ini benar ni pak, sedekah ini power nya luar biasa sekali, coba saja niatkan apa saja ketika bersedekah misalnya mau punya hajat, mau terlepas dari kesulitan asal ikhlas bersedekah dan berharap bantuan Allah itu bakalan bener terwujud pak.. Coba deh kalau ga percaya,, beneran

    Saya jg bisa melanglang buana ke luar negeri, mendapat ini dan itu karena power sedekah yg saya yakini. Tiap kali saya menginginkan sesuatu dan saya niatkan lewat sedekah itu selalu terwujud betapapun sulitnya hal tersebut..

    Terima kasih atas ceritanya yg inspiratif pak Jonru Ginting

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s