Toleransi, Antara Natal, Valentine’s Day, dan IMLEK


perayaan_imlek

Perayaan Imlek baru saja berlalu. Tidak seperti Natal atau Valentine;s Day yang biasanya ramai oleh pro kontra, Imlek selama ini boleh dibilang sepi dari perdebatan. Para warga Tionghoa merayakannya dengan meriah, sementara kita diam saja, menghargai, menghormati, membiarkan mereka merayakan ibadah sesuai kepercayaannya.

Ya, seperti itulah toleransi yang sebenarnya. Umat Islam tak perlu mengucapkan selamat, tak perlu ikut merayakan. Cukup biarkan, hormati dan hargai. Itu saja sudah sangat lebih dari cukup. Itulah toleransi yang sebenarnya.

Sungguh aneh, karena perayaan Natal dan Valentine’s Day sepertinya punya DEFINISI yang berbeda mengenai toleransi. Untuk kedua perayaan ini, seolah-oleh kita hanya disebut toleran jika ikut mengucapkan dan ikut merayakan. Jika tidak, maka kita disebut intoleran. Bahkan sering dituduh menyebarluaskan kebencian dan memecah-belah bangsa.

Padahal toleransi yang sebenarnya adalah seperti sikap umat Islam terhadap perayaan Imlek. Itu sudah sangat lebih dari cukup. Seperti itulah toleransi yang sebenarnya.

Betul? (*)

Sumber foto: architectaria.com

Iklan

13 responses to “Toleransi, Antara Natal, Valentine’s Day, dan IMLEK

  1. Phahrurrazi Nasution

    masalahnya bang lebih banyak juga sodara muslim yang ngotot harus ngucapin saat valentine dan natal, dan nyalahin kita yang ngingatin…tapi tetep lanjutkan bang jon…

    Suka

  2. harus dilawan bang jonru, dengan keikhlasan dalam menyampaikan kebenaran. apalagi korbannya pemuda dan pemudi muslim.

    Suka

  3. Natal dan Valentine’s Day jelas akan banyak menuai Pro Kontra, alasannya sederhana, DEMDAM SEJARAH, tiga agama, yahudi, nasrani, dan Islam memiliki genetika yang sama, keturunan bapa Ibrahim. banyak catatan sejarah kelam dan berdarah antar 3 agama di atas. Yang berkuasa dan menang dalam peperangan akan menulis sejarahnya sendiri dan memarginalkan yang kalah, apalagi zaman itu masa perbudakan, sudah pasti yang kalah akan di jadikan Budak, anak wanita dan istri kadang di jual di pasar-pasar sebagai budak atau Gundik. Generasi-generasi selanjutnya akan berjuang untuk melepaskan perbudakan, tentunya mereka membangun opini dan propaganda termasuk isu agama. akhirnya saat agama ini menyebar ke luar …kisah ini tetap melekat di benak pemeluknya meskipun kita bukan keturunan orang yang ikut berperang saat itu.

    Suka

  4. Natal dan Valentin’s Day adalah ‘produk barat’ sementara Imlek adalah ‘produk timur’,,sepanjang yang kelihatannya produk barat sepertinya para generasi muda kita selalu mengikutinya bahkan dijadikan trend.

    Suka

  5. memang kadang toleransi itu selalu berlaku bagi kita muslim, sedangkan bagi mereka tidak pernah menghargai toleransi

    Buat member mas jonru, bisa dikunjungi situs kesehatan disini
    http://www.infodik.net/7-khasiat-dahsyat-buah-rambutan-bagi-kesehatan/

    Suka

  6. Tuhan punya anak buat nebus dosa manusia?
    Tuhan kn yg Maha kuasa,,klw mw dosa manusia ga ada kenapa pakai punya anak buat nebus?
    Kan bisa lgsg d hapuskan dosa manusia oleh Tuhan

    Trus kenapa “anak’y Tuhan” dibunuh/disalib?
    Bayangin aja,,misal punya anak yg baik,,trus ada org2 yg ngbunuh anak itu,,sebagai org tua marah ga?

    Bayangin lg,,udh tau Tuhan baik bgt,,punya anak yg baik jg,,kok malah dibunuh itu anak?

    Ttg injil,,itu kan Kitab Suci dari Tuhan untuk nabi Isa,,kok sering di ubah di revisi sm org kristen ?
    Emang’y org kristen itu sepinter/sebijaksana Tuhan yg bs bikin Kitab Suci?

    Kalau Kitab Suci banyak diubah,,artinya apa?
    Artinya menurut org yg ubah,,di Kitab Suci itu ada banyak kesalahan makanya sampai di ubah
    Mikir dong,,emang Tuhan ada salah pas bikin?
    Tuhan Maha Bijaksana
    Kecerdasan kebijaksanaan kepinteran manusia ga akan ada yg bs menyamai Tuhan

    Sungguh org2 kristen gabisa mikir tertutup hatinya ,,selalu mengnggap suatu dogma (peecaya ga percaya hrus percaya)

    Silahkan di renungkan (kalau bisa mikir)

    Suka

    • Boleh donk om jonru meluruskan…

      kalo boleh terima kasih… mau meluruskan pemikiran bro ardhi, karena sepertinya bro ardhi tidak terlalu paham mengenai iman kristen…

      Tuhan punya anak buat nebus dosa manusia?
      Tuhan kn yg Maha kuasa,,klw mw dosa manusia ga ada kenapa pakai punya anak buat nebus?
      Kan bisa lgsg d hapuskan dosa manusia oleh Tuhan

      jawab :
      Tuhan selain maha kuasa dia juga maha adil, jika langsung menghapus dosa manusia, bagaimana dia disebut maha adil?? karena itulah ada proses penyelamatan.

      Trus kenapa “anak’y Tuhan” dibunuh/disalib?
      Bayangin aja,,misal punya anak yg baik,,trus ada org2 yg ngbunuh anak itu,,sebagai org tua marah ga?

      Bayangin lg,,udh tau Tuhan baik bgt,,punya anak yg baik jg,,kok malah dibunuh itu anak?

      jawab :
      sepertinya bro ardhi salah mengerti yang dimaksud anak, anak disini bukan anak dalam hal biologis, seperti anak gunung, anak kunci apakah gunung atau kunci melakukan hubungan badan dan menghasilkan anak??

      kenapa harus dibunuh dan mati, karena itulah maha adil, dan maha kasih-nya Tuhan

      tapi bukan itu point-nya karena pointnya adalah pada hari ketiga Anak itu bangkit, dan mengalahkan Maut yang dianalogikan dengan penebusan, sama seperti penyembelihan korban untuk menghapus dosa, itu merujuk ke penebusan Anak tersebut yang harus mati, dan bangkit.

      Kalau Kitab Suci banyak diubah,,artinya apa?
      Artinya menurut org yg ubah,,di Kitab Suci itu ada banyak kesalahan makanya sampai di ubah
      Mikir dong,,emang Tuhan ada salah pas bikin?
      Tuhan Maha Bijaksana
      Kecerdasan kebijaksanaan kepinteran manusia ga akan ada yg bs menyamai Tuhan

      jawab:
      kitab suci yang diubah adalah terjemahan dan ejaannya, menyesuaikan dengan bahasa dan budaya yang berubah, misal Kamoe menjadi kamu, bukankah tatanan bahasa juga berubah seiring perkembangan jaman?? kalo bahasa asli Injjil tidak pernah dirubah, tulisan injil/taurat yang paling tua bahkan sebelum isa lahir masih ada tersimpan rapi.

      terima kasih, salam
      NKRI harga mati!

      Suka

  7. Saya mau nanya om, apakah fanpage om sudah gak aktif lg?
    Ada apa?
    Kenapa?

    Suka

  8. koalisi bangsa-bangsa kafir quraisy sulit menerima kenyataan itu budha adalah agama paling bejat bengis, bukan agama paling damai :
    “Strongest among men in enmity to the believers wilt thou find the Jews and PAGANS; and nearest among them in love to the believers wilt thou find those who say, “We are Christians”: because amongst these are men devoted to learning and men who have renounced the world, and they are not arrogant.”. (Al-Maidah 5:82)
    http://www.ummah.com/forum/showthread.php?371284-When-Sheik-Hamza-Yusuf-advised-George-Bush&s=28505bc7f004f7f1edd4b020f03fedb0&goto=nextnewest

    Suka

  9. kalau saya bisa tentu akan saya posting foto ini

    Keluarga Muslim Rohingya Terpaksa Jual Rumah untuk Bebaskan Anak Mereka yang Ditangkap Aparat Burma
    MYANMAR (voa-islam.com) – Senin (06/04/15) sebuah keluarga Rohingya di kota Vekto, utara wilayah Arakan, terpaksa menjual rumah untuk membebaskan anak mereka dari penjara lokal, yang ditangkap setelah mendapatkan perlakuan aniaya oleh para pria pemeluk agama Buddha.
    Sebelumnya, seorang pemuda muslim keluar rumah pada hari Jumat lalu untuk mengambil air di sumur terdekat. Akantetapi orang-orang Buddha yang dalam keadaan mabuk keras memukulinya saat melewati mereka, setelah mereka mengetahui bahwa ia muslim.

    Suka

  10. Duhhh baru baca ini post,

    Btw om Ustadz Jon yang kece, buat paragraf 3 direvisi gih ” definisii yg berbeda mngenai toleransi” ?? Itu mungkin hanya analisis yg berdasarkn kegalauan om saja.
    “Untuk kedua perayaan ini, seolah-oleh kita hanya disebut toleran jika ikut mengucapkan dan ikut merayakan” ??? Behhhh tuduhan tanpa dasar, itu siapa yang judge kek gitu, kyaknya cuma buatbuatan om saja. saya sih, gak pernah lihat orang islam yg ikut k greja pada saat natal untuk ikut meraykan agar dikatakn toleran, terus habis itu koar k sosmed bilang ” woyyy ikut dong rayain natalan, sebagai bukti lu toleran”, kalau gak lu emang pantas dsebut intoleran fanatik”,
    saya blm pernah mas liat orang koar” kek gt

    syapun yang mmiliki kluarga 50% kristiani, dan banyak teman yg kristiani, biasa ajah tuh, pas natal karena bertemu ya ngucapin selamat natal “bagi mereka” , gak ada niat adikitpun ikut mrayakan, dan pada dasarnya mngucpkan sbgai bntuk toleransi itu adalah pilihan masing2 indvidu, lah terserah anda klau anda memilih diam sbgai cra anda bertoleransi, itu HAK. Lalu jgan asal memaksakan persepsi anda kepada orang lain ( yang paling benar itu adalah diam, iya diam memang lebih baik dari pada kita koar” mnjelek”kan, mengharam”kan mereka yang mengucapkan kpada kerabat dan teman, loh kita gak tau kan niat dalam hati mereka itu sbenarnya, ucpaan bentuk toleransi, ikut berbahagia, atau hanya basa basi. Wallahualam, cukup bagi kita berdoa agar di jauhkan dari sifat DENGKI, IRI, AMARAH, serta HASUT, dan FITNAH)

    mungkin anda sendiri belum paham, yg dikecam adalah jika anda menjelek” kan hari raya atau perayaan mereka, tidak ada yang memaksa anda untuk mengucapkan apalagi merayakan supya dibilang toleran, itu salah, jika ada.

    Btw pas imlek banyak kok teman2 saya yg ngucapin happy imlek ke teman” yg kturunan chinese, termasuk saya.
    pada saat nyepi juga krna saya punya teman hindu di kelas, selain sbgai bntuk toleran atas kbradaannya yg minoritas tidak ada niatan lain (.). Begitupula sebaliknya, saat idul fitri kemarin, teman saya yang non mngucapkan di group fakultas “selamat hari raya idul fitri bagi yang merayakan”, bahkan saat kami buka bersama kami mengundang mreka ,mreka datang dan duduk brsama mndengarkan ceramah, itu hal yang biasa ” tanpa prasangka buruk” itu hanya bentuk kebersamaan dan toleransi (.)

    bgitu mas klau anda memilih diam sbgai bntuk toleransi anda, silahkan, tp jgan paksakan tolak ukur anda kpada orang lain apalagi sampai membuat” argumen yg hanya brdasarkan spekulasi anda.

    Dan buat valentine day, saya sndiri tidak ikut merayakan, bukan karena itu yang katanya perayaan umat nasrani, ataupun tradisi barat, atau krena saya takut dikafirkan ooleh oknum” tertentu yang sangat anti valentine day, tapi ane gak suka coklat om, ane sukanya keju hahaha, ane lebih suka dikasih bentuk mentahnya (duit) ktimbang coklat bikin gemuk wkwkwk peace om
    Sekian kritik dan saran dari hamba Allah yg tak luput dari typo ini
    Mohon maaf lahir batin 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s