Monthly Archives: Maret 2015

Gara-gara Ahok, Saya Gagal Makan Lontong Padang!


Oleh: Jonru

lontong padang

Jika Anda sering pulang kantor melewati depan Pusat Grosir Cililitan (PGC) ke arah Pasar Rebo, Jakarta, dan hobi makan lontong padang, kemungkinan besar kenal dengan yang satu ini: Warung yang letaknya persis di depan halte busway PGC, rasa lontong padangnya enak banget, sehingga peminatnya selalu banyak.

Jika saya pulang malam dari sebuah tempat, istri sering nitip dibeliin lontong padang di tempat tersebut. Dan itu juga yang terjadi tadi malam (2 Maret 2015). Saya pun berusaha lewat di depan PGC, padahal kendaraan saya bisa dengan mudah lewat jalan yang tidak macet.

Namun betapa kagetnya saya! Pinggir jalan yang biasanya ramai oleh para pedagang, kini sepi melompong. Tak ada satu pun yang terlihat menggelar dagangan. Termasuk penjual lontong padang favorit tersebut, sama sekali tak terlihat penampakannya.

Padahal biasanya, pinggir jalan di depan PGC biasanya selalu ramai di malam hari, sejak bertahun-tahun lalu.

Saya pun menarik nafas panjang, langsung teringat pada Ahok. Gubernur yang satu ini memang sedang hobi-hobinya menggusur pedagang kecil. Alasannya karena mereka biang macet. Padahal biang macet yang sebenarnya adalah kendaraan pribadi yang jumlahnya terlalu banyak.

Jika Jakarta ingin bebas macet, seharusnya langkah paling efektif adalah mempersulit kepemilikan mobil. Namun yang terjadi, masyarakat kita semakin mudah membeli mobil, apalagi dengan sistem cicilan ringan yang sangat gampang.

Sejak jadi gubernur, sudah bukan rahasia lagi jika Ahok hobi main gusur. Pasar di dekat rumah saya yang selama puluhan tahun aman-aman saja pun, sejak sekitar sebulan lalu sudah sepi dari para pedagang kaki lima. Semuanya sudah digusur. Padahal itu jalan sepi, hampir tak pernah macet. Buat apa coba, mereka digusur?

Jika sudah seperti ini, kasihan sekali rakyat kecil. Cari makan makin susah. Pemerintah yang katanya pro rakyat, ternyata justru mematikan rakyat. Mungkin ini cara mereka memberantas kemiskinan. Orang miskin dibuat menderita, hingga akhirnya mati semua, sehingga otomatis orang miskin tak ada lagi.

Anehnya, masih banyak juga orang yang membela gubernur seperti ini. Mungkin karena mereka orang kaya semua, tak pernah jadi orang miskin. Sehingga pedagang kecil digusur pun bukan urusan mereka. Motor tak bisa masuk Sudirman Thamrin pun bukan urusan mereka, karena mereka bawa mobil ke mana-mana.

Selamat datang rezim drakula yang menyengsarakan rakyat!

Iklan