Inilah Rahasia Besar di Balik Ucapan “Gue Mah Gitu Orangnya”


gue mah gitu orangnya

Seorang gadis diselingkuhi dan ditinggal pergi oleh pacarnya, tapi dia cuek saja, tetap tegar, tidak sakit hati dan tidak cemburu. Dia justru tetap semangat dalam menjalani hidup. “Gue mah gitu orangnya,” ujarnya dengan optimis.

Begitulah kira-kira tema sebuah lagu dangdut yang tiba-tiba ngetop dalam beberapa hari ini. Hastag #GueMahGituOrangnya yang semula terkenal lewat social media pun makin terkenal di mana-mana.

Tapi saya bukan hendak mengajak Anda membahas si lagu dangdut. Saya justru hendak membahas hastag yang sedang populer tersebut.

Biasanya nih, orang mengucapkan kalimat “Gue mah gitu orangnya,” karena dia hendak berkata,

“Itulah diriku yang asli dan unik. Sudah bawaan lahir, tak mungkin berubah sampai aku meninggal.”

Apakah ucapan seperti itu diperbolehkan? Atau justru itu pertanda kepasrahan? Pertanda seseorang yang tidak ingin berubah menjadi lebih baik?

Ya, semuanya tentu tergantung konteksnya.

Jika kita punya sifat buruk seperti hobi berbohong dan tidak amanah, tentu aneh jika kita berkata, “Gue mah gitu orangnya.” Ini namanya tak mau tobat, hehehe… 😀

Tapi ada karakter seseorang yang memang sudah “bawaan orok”. Mau diubah seperti apapun, tak akan pernah bisa. Ia bersifat permanen, tetap seperti itu sejak kita lahir hingga meninggal dunia.

Teman-teman yang Muslim tentu kenal Sayidina Umar bin Khattab. Saat hidupnya masih jahilyah, beliau orangnya sangat pemarah. Namun setelah taubat dan menjadi sahabat Rasulullah pun, ternyata sifat pemarahnya tak pernah hilang. Yang  bisa beliau lakukan hanya mengendalikan diri. Itu saja.

Inilah contoh karakter permanen, yang sudah bawaan orok, tak mungkin berubah sejak kita lahir hingga meninggal dunia.

Nah, karakter permanen itulah yang menjadi bagian dari #MesinKecerdasan kita. Dan mesin kecerdasan tersebut dipengaruhi oleh organ yang PALING BERKUASA di tubuh kita, yakni OTAK. Otak inilah yang mengendalikan diri kita, membuat kita berbeda dari orang lain.

Pertanyaan Besar Pertama:
Semua orang punya otak yang sama. Tapi kenapa mesin kecerdasannya berbeda

Karena ternyata, otak kita memiliki LIMA belahan: Kiri bawah, kiri atas, kanan atas, kanan bawah, dan tengah. Dan pada otak seseorang, ada belahan otak yang paling dominan.

Belahan otak yang dominan itulah yang menentukan apa mesin kecerdasan kita.

gue mah gitu orangnya

OTAK pada tubuh manusia tak ubahnya seperti Operating System (OS). Laptop yang OS-nya Windows tentu berbeda cara kerjanya dengan laptop yang OS-nya Linux. Ponsel yang OS-nya Android tentu beda sistem kerjanya dengan ponsel yang OS-nya iOS. Demikian seterusnya.

Operating System yang berbeda akan menghasilkan cara dan sistem kerja yang berbeda. Demikian pula yang terjadi pada manusia. Orang yang belahan otak dominannya KIRI BAWAH tentu berbeda cara berpikirnya dengan orang yang belahan otak dominannya KANAN ATAS. Demikian seterusnya.

Dan bukan hanya cara berpikir. Cara berperilaku, cara mengambil keputusan, cara merespon sesuatu, dan sebagainya pun, berbeda antara belahan otak yang satu dengan yang lain. Itulah – antara lain – yang membuat setiap orang itu unik atau berbeda.

Jadi tidak heran jika ada orang yang ucapannya selalu menyenangkan. Namun ada juga orang yang ucapannya sering bikin sakit hati.

Jadi tidak heran jika ada orang yang sangat kreatif dan sering punya ide-ide out of the box. Namun ada juga orang yang sulit sekali diajak kreatif.

Jadi tidak heran jika ada orang yang senang berjualan. Namun ada juga orang yang stress kalau disuruh jualan.

Jadi tidak heran jika ada anak yang senang belajar berkelompok. Namun ada juga anak yang lebih suka belajar sendirian.

Nah, hal-hal seperti itulah yang merupakan bagian dari BAWAAN OROK, bersifat permanen, tak akan berubah sejak kita lahir hingga meninggal dunia. Untuk hal-hal seperti itulah kita boleh berkata, “Gue mah gitu orangnya.”

Bersyukurlah orang yang dengan percaya diri berkata “Gue mah gitu orangnya” jika itu menyangkut “bawaan orok”. Sebab itu pertanda dia telah mengenali dirinya sendiri.

Jika sudah kenal diri sendiri, maka seseorang tahu profesi apa yang terbaik untuknya. Dia tahu jalan terbaik seperti apa yang harus dia tempuh untuk meraih sukses. Dalam bahasa yang lebih “sastrawi”, dia sudah menemukan KARPET MERAH untuk dirinya sendiri.

Orang seperti ini akan fokus pada bidang tertentu saja, tak akan tergoda untuk mencoba-coba bidang lain. Sebab dia sudah mengetahui mana jalan hidup yang GUE BANGET.

Pertanyaan Besar Kedua:
Bagaimana cara mengetahui belahan otak kita yang paling dominan? Bagaimana cara mengetahui mesin kecerdasan kita?

Para ahli menemukan bahwa mesin kecerdasan atau belahan otak yang paling dominan tersebut berhubungan erat dengan SIDIK JARI seseorang. Itulah sebabnya, untuk mengetahui apa mesin kecerdasan kita, salah satu cara paling efektif adalah dengan melakukan tes sidik jari.

Alhamdulillah, saya sudah tes sidik jari di STIFIn, sehingga saya sudah menemukan diri sendiri. Saya sudah tahu profesi terbaik, jalan terbaik, dan cara terbaik bagi diri saya sendiri dalam menjalani hidup. Ini adalah sebuah PENEMUAN BESAR yang sangat saya syukuri. Karena itulah, saya mengekspresikan rasa syukur tersebut dengan cara berbagi tulisan ini bagi Anda semua. Semoga bermanfaat, ya 🙂

NB: Jika Anda penasaran dan ingin tahu lebih detil mengenai STIFIn dan tes sidik jari, silahkan hubungi NOMOR ADMIN kami: 085945814496 (WhatsApp Only)

tes sidik jari stifin

Iklan

29 responses to “Inilah Rahasia Besar di Balik Ucapan “Gue Mah Gitu Orangnya”

  1. Menarik juga mas jonru saya pernah dengar di teman-teman kampus yg kuliah du prodi pendidikan saat itu lagi happening quantum learning (maaf kalo istilahnya salah). Kala itu teman-teman saya calon guru bahasa inggris sedang bersemangat untuk mencari metode ajar dengan konsep quantum learning. Karena mereka sadar setiap orang berbeda dalam menemukan cara belajar yang sesuai. Dari penjelasan ringkas bang jonru saya merasakan sepertinya konsep stiffin hampir sama dengan quantum learning yang pernah saya dengar dari teman-teman, atau ada perbedaannya?

    Suka

    • kandra: saya bukan ilmuwan dan bukan psikolog, jadi yang tepat utk menjelaskanny adalah para ahli di STIFIn. Namun secara umum, berdasarkan pengalaman saya, STIFIn memang bisa membuat kita mengalami QUANTUM LEAP dalam berbagai hal.

      Suka

  2. mantap penjelasane bang. Keep spirit

    Suka

  3. saya pikir kata2 meme “gue mah gitu orangnya” hanya sebuah lelucon semata deh.

    #Saya mah nganggapnya gitu..

    Suka

  4. kereeen tulisannya om jonru! mari menSTIFIn

    Suka

  5. Awal kata-kata itu kan dari anak-anak meme ya kalo gak salah ?
    lagu dangdut cuma ikut-ikutan aja, kaya sakitnya tuh disini, atau disitu kadang saya merasa sedih sebenarnya awal-awalnya dari anak anak meme. CMIIW

    Suka

  6. yaaahhh, saya fikir tadinya artikel ini buat nyindir Jokowi bang 😦

    Suka

  7. Assalamualaikum bang,,,mumpung blom telat, gmn klo umur sy sdh 40 thn?msih bsa kah mngejar mimpi sy setelah di tes jari?menyesal memang skalu blakangan, klo diawal pendaftaran namanya,,,mksih bang dtunggu jawaban trbaiknya,,,wassalam

    Suka

    • @rgunawanse: Waalaikumsalam. Tak ada yg terlambat Pak. Apalagi tes sidik jari bukan hanya bermanfaat utk diri kita, namun juga untuk hubungan kita dengan orang lain (istri, anak, teman2 di kantor, dst).

      Suka

  8. Mas Jonru, afwan saya minta sarannya mengenai tipe kecerdasan dalam STIFIn melalui artikel saya di http://van-d-teach.blogspot.com/2015/04/karakter-anime-menurut-stifin.html

    Siapa tahu anak muda yang membaca artikel ini ikut tertarik… hehe…

    Suka

  9. klo saya orang nya mah ngga gitu 😀

    Suka

  10. Mari Kita tunggu tulisan artikel di http://www.jonru.com/ mengungkap Rahasia Besar di balik Ucapan ” Bukan Urusan Saya ”, Eits.. jangan di mana-mana, masih tetap di jonru.com. 😀

    Suka

  11. bang mau tanya nih
    1. apa ada hubungan antara stiffin ma bagian otak yg bang jonru sampaikan diatas?
    2. jika ada, kira2 bisa gak dibikin ciri2 atau detailnya gtu? misal otak kiri stiffinnya apa, ciri2nya apa, detailnya gimana, soalnya posisi aq dsurabaya, jdi biar gak rpot hrus kjkrta gtu, hehehe. atau mau dbikin cabang di surabaya bang? aq soalnya agak trtarik pengen tau ttg stiffin, aq pgen lbih mengenal dri sndri
    3. bang jonru knal dket ma mas arya sandhiyudha ya? prtanyaan yg melenceng dri stiffin n otak diatas 😀 😀

    Suka

  12. Cukup menarik thanks

    Suka

  13. Mas. Gambar otaknya, antara sebelah kanan dan kiri terbalik gak?
    Kalau dari gambar, kita yg membaca akan berhadapan langsung dgn bagian otak terdepan. Jd yg kanan otak adalah sebelah kiri pembaca. Kalau dr sudut pembaca, bagian yg tampak ke pembaca adalah bagian frontal otak, yaitu otak bagian depan..

    Suka

  14. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Umatku yang paling penyayang adalah Abu Bakar dan yang paling tegas dalam menegakkan agama Allah adalah Umar.” (HR. Tirmidzi dalam al-Manaqib, hadits no. 3791)
    Tdk ada satupun ulama yg mngatakan pemarah. Semoga anda dapat hidayah

    Suka

    • @abdusshomad: Di Fan Page Jonru, hal ini pun sudah dibahas. Dari berbagai komentar yang masuk, berikut salah satu di antaranya yang mewakili pendapat saya:

      “Sifat pemarah emang sudah bawaan lahir dan inipun biasanya dimiliki oleh karakteristik org Timur Tengah. Bisa jadi karena daerah yg tandus maka tingkat emosi mrk lebih tinggi dr kita. Diriwayatkan oleh berbagai hadith bagaimana pemarahnya sifat amirul mukminin. Tapi alhamdulillah setelah beliau mengenal Islam dan rasul, akhlaknya menjadi pengontrol sifat amarahnya tsb. Ini memang benar kok. Justru beliau menjadi orang yg mulia, karena akhlak dan aqidahnya menjadi kontrol atas segala tindak tanduknya. MashaAllah, sehingga terkenallah seorang Umar Bin Khattab seperti yg kita tau, sekarang ini.”

      Ketika Umar bin Khattab menghunus pedang ingin membunuh Rasulullah, ketika beliau berteriak, “Siapa yang berkata Rasulullah wafat maka akan kutebas lehernya,” itu lah ciri2 seorang pemarah.

      Tak ada manusia yang sempurna, demikian pula Umar bin Khattab yang memiliki sifat asli pemarah.

      Namun setelah beliau kembali ke Islam dan bertaubat, beliau memperbaiki akhlak, dan MENGENDALIKAN sifat pemarahnya. Maka beliau kemudian menjadi salah seorang sahabat terbaik bagi Rasulullah…

      Demikian penjelasan saya. Wallahualam.

      Suka

      • Abdullah bin ‘Umar raḍiyallāhu’anhu’anhumā berkata,

        “Dahulu di masa Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam masih hidup kami memilih-milih siapakah orang yang terbaik. Maka menurut kami yang terbaik di antara mereka adalah Abu Bakar, kemudian ‘Umar, kemudian ‘Utsman bin ‘Affan. Semoga Allāh meridhai mereka semuanya.” (HR. Bukhari no. 3655)

        Dari Abu Sa’id al-Khudri raḍiyallāhu’anhu, Rasulullāh ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

        “Janganlah kalian mencela para Sahabatku! Seandainya salah seorang diantara kalian berinfak emas sebesar gunung Uhud, niscaya hal itu tidak akan bisa menandingi kualitas infak mereka yang hanya satu mud/genggaman dua telapak tangan, bahkan setengahnya pun tidak.” (HR. Bukhari no. 3673 dan Muslim no. 2541)

        Dan satuhal lagi bang jon bahwa aklaq manusia itu bisa berubah,
        Akhlaq mulia memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Oleh karenanya kalau kita ingin melihat dalil-dalil tentang akhlaq yang mulia sangat banyak.

        Seperti sabda Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam:

        لَيْسَ شَيْءٌ أَثْقَالُ فِي الْمِيزَانِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ

        “Tidak ada suatu yang lebih berat dari pada akhlaq yang mulia dalam timbangan pada hari kiamat.”

        Ini menunjukkan kalau seseorang memiliki akhlaq yag mulia maka akan sangat memperberat timbangan kebajikannya.  Di hari yang sangat dia butuhkan kebaikan itu tatkala hari kiamat kelak.

        Contohnya juga Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan dalam haditsnya :
        إِنَّ رَجُلَ لاَ يُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَاتِ صَائِمِ قَائِمِ

        “Sesungguhnya seorang dengan akhlaqnya yang mulia bisa meraih derajat orang yang senantiasa berpuasa sunnah dan senantiasa shalat malam.”

        Orang ini mungkin dia jarang shalat malam, mungkin dia jarang puasa sunnah. Tetapi dia akhlaqnya mulia, orang senang dekat sama dia, orang bahagia duduk sama dia, orang senang mendengar wejangan-wejangannya. Orang senang mendapatkan bantuannya. Maka meskipun dia jarang shalat malam meskipun dia jarang berpuasa sunnah namun dia mendapat pahala orang-orang seperti itu. Kenapa? Bihusni khuluqihi, dengan akhlaqnya yang mulia. Dan lihatlah sabda Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam :

        أَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا

        “Orang yang paling dekat kedudukannya denganku pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaqnya.”

        Jika anda ingin dekat dengan Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam pada hari kiamat, perbaiki akhlaq anda. Karena Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan yang paling dekat dengan aku adalah yang paling baik akhlaqnya.

        Ini menunjukkan keutamaan dan keistimewaan akhkaq yang mulia, dia adalah amalan yang spesial. Jangan kita sangka amalan itu hanyalah shalat, hanyalah puasa, hanyalah zakat. Akhlaq yang mulia adalah amalan yang sangat spesial yang sangat mulia disisi Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

        Apabila seseorang berusaha menghiasi dirinya dengan akhlaq yang mulia, jangan seorang mengatakan :

        “Saya tidak bisa merubah akhlaq saya”.
        “Saya memang begini modelnya”.
        “Saya diciptakan begini modelnya, tabiat saya memang seperti ini”.

        Kalau akhlaq tidak bisa dirubah, buat apa hadits-hadits yang begitu banyak tentang akhlaq yang mulia?. Buat apa ayat-ayat Allah turunkan tentang memotivasi orang-orang berakhlaq mulia?

        Ini menunjukkan akhlaq bisa dirubah. Seorang yang pelit bisa jadi orang dermawan. Seorang yang pemarah bisa jadi seorang yang penyabar. Jangan sampai seorang mengatakan :

        “Saya memang suka marah”,
        “Saya memang temperamental”.
        Jangan!
        “Saya begini tipenya”.
        Seperti itu orang bisa merubah akhlaqnya.

        Oleh karena dalam hadits Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan:
        أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

        “Aku menjamin istana di bagian atas surga bagi orang yang terindah akhlaqnya.”

        Dalam riwayat lain :

        لِمَنْ حَسُنَ خُلُقُهُ

        “Bagi orang yang memperindah akhlaqnya.”

        Berarti akhlaq itu bisa diperoleh, bisa diraih.

        Dalam hadits kata Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam:

        مَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ الله

        “Barangsiapa yang berusaha bersabar maka Allah akan jadikan dia penyabar.”

        Orang yang pemarah bisa jadi penyabar.

        Suka

  15. Om Jonru ijin share ya…..

    Suka

  16. keren.. bisaan nyambungin ke stifinnya..
    STIFIn, gue banget! 😀

    Suka

  17. mantep penjelasannya, masuk akal..

    Suka

  18. Masih banyak orang yang mendahulukan akal ketimbang keyakinan sehingga selalu beralasan pada akal lha wong memang saya begini orangnya!wajaar saja jika dinegeri kita ini masih banyak orang semau gue nggak peduli apapun

    Suka

  19. Endingnya ngiklan :v

    Suka

  20. Mas ane kurang ngerti istilah2nya kayaknya metode baru nih ya…..but thanks

    Suka

  21. Ping-balik: Pengalaman Tes STIFIn di Tangerang - Dan Akhirnya Saya Menyesal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s