Saya Sudah Tobat Profesi, Berhenti Jadi Penulis


tobat profesi

Sejak kelas empat SD, saya sangat hobi menulis. Cita-cita terbesar saya adalah ingin mengembangkan bakat menulis. Saat kuliah, saya gabung di pers kampus dengan tujuan untuk belajar menulis. Setelah lulus kuliah, saya hanya mau mencari pekerjaan di bidang penulisan. Dan saat berhenti bekerja, saya pun memulai bisnis, dan masih di bidang penulisan; Sekolah Menulis Online (SMO) dan penerbitan buku (Dapur Buku).

Pokoknya all about writing. Saat kuliah saya pernah bikin slogan “Born To Write.” Dan sekitar tahun 2000 saya bikin slogan baru, “Writing is not my hobby. It’s a part of my life.”

Ya, saya menganggap bahwa menulis adalah passion terbesar saya, dan saya hanya mau berkarir di bidang penulisan.

Namun semuanya berubah sejak negara api menyerang. Hehehe… Maksudnya begini:

1. Dulu ketika saya berbisnis di bidan penulisan, hasilnya begitu-begitu saja, perkembangan bisnis saya stagnan, bahkan saya sering mengalami kesulitan keuangan.

Selain itu, dari segi psikologis saya pun sebenarnya kurang bahagia. Saya memang berusaha bekerja seprofesional mungkin. Namun di dalam hati kecil yang terdalam, ada perasaan malas ketika harus mengisi pelatihan-menulis online, ada perasaan jengkel ketika seorang penulis pemula mengajukan pertanyaan yang tidak saya sukai. Akibatnya, itu berpengaruh buruk terhadap layanan bisnisnya. Maka tidak heran, semakin lama bisnis yang saya kelola pun semakin sepi. Mungkin karena banyak pelanggan yang kecewa.

2. Dulu saat masih berbisnis di bidang penulisan, saya berusaha jaim di depan publik. Saya membangun personal branding dan menerapkan kiat marketing sebaik mungkin. Saya sangat hati-hati saat menulis di social media. Namun ternyata, strategi seperti itu tidak berhasil membuat bisnis saya maju pesat. Hasilnya justru begitu-begitu saja.

Berbeda halnya ketika saya mulai tampil apa adanya, blak-blakan, berani dan bersikap kritis. Tiba-tiba jumlah follower saya meningkat drastis. Nama saya makin dikenal. Ini membuat saya berpikir bahwa ternyata dulu itu saya hanya membangun pencitraan. Jonru di era SMO bukanlah Jonru yang asli. Itu hanya masking, sebuah personal branding yang saya bangun untuk tujuan bisnis.

Ternyata ketika saya tampil sebagai diri sendiri, melupakan semua personal branding, kiat marketing dan sebagainya, di situlah gerbang sukses mulai terlihat dengan jelas.

3. Akhir tahun 2014 saya melakukan tes STIFIn, dan akhirnya tahu bahwa mesin kecerdasan saya Insting. Dan bulan Maret 2015, saya mengikuti Workshop STIFIn level 1. Dari materi workshop ini, saya mendapat pencerahan mengenai apa profesi terbaik bagi seseorang. Saya pun menerapkan rumus yang diberikan oleh Pak Andhika selaku pembicara pada acara tersebut.

Dan hasilnya: Saya memutuskan untuk menghentikan personal branding sebagai penulis, juga sebagai guru menulis. Saya akhirnya dengan penuh keyakinan memasuki branding yang baru sebagai Talent & Passion Consultant.

Ya, ternyata tanpa saya sadari, selama ini saya punya minat atau passion yang sangat besar di bidang talent, passion, penemuan jadi diri, menjadi diri sendiri, dan hal-hal lain yang terkait.

Itulah sebabnya, ketika saya mulai gabung sebagai Promotor STIFIn, ternyata level kebahagiaan di hati saya seperti mencapai titik maksimal. Seratus persen! Saya dengan penuh semangat menjalankan bisnis ini, tak kenal lelah.

Pernah ada teman yang datang ke rumah saya jam 22.30 WIB untuk tes STIFIn, tetap saya layani dengan senang hati. Padahal saya sudah ngantuk.

Saat tim saya membuat group WhatsApp untuk para alumni workshop “Kuliah & Kerja Gue Banget”, saya dengan penuh semangat melayani pertanyaan-pertanyaan dari teman-teman di sana. Bahkan ketika tak ada yang tanya, saya dengan penuh antusias menunggu mereka.

Padahal ketika dulu saya membuat group Kiat Menulis di WhatsApp juga, entah kenapa saya malas aktif di sana. Ketika ada yang tanya, saya cuekin karena malas. Situasi seperti inilah – antara lain – yang membuat saya makin yakin bahwa profesi terbaik saya bukan di bidang penulisan.

Passion adalah sesuatu yang membuat kita bersedia all out mengerjakannya, dengan perasaan penuh riang gembira dan sangat bahagia, walau tak ada bayarannya sama sekali. Dan situasi seperti ini hanya saya temukan saat fokus mengelola bisnis sebagai Talent & Passion Consultant.

Karena itulah, saya pun dengan penuh keberanian dan keyakinan berkata, “SAYA SUDAH TOBAT PROFESI!!!”

Sekarang saya bukan lagi penulis atau guru menulis. Saya sekarang adalah YOUR TALENT & PASSION CONSULTANT. Saya akan MEMBANTU Anda menemukan diri sendiri, menemukan potensi terbesar dalam hidup Anda, agar bisa hidup GUE BANGET.

Hm, bukan berarti saya berhenti menulis. Sama sekali bukan! Saya insya Allah tetap akan menulis, karena itu memang salah satu passion dan keahlian saya. Saya justru akan tetap rajin menulis, berbagi ilmu mengenai talent dan passion tersebut. Yang saya tinggalkan hanyalah branding dan profesi sebagai penulis. Itu saja.

tes sidik jari stifin

NB:

(1) Saya BUKAN berkata bahwa menjadi penulis tidak menjanjikan dari segi materi. Sama sekali bukan! Banyak kok orang yang sukses sebagai penulis. Namun saya percaya bahwa setiap orang punya jalan sukses masing-masing. Ada orang yang jalan suksesnya di bidang penulisan. Dan ternyata, jalan sukses saya bukan di situ.

(2) Menurut yang saya baca dari buku ON karya pak Jamil Azzaini, tobat profesi adalah salah satu cara agar kita bisa masuk surga.Kenapa? karena saat kita bekerja di bidang yang tak cocok, pasti kinerja kita buruk, banyak melakukan kesalahan, banyak pelanggan yang kecewa, dan seterusnya. Intinya banyak dosa.

Tobat profesi adalah salah satu cara untuk mengurangi dosa. Sebab dengan bekerja di bidang yang paling sesuai passion dan potensi terbesar kita, di situlah kita bisa memberikan excellent services. Kita akan bekerja all out, melakukan semuanya dengan penuh kebahagiaan. Pelanggan pun merasa puas dan makin senang.. Dan saya sudah membuktikan itu.

(3) Jika ingin tahu bagaimana STIFIn bisa menemukan potensi terbesar dalam hidup Anda, agar Anda juga bisa tobat profesi seperti saya, coba hubungi NOMOR ADMIN kami: 085945814496 (WhatsApp Only)

Jakarta, 5 Mei 2015
Jonru
Follow me:
– Twitter: @jonru
– Instagram: @jonruginting

Iklan

11 responses to “Saya Sudah Tobat Profesi, Berhenti Jadi Penulis

  1. Dengan Kata lain, Promotor Stifin banyak duitnya yaa Om.?? :3

    Suka

  2. Orang bisa nemukan jalannya sendiri-sendiri. Militansi nekuni profesi Bang Jonru ok banget… Selamat suksessa

    Suka

  3. sukses buat profesi barunya

    Suka

  4. Bang terima kasih untuk sharenya karena ini bisa menjadi inspirasi bagi saya,salam sukses selalu

    Suka

  5. Ping-balik: Inilah Akibatnya Jika Seseorang Dididik dengan Cara yang Salah | Jonru Ginting

  6. Lanjutkan jika itu meamng passion kita ya bang?

    Suka

  7. Halo mas Jonru, kemana aja kok jarang keliatan… terakhir lihat mas jonru waktu masih di asianbrain. sekarang lagi sibuk apa mas? masih di dunia menulis kah?

    Suka

  8. Mas Jonru Insting toh, tulisan ini sungguh sangat menginspirasi saya yang juga seorang insting. Syukron Mas…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s