Jonru Menjawab Tuduhan Fitnah (Bagian I)


jonru tukang fitnah?

Jonru tukang fitnah, itulah alah satu tuduhan keji dari para haters terhadap saya. Selama setahun lebih, saya memutuskan untuk diam, merasa tidak perlu mengklarifasi semua tuduhan fitnah yang ditujukan kepada saya. Saya sangat paham salah satu ucapan Sayidina Ali bin Abi Thalib RA:

“Tak perlu bersikeras menjelaskan siapa dirimu, karena orang yang mencintaimu tak membutuhkan itu, dan orang yang membencimu tak akan percaya itu.”

Berdasarkan “dalil” inilah, maka saya selama ini berusaha untuk cuek saja, tak mau peduli terhadap tuduhan-tuduhan tersebut. Biarlah. Yang penting saya percaya bahwa Allah Maha Tahu. DIA yang Maha Tahu mengenai siapa saya sebenarnya. Begitulah keyakinan saya.

Sesuai “dalil” di atas, tentunya saya tak perlu menjelaskan siapa diri saya kepada orang-orang yang mendukung saya, karena mereka tidak butuh penjelasan saya. Saya juga tidak perlu menjelaskan siapa diri saya kepada orang-orang yang membenci saya, karena mereka pasti tidak percaya pada apapun yang saya ucapkan. Mereka tetap akan menganggap Jonru tukang fitnah.

Saya akhirnya memutuskan menulis artikel ini, karena saya teringat kepada para ORANG AWAM: Yakni mereka yang belum tahu, yang cari tahu, yang ingin tahu, yang penasaran, yang ingin cek dan ricek.

Jika Anda termasuk orang yang seperti itu, maka semoga artikel ini bermanfaat sebagai bahan referensi Anda. Bagi saya, saya sekali tidak penting apakah Anda percaya atau tidak pada tulisan ini. Yang penting, saya telah menunaikan kewajiban untuk klarifikasi, sehingga semoga Anda bisa terhindar dari peluang dosa kena hasut.

Saya sejujurnya merasa khawatir terhadap teman-teman yang belum tahu tersebut. Sebab jika saya diam saja, barangkali mereka akan terhasut oleh info-info menyesatkan mengenai saya, sehingga mereka berdosa. Jika mereka berdosa, maka saya pun tentu punya andil dalam dosa tersebut. Karena itu, semoga tulisan ini bisa menghindarkan mereka dari resiko kena hasut, sehingga setidaknya bisa mengurangi dosa mereka. Aamiin….

Baiklah, saya mulai, ya. Dan karena tulisan ini direncanakan cukup panjang, maka insya Allah saya akan menulisnya secara berseri, dalam beberapa bagian tulisan.

* * *

Tuduhan I:
“Jonru memfitnah Jokowi menghapus departeman agama”

Ya, bahkan para haters menyebut saya melakukan tuduhan keji terhadap Jokowi. Baiklah, berikut klarifikasi saya. Silahkan lihat gambar berikut:

jonru tukang fitnah?

jonru tukang fitnah?

Gambar itu adalah arsip berita dari Harian Kedaulatan Rakyat sebelum Jokowi dilantik jadi Presiden. Sayangnya, tak ada versi online-nya, sehingga tak bisa saya cantumkan link-nya di sini. Yang jelas:

  1. Saat itu semua netizen sudah tahu, kok, bahwa sempat heboh info mengenai beredarnya draf susunan kabinet Jokowi. Dan di dalam draft itu, memang tak tercantum departemen agama.
  2. Silahkan Anda googling saja dengan kata kunci “jokowi menghapus departemen agama”. Nanti akan ketemu banyak arsip berita yang menjelaskan bahwa memang tidak ada departemen agama pada draft susunan kabinet Jokowi.

Nah, saat draft tersebut muncul, netizen pun rame-rame protes. Saya pun termasuk yang protes.

Setelah rame-rame protes, tiba-tiba muncul pernyataan Jokowi, “Siapa bilang saya menghapus departemen agama?”

Setelah Jokowi membuat pernyataan itulah, tiba-tiba para haters memfitnah saya, “Jonru tukang fitnah. Jonru memfitnah Jokowi secara keji, mengatakan Jokowi menghapus departemen agama. Padahal Jokowi sudah menegaskan bahwa departemen agama tidak dihapus.”

Seperti itulah ulah haters. Mereka memang hobi memutarbalikkan fakta. Mereka pura-pura tidak paham mengenai kronologi kejadian tersebut. Mereka pura-pura tidak tahu bahwa saya membuat pernyataan seperti itu, pada saat masih rame-ramenya netizen membahas draft yang dimuat di harian Kedaulatan Rakyat.

Para haters menuduh saya memfitnah Jokowi. Padahal merekalah yang memfitnah saya. Maling teriak maling!

NB: Silahkan baca sebuah kultwit saya tahun 2014 lalu yang juga membahas hal ini. Klik di sini.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi Anda yang ingin tahu apakah benar Jonru tukang fitnah.

Bersambung >>

Iklan

15 responses to “Jonru Menjawab Tuduhan Fitnah (Bagian I)

  1. jika saya boleh kasih saran, sebaiknya dalam memposting sebuah berita yang masih belum jelas ke valid-an serta kebenarannya sebaiknya tidak serta men share begitu saja mengingat jonru banyak netizen yang mengikuti bgtu saja langsung percaya begitu saja, jika sudah yakin silahkan. langkah yang saya sebutkan tadi demi mencegah semakin berkembangnya isu yang tidak jelas keberadaannya.

    Suka

    • Emangnya, mana yang tidak benar? Saat saya mengatakan jokowi menghapus departemen agama (saat itu jokowi belum melakukan klarifikasi), memang faktanya pada draft tersebut tak ada departemen agama. Jadi apa yang saya sampaikan adalah benar untuk situasi saat itu.

      Suka

      • Bukan jokowers

        Masalahnya bang jonru harus lihat siapa yang mengeluarkan draft tersebut. Kalau jokowi dan tim yang mengeluarkan, boleh lah itu diprotes dan disebarkan, tapi kalau yang mengeluarkan bukan dari pihak jokowi maka ikut menyebarkan bisa jadi fitnah.

        Suka

      • Sudah saya jelaskan pada artikel, bahwa draft tersebut dimuat di harian Kedaulatan Rakyat Jogjakarta, yang notabene adalah koran pendukung Jokowi.

        Suka

  2. setelah men share berita yang benar “untuk situasi saat itu” lalu setelahnya pada “situasi yang berbeda” ternyata ada klarifikasi dan ( berita yang benar “untuk situasi saat itu” ) tidak terbukti, apakah abang melkukan klarifikasi kepada netizen2 yang dengan serta merta ikut “gaduh” karena itu ( berita yang benar “untuk situasi saat itu” ) ?

    Suka

  3. saya tidak menyalahkan abang, saya menyayangkan masih banyak netizen yang bahkan percaya berita berita yang belum jelas kebenarannya, yang bukan produk jurnalistik, yang langsung nge iya-in tapi pada waktu ada klarifikasi ada berita yang benar ga berkata “eh iya maaf gua salah, gua keliru” nah karena banyak yang model begitu, alangkah lebih indah jika bang jonru yang notabene banyak netizen yang “merhatiin” lebih hati hati kalo mau share berita, gitu aja sih bang, udah gitu banyak juga penilaian, pandangan, ungkapan yang sangat subjektif bukan objektif, gitu aja sih bang. eh terimakasih loh bang di bales :v assalamu’alaikum

    Suka

    • Hati2 men-share berita memang perlu. Dan sejak awal kan sudah saya jelaskan bahwa yang saya sampaikan adalah benar untuk kondisi saat itu. Jadi di mana salahnya?

      Suka

      • klarifikasi dr jokowi belum cukup untuk netizen yang meng iya kan berita dengan kebenaran menurut tafsiran abang, klarifikasi dr abang selaku “sorotan” mereka yang perlu turut menyampaikan klarifikasi karena mau jokowi berkata apapun meraka sulit untuk paham dan terima *point itu sangat lucu. untuk menjawab pertanyaan abang, izinkan saya merekomendasikan sebuah blog untuk abang ulas dan temukan jawabannya sendiri https://abuzuhriy.wordpress.com/2010/04/17/telitilah-terhadap-berita-yang-sampai-padamu/

        Suka

      • Satu hal yang mungkin kamu lupa: Jokowi sudah sangat sering seperti itu. Bikin isu, lalu rame, lalu dibantah. Semacam test the water. Jadi jangan salahkan kami jika untuk kasus depag ini pun kami menganggap cuma test the water.

        Contoh kasus lainnya adalah ketika departemen pendidikan mau menghapus doa di sekolah. Setelah rame di socmed, baru dibantah. Dan masih banyak lagi kasus lainnya.

        Suka

  4. siapa yang abang maksud “bikin isu” ? . nah kalo yang bikin isunya ga jelas berarti = isu ga jelas, ngapain di bikin rame -_- kadang yang saya tafsirkan ketika di share di bikin “seperti akan terjadi tidak lama lagi” ketika ternyata tidak benar balik lagi abang yang di rugikan di bilang tukang fitnah bla bla *point itu saya turut prihatin. oia so, gimana sudah ulas blog yang saya rekomendasikan bang? hasilnya?

    Suka

  5. berdasar lah bang -_- , abang sendiri yang posing isu isu yang belum benar kejelasannya trus pas udah jelas ternyata isunya keliru, coba kalo abang ga posting hal hal seperti yang saya sebutkan tadi, maka ga akan terjadi kalimat menyakitkan nan menyayat hati “jonru tukang fitnah” ga akan terjadi bang, ingat ga akan terjadi ^_^. bang jawab lah jadi gimana dengan blog yang saya rekomendasikan sudah di ulas? sudah ketemu jawabannya? kalo udah tanya balik ke pada diri abang yaa (y)

    Suka

    • Mas Reza yang baik…
      Saya bahkan pernah dituduh melakukan hal2 yang tak pernah saya lakukan, yakni:

      – mengedit foto baju umroh jokowi yang terbalik
      – menyebarluaskan foto hoax kondom di monas

      Anda barangkali belum tahu bahwa pihak sebelah itu memang hobi memfitnah saya, tapi mereka yang justru tukang fitnah.

      Walau saya melakukan klarifikasi pun, saya yakin mereka tetap akan menuduh saya tukang fitnah. Karena memang seperti itulah cara mereka dalam mengganggu perjuangan saya.

      Terima kasih. Saya kira obrolan ini cukup sekian, karena tak akan habis2 jika diteruskan.

      Suka

  6. saya menaruh simpati untuk hal itu terhadap anda. saya juga berterima kasih untuk obrolan kita di atas semoga ada himahnya. aamiin

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s