Pluralitas vs Pluralisme, Jangan Salah Kaprah!


pluralitas_vs_pluralisme

Selama ini, banyak sekali orang yang salah kaprah dengan pengertian pluralitas vs pluralisme. Banyak orang yang menuduh Islam anti perbedaan, intoleran, tidak menghargai umat agama lain, dan seterusnya. Dan tuduhan ini berasal dari kesalahan persepsi belaka. Mereka mencampuradukkan dan tidak bisa membedakan antara pluralitas dengan pluralisme.

Di mana bedanya? Berikut saya jelaskan.

IA. Pluralitas itu fakta keberagaman. Fakta bahwa ada agama Islam, ada Kristen, ada Hindu, ada Budha, ada atheis, ada Syiah, dan seterusnya. Fakta bahwa masing-masing agama punya keyakinan yang berbeda, punya tuhannya masing-masing, yang berbeda dengan tuhan pada agama lain.

IB. Pluralisme itu mengakui fakta keberagaman, namun mengaburkan perbedaannya. Mereka beranggapan bahwa semua agama sama baiknya, sama-sama menuju tuhan yang sama. Padahal Tuhan bagi Islam adalah Allah SWT, tuhan bagi Kristen adalah Yesus. Tentu itu TIDAK SAMA, bukan?

IIA. Pluralitas itu menghargai perbedaan. “Saya seorang muslim, dan menghargai perbedaan keyakinan yang dianut oleh teman saya. Dia punya keyakinannya sendiri. Menurut saya keyakinannya itu aneh, tidak benar, sesat, tidak masuk akal. Tapi saya menghargai dan menghormatinya. Saya tetap berteman dengannya. Saya berbuat baik padanya selama dia pun berbuat baik pada saya.” Pluralitas itu menghargai perbedaan secara menyeluruh, adil dan menyenangkan bagi semua tanpa kecuali (yang merasa tidak diperlakukan secara adil, biasanya hanya karena berburuk sangka atau salah persepsi saja).

IIB. Pluralisme itu SEOLAH-OLAH menghargai perbedaan, namun sebenarnya TIDAK. Mereka sangat menghargai dan membela umat Kristen, Hindu, Budha, Syiah, Ahmadiyah, dan seterusnya. Namun mereka sangat TIDAK menghargai Islam. Mereka hampir setiap hari menghina Islam, melecehkan Islam. Mereka menghargai perbedaan secara parsial, berat sebelah, standar ganda, tidak adil.

IIIA. Pluralitas itu bertoleransi. Dan makna toleransi yang benar adalah MEMBIARKAN. “Saya membiarkan teman saya merayakan Hari Natal. Saya menghormati ibadahnya itu walau saya tidak setuju. Saya menghormati keyakinannya bahwa Yesus itu Tuhan, padahal menurut agama saya Yesus atau Isa itu nabi, bukan Tuhan.” Pluralitas itu bertoleransi secara menyeluruh, adil dan menyenangkan bagi semua tanpa kecuali (yang merasa tidak diperlakukan secara adil, biasanya hanya karena berburuk sangka atau salah persepsi saja).

IIIB. Pluralisme itu hanya SEOLAH-OLAH bertoleransi, padahal tidak. Selama ini mereka paling getol menyerukan toleransi. Ketika gereja dibakar, mereka menyerukan toleransi. Namun ketika masjid dibakar, mereka diam saja, pura-pura tidak tahu. Ketika umat Islam tidak mau mengucapkan selamat Natal, mereka bilang “ayo dong bertoleransi”. Namun ketika umat Islam dibantai di Myanmar, mereka diam saja, pura-pura tidak tahu. Ketika umat Islam dilarang pakai topi Santa, mereka bilang, “ayo dong bertoleransi.” Namun ketika umat Islam berjenggot dan berjilbab, mereka bilang itu teroris, budaya Arab, goblok, dan seterusnya. Mereka bertoleransi secara parsial, berat sebelah, standar ganda, tidak adil.

IVA. Pluralitas itu “Hanya agamaku yang benar, agamamu tidak benar. Namun aku tetap menghargai dan menghormati keyakinanmu. Aku berbuat baik padamu selama kamu pun berbuat baik padaku.”

IVB. Pluralisme itu “Semua agama benar dan sama baiknya.” Tentu ini ajaran yang SESAT dan aneh. Sebab Kristen mengajarkan bahwa yang boleh masuk surga hanyalah mereka yang menerima Yesus. Islam mengajarkan bahwa yang berhak masuk surga hanya mereka yang bersyahadat. Artinya, Kristen mengakui bahwa hanya agama mereka yang benar, agama lain tidak benar (bahkan diberi istilah “domba yang tersesat”). Islam pun mengakui hanya agama mereka yang benar, agama lain tidak benar. Tentu prinsip ini SANGAT BERTENTANGAN dengan prinsip “semua agama benar dan sama baiknya.”

VA. Pluralitas adalah “keyakinan atau aqidah is number one, harga mati, tak boleh ditawar-tawar”. Hal-hal lain seperti akhlak dan sebagainya, berada di bawah aqidah.

Contoh:
Islam melarang untuk memilih pemimpin dari kalangan selain Islam. Ini adalah soal aqidah. Karena aqidah itu number one, harga mati, tak boleh ditawar-tawar, maka syarat pertama untuk memilih pemimpin adalah harus beragama Islam. Adapun soal akhlaknya dan sebagainya, itu pertimbangan kesekian. Jadi slogan “lebih baik kafir asal tidak korupsi, daripada muslim tapi koruptor” yang belakangan ini sangat terkenal, merupakan slogan yang SALAH KAPRAH dan kacau balau dari segi prinsip aqidah. Yang benar adalah, “Pemimpin ideal adalah muslim sekaligus akhlaknya baik.”

VB. Pluralisme adalah “Akhlak jauh lebih penting ketimbang aqidah.” Jadi menurut mereka, orang Kristen yang baik akan masuk surga. Orang Budha yang baik akan masuk surga. Demikian seterusnya. Padahal aqidah itu ibarat kunci surga. Anda baru bisa masuk surga jika pakai kunci yang benar. Jika kuncinya salah, tentu tak bisa masuk surga.

Islam meyakini bahwa kunci yang benar adalah aqidah Islam. Umat agama lain boleh berakhlak mulia. Namun mereka datang ke surga dengan kunci yang salah, sehingga tak akan bisa masuk surga. Begitulah analoginya.

* * *

Islam mengakui dan sesuai dengan prinsip-prinsip pluralitas. Dan Islam menentang pluralisme, karena itu ajaran sesat.

Banyak sekali dalil dari ajaran Islam yang mendukung pluralitas. Contohnya adalah ayat berikut:

“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik (dalam urusan dunia) dan berlaku adil terhadap orang-orang (kafir) yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil” (QS. Al-Mumtahanah : 8)

Semoga bermanfat, salam sukses selalu!

Jakarta, 19 Desember 2015
JONRU

Follow me:
Twitter: @jonru
Instagram: @jonruginting

 

Iklan

9 responses to “Pluralitas vs Pluralisme, Jangan Salah Kaprah!

  1. Kadang kaum liberal muter muter ngelesnya

    Disukai oleh 1 orang

  2. mari ber toleransi

    http://www.duniatraveling.co.id

    Suka

  3. penjelasan yang masuk akal, memang seperti tiu seharusnya

    Suka

  4. TOLERANSI ini yang sedang diplintir, dan ditambah2, bang… Ane setuju dgn tulisannya, Bang Jonru.

    Suka

  5. Mohon izin share, pak Ginting.

    Suka

  6. Ping-balik: Pluralitas vs Pluralisme, Jangan Salah Kaprah! | Tausiyah Sulaymane Idris

  7. Luar biasa bang Jonru, sejernih air gunung

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s