Alasan si Karyawan-Terbaik Ini Resign akan Membuat Anda Terkejut


karyawan terbaik resign

Sejak menjadi entrepreneur pada tahun 2007 lalu, saya sudah memiliki banyak karyawan. Dan boleh dibilang, Irman merupakan karyawan terbaik. Bukan terbaik dalam hal keahlian atau kompetensi, namun dalam hal pengabdian, komitmen, dan loyalitas.

Keberadaan Irman membuat saya sampai pada kesimpulan bahwa karyawan yang ahli dan berpengalaman sungguh banyak dan mudah dicari. Namun karyawan yang pengabdian, loyalitas dan komitmennya luar biasa sangatlah langka.

Saya merasa sangat bersyukur karena pernah memiliki karyawan langka seperti Irman. Itulah sebabnya, ketika dulu perusahaan saya sempat goyah dan harus ada staf yang di-PHK, maka saya mempertahankan Irman dan memberhentikan karyawan lain yang keahlian dan kompetensinya sebenarnya jauh lebih baik.

Saya berpikir bahwa staf seperti Irman sangat penting untuk dipertahankan. Dan itulah yang menyebabkan saya tetap berusaha mempertahankan dia selama sekitar empat tahun. Dan dia pun tampaknya sangat senang bekerja di tempat kami.

Namun perjalanan waktu membuat saya sadar bahwa karyawan – seloyal apapun dia dan sebesar apapun pengabdiannya – bukanlah tahanan yang bisa kita paksa untuk terus bekerja di perusahaan kita. Mereka juga manusia bebas yang punya impian pribadi. Dan bisa jadi, impian tersebut tidak ada hubungannya dengan perusahaan kita.

Itulah sebabnya, beberapa waktu lalu saya membiayai Irman tes STIFIn. Saya ingin tahu karakter aslinya, dan pekerjaan seperti apa yang paling cocok dengannya.

Dan ternyata, Irman adalah Sensing Extrovert. Dari situlah saya baru sadar bahwa ternyata pekerjaan yang dia lakoni selama ini kurang sesuai. Dia sebenarnya lebih cocok jadi admin toko online.

Saya ingin karyawan di perusahaan saya bekerja sesuai dengan karakter dan passion mereka. Karena itulah, Irman pun mulai saya arahkan untuk mengelola toko online. Saya katakan padanya, “Jika toko online ini nanti besar dan penghasilannya sudah menyamai gajimu yang sekarang, maka kamu boleh full time di sana. Pekerjaan kamu yang sekarang akan saya alihkan ke orang lain.”

Di luar dugaan, Irman sangat senang dengan opsi tersebut. Bahkan tanpa sepengetahuan saya, ternyata selama ini dia telah membuka toko online sendiri, dan pembelinya cukup banyak. Ya, ternyata setelah tes STIFIn, Irman mulai menyadari potensi dirinya dan berusaha untuk menjalani profesi yang sesuai potensi tersebut.

Saya tentu sangat mendukung hal tersebut. Karena itulah, saya mulai mengarahkan Irman untuk mengelola toko online. Dalam bayangan saya, suatu saat nanti statusnya akan saya ubah dari karyawan menjadi mitra kerja. Kami akan bekerja-sama mengelola toko online.

Lanjut ke Halaman 2 >>

Iklan

18 responses to “Alasan si Karyawan-Terbaik Ini Resign akan Membuat Anda Terkejut

  1. Oklah artikelnya. Carabuatan.blogspot.com

    Suka

  2. untuk medan. tes STIFIn itu dimana bang jonru

    Suka

  3. saya tahu passion saya di mana? terhambat dana

    blog saya http://www.asnu.xyz

    Suka

  4. sedang menuju ke sana. dangfeby.wordpress.com

    Disukai oleh 1 orang

  5. kalau menurut saya memag sudah semestinya kita bekerja sesuai dengan karakter dan hobby kita, kalau tidak ada perusahaan yang sesuai mending berwira usaha

    Suka

  6. kalau menurut saya memang harus sesuai dengan karakter kita dalam bekerja.. salam kenal saja buat bang jonru

    kunjungi ya blog saya http://pontiseonesia.blogspot.co.id/

    Suka

  7. Saya suka tulisan pak jonru yang seperti ini.
    Optimis, positif.

    Suka

  8. Bang kalo mau ikut biaya berapa dan waktunya bagaimana ? Anak saya mudah2 kalo pulang ke indonesia ingin diikutkan

    Suka

  9. Bang Irman memang patut dijadikan contoh agar kita senantiasa bersyukur dan melakukan yang terbaik, meski itu bukanlah target yang kita capai.

    Suka

  10. sungguh sangat inspiratif saya juga lagi mulai untuk berhenti kerja pak dan belajar sedikit demi sedikit membuat bisnis online, doakan ya semoga lancar

    Suka

  11. ane suka sama kata kata terakhirnya bang jonru #antik ” Karena sejujurnya, perusahaan tempat Anda bekerja pun sudah mulai bosan melihat Anda. Namun mereka belum punya alasan yang tepat untuk memecat Anda. Itulah faktanya “

    Suka

  12. Hidup jd karyawan atau enterpreuner adalah suatu pilihan . Yg penting sama” profesional dan punya integritas yg tinggi dan jg amanah

    Suka

  13. betul sekali bang Jonru 😀

    Suka

  14. Ping-balik: Catatan Kenangan

  15. Ping-balik: Memutuskan Resign – Catatan Kenangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s