Ternyata Banyak Penyuka Sesama Jenis yang Tidak Setuju Gerakan LGBT. Ini Faktanya!


lgbt_penyakit_01

Isu LGBT (Lesbian, Gay, Bisex, Transgender) sebenarnya sudah ada sejak dahulu. Bahkan di Al Quran pun terdapat kisah umat Nabi Luth yang berperilaku sex sesama jenis.

Namun entah kenapa, belakangan ini tema LGBT makin ramai saja diperbincangkan. Bahkan acara Indonesia Lawyer Club (ILC) TV One sampai membahasnya secara khusus, dan ditayang ulang empat hari kemudian. Setahu saya, inilah untuk pertama kalinya tema LGBT dibahas di acara tersebut. Artinya, isu LGBT hari ini memang sangat masif beredar di segala penjuru.

Sebenarnya, pembicaraan seputar LGBT sejak dulu begitu-begitu saja isinya. Namun kali ini ada yang beda. Sebab terungkap sebuah fakta bahwa UNDP ternyata membiayai kampanye LGBT di sejumlah negara di dunia, termasuk Indonesia. Wow!

Saya termasuk orang yang tidak mau gegabah dalam menghakimi atau menghujat kaum LGBT. Sebab sejak beberapa tahun lalu saya mengenal mas Agung Sugiarto, atau Sinyo, pendiri Peduli Sahabat (PS), yang banyak membantu mereka yang menyukai sesama jenis untuk kembali hidup normal, meninggalkan dunia LGBT. Dari sanalah – antara lain – saya mengetahui banyak hal seputar dunia LGBT. Bahkan banyak di antaranya yang mengejutkan dan selama ini belum kita ketahui.

Karena itulah, saya menulis artikel ini, dengan harapan agar kita lebih memahami bagaimana dunia LGBT yang sesungguhnya.

Saya menulis artikel ini, antara lain, dari hasil obrolan dengan Mas Sinyo, juga dari sejumlah sumber lainnya.

Agar lebih mudah dipahami, saya coba membahas secara runut dan sistematis. Ibarat sungai, saya awali dari hulu dan diarahkan ke hilir hingga muara. Tujuannya agar kita bisa memandang dunia LGBT secara lebih objektif, jelas, tidak salah kaprah, dan tidak salah persepsi.

I. Bagian Hulu: Apa Penyebab SSA?

Selama ini, kita sibuk membahas perilaku LGBT yang tidak normal, aneh, tidak sesuai hukum alam, bertentangan dengan ajaran agama. Kita menghujat mereka, menyebut mereka sebagai kaum terlaknat, dan seterusnya.

Sayangnya, kita lupa pada PERTANYAAN TERPENTING: Apa yang menyebabkan seseorang mengidap SSA (Same Sex Attraction). Secara logika, tidak mungkin seseorang menyukai sesama jenis tanpa sebab yang jelas, bukan? Tidak mungkin seseorang ujug-ujug, tiba-tiba saja, cenderung menyukai sesama jenis.

Pasti ada sebabnya, pasti ada alasannya.

Banyak orang yang mengira bahwa penyebab SSA adalah karena penularan. Karena dipengaruhi oleh kaum LGBT.

Ya, ini ada benarnya, tapi ternyata tidak 100% benar. Sebab jika penyebabnya hanya itu, maka ada satu pertanyaan krusial yang harus kita kritisi: Bagaimana dengan orang yang PERTAMA KALI mengidap SSA? Siapa yang mempengaruhi dia? Tentu tak ada. Dan karena tak ada, SECARA LOGIKA tentu kita harus berpikir bahwa pasti ada penyebab lain.

Sebenarnya, sudah banyak ahli (khususnya psikolog) yang membahas tentang hal-hal yang menyebabkan seseorang menjadi SSA. Namun secara umum bisa dibagi menjadi dua jenis:

  1. Penyebab yang berasal penularan oleh kaum LGBT itu sendiri. Misalnya karena ikut-ikutan, atau seorang pria yang menjadi gay karena ketika kecil pernah diperkosa oleh pria dewasa. Dan seterusnya.
  2. Penyebab yang BUKAN berasal dari penularan. Contoh: Seorang anak laki-laki yang dididik seperti perempuan oleh orang tuanya, hingga akhirnya dia menjadi bencong. Atau, banyak juga artikel di media online yang membahas tentang makanan tertentu – seperti ayam broiler – yang mengandung hormon tertentu, yang jika dikonsumsi oleh pria, bisa menyebabkan dia menjadi SSA. Saya belum tahu apakah ini benar atau tidak. Yang jelas, kita harus menyadari bahwa penyebab seseorang menjadi SSA bukan hanya karena penularan. Masih banyak faktor penyebab lainnya.

Dari semua kaum SSA yang telah berkonsultasi dengan mas Sinyo dan tim Peduli Sahabat, banyak yang mengaku bahwa mereka tidak pernah menghendaki menjadi SSA. Itu BUKAN pilihan mereka. Tiba-tiba saja mereka menyukai sesama jenis.

“Menjadi SSA bukan keinginan saya. Ini seperti penyakit bawaan, yang tiba-tiba saja sudah menimpa saya. Saat memasuki usia puber, saya tertarik pada sesama pria dan tidak tertarik pada perempuan. Saya juga tidak tahu kenapa bisa begitu,” ujar Rey, seorang pengidap SSA yang tinggal di Jakarta.

Banyak psikolog yang menyebut SSA sebagai penyakit, atau kelainan jiwa. Namun saat saya memposting hal ini di fan page Jonru, banyak teman yang tidak setuju. “Perilaku bejat kok disebut penyakit?” ujar mereka.

Baiklah, agar tidak salah persepsi, pada artikel ini saya tidak akan menggunakan istilah penyakit atau kelainan jiwa. Saya akan pakai istilah yang lebih netral, yakni KECENDERUNGAN. Maksudnya adalah: Kecenderungan untuk menyukai sesama jenis.

Yang namanya kecenderungan, tentu itu baru sebatas potensi, bukan? Sama seperti seorang kleptomania yang punya kecenderungan untuk mencuri.

Selama kecenderungan itu baru sebatas keinginan, baru sebatas potensi, tentu tak ada yang salah dengan hal tersebut. Ini sejalan dengan salah satu prinsip ajaran Islam, bahwa sebuah niat jelek belum dihitung sebagai dosa jika belum dilaksanakan.

Betul?

Lanjut ke Halaman 2 >>

Halaman: 1 2 3 4 5 6

Iklan

8 responses to “Ternyata Banyak Penyuka Sesama Jenis yang Tidak Setuju Gerakan LGBT. Ini Faktanya!

  1. Benar, bang.
    Sebelumnya saya pun berpikir SSA dan LGBT itu sebenarnya berbeda. Klo SSA, apapun sebabnya, mereka menyadari itu salah, keliru dan mau berubah atau sembuh. Sedangkan LGBT, bagi saya penyakit yg disadari penderitanya tapi ga mau mengaku itu keliru. Justru merasa itu wajar. Bahkan menikmati. Dan ini bahaya. Apalagi klo sampai menularkan pd yg lain. Naudzubillah.
    Dan penjelasan bang Jonru di atas sangat memperjelas yg sy pikirkan. hehehe.

    Suka

  2. Setuju bang. Emang ga semuanya mau jd homoseksual.. cuman byk juga yg merasa penyimpangan seks adalah wajar, sampe minta pernikahan sejenis dilegalkan. Naudzubillah…

    Suka

  3. Sangat runtut dan berbobot sekali penjelasan Bang Jonru. Semoga artikel dan informasi yang dipaparkan bang jonru dari halaman 1-6 bisa menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda untuk memilih hidup yang normal, berakhlak. Senantiasa Selektif memilih kawan/ lingkungan yang baik. sebagaimana Yang di diajarkan kanjeng nabi.
    Kalu toh kita hidup ditengah2 lingkungan yang kurang baik, sehinga kita masih memiliki kawan yang baik, berakhlak, sehingga kita bisa (memperoleh nasehat yang baik) #Selamatkan Generasi PenerusBangsa 😦

    Suka

  4. benar sekali Bang, kebanyakan orang dengan SSA sebenarnya ingin sekali agar mereka bisa sembuh. Mereka tidak menghendaki kondisi yang demikian, berbeda dengan LGBT yang justru senng dengan kondisinya saat ini bahakan menarik orang agar menjadi seperti mereka…

    Kunjungi blog saya bagi yang ingin sembuh dari diabetes
    Healdiabetesi.com|Siapa bilang diabetes tidak bisa disembuhkan ?

    Suka

  5. kl w si berfikir secara biologis itu memang tidah wajar & tidak normal, saran w bagi pelaku LGBT itu ada pembinaan dari pihak2 yg wajib untuk membina seseorang yg terkena LGBT agar kembali normal seperti manusia normal’a.
    Rosul dulu kl menghadapi seseorang memang dgn kelembutan kl menurut’a salah, tp jikalau dari pihak pelaku LGBT tidak mau dibina n di asupkan untuk menjadi normal kembali & malah melawan serta berontak seperti apa yg pernah di tayangkan di TV2 mau gak mau harus dgn kekerasan agar tidak menular kpda masyarakat khusus’a anak2 yg belum mengerti betapa LGBT itu tidak bagus bagi diri’a.
    dan apabila LGBT itu tidak ada tindak lanjut’a baik dari indivitu ataupun pihak yg berwenang jgn salahkan Alloh apabila negri ini turun azab yg amat pedih, dan yg harus di waspadai adalah azab itu akan turun bukan hanya bagi pelaku LGBT saja tapi bagi kita orang yg normal munkin akan kena azab tersebut itu yang saya takutkan.Nauzubillahiminzaliq
    Contoh
    Ada semut di pohon berjuta2 semut ketika ada orang yg kena tergigit oleh 1 semut karna orang tersebut kesal atau tidak ada prang lain terkena gigitan lagi maka orang tersebut membakar atau pun membasmi dgn semprotan hama.

    Mungkin itu masukan dari saya mohon m’af apabila comment saya ini kurang berkenan bagi pembaca dan masyarakat.

    Suka

  6. Persoalannya mau tidak mau kita tetap harus menjauhi yang namanya kecenderungan tersebut. Saya yakin orang yang dekat dengan Allah tidak akan memiliki kecenderungan seperti ini, karena tersirat atau tidak tersirat fitrah manusia (hati nurani yang paling dalam yang paling bersih) tidak akan setuju dengan prilaku kecenderungan tersebut. Kenapa sih saya begini, begitu, saya sih sebenarnya ga mau jadi gini. Itu klise, alasan untuk menutupi kelemahan iman seseorang. Kalau manusia beriman dan bertaqwa pastilah akan menjauhi prilaku kecenderungan tersebut. Bukan hanya sekedar rajin beribadah hanya untuk menutupi kelemahan tentu saja harus disertai dengan aktualisasi ibadah dengan menjauhi segala larangan Allah dan mengikuti segala perintahnya (taqwa) dan hati, ucapan dan perbuatan sesuai dengan keinginan Allah (iman). Kita mengakui Allah tapi didalam prilaku dan perbuatan tidak sesuai dengan kehendak Allah berarti ditanyakan keimanannya kepada Allah. Allah menurunkan ayat tentang kisah kaum luth itu sebenarnya untuk menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua untuk tidak melakukan aktivitas atau prilaku atau walaupun cuma menyukai sesama jenis. karena azab Allah akan mengenai kita semua termasuk orang yang tidak melakukan. seperti contoh penyakit Aids yang Allah turunkan itu juga salah satu azab yang Allah turunkan untuk orang-orang yang melakukan aktivitas atau prilaku seksual tidak sesuai dengan kehendak Allah, apa azab itu cuma untuk pelaku, orang yang tidak berbuat juga pasti terkena azabnya seperti bayi yang dilahirkan karena imbas bapak atau ibu yang terinfeksi HIV atau perempuan yang tidak berdosa ditularkan oleh suaminya membawa penyakit Aids begitupun sebaliknya. Jadi Azab Allah itu bisa mengenai orang yang tidak bersalah. berarti ini menyangkut kepentingan orang banyak jadi makanya Allah melarang perbuatan yang tidak dibolehkan oleh Allah. Dalam surat Al isra: وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

    “Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32)
    Asy-Syaikh As-Sa’di rahimahullah menjelaskan tentang ayat ini di dalam tafsirnya, “Larangan mendekati zina lebih mengena ketimbang larangan melakukan perbuatan zina, karena larangan mendekati zina mencakup larangan terhadap semua perkara yang dapat mengantarkan kepada perbuatan tersebut. Barangsiapa yang mendekati daerah larangan, ia dikhawatirkan akan terjerumus kepadanya, terlebih lagi dalam masalah zina yang kebanyakan hawa nafsu sangat kuat dorongannya untuk melakukan zina.” (Lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal.457).
    KIta bicara ayat ini bahwa mendekati zina aja ga boleh apalagi melakukannya, begitupun dengan kecenderungan yang disebut SSA mendekati ga boleh apalagi melakukan perbuatan LGBT. Jadi lebih baik dihindari dan dijauhi, persoalannya, itu hanya hawa nafsu aja atau dorongan syetan agar manusia terdorong kepada jurang neraka. Syetan sangat berambisi untuk menjerumuskan manusia untuk menentang Allah. Jadi jangan kekeh bilang ini bukan kemauan saya untuk menjadi seperti ini (SSA) atau saya ga mau jadi LGBT Sebenarnya Prilaku SSA atau LGBT merupakan ujian buat kita dan disitulah ujian kita, Menurut Al quran Allah berfirman :” manusia tidak akan masuk syurga kalau tidak diuji.” ujian itu Allah berikan . bisa ga kita melewatinya, kalau bisa berarti kiita adalah orang yang beriman (hati, ucapan dan perbuatan harus singkron kepada keinginan Allah bukan sekedar percaya saja) dan menjadi orang yang bertaqwa (mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan Allah). Jadi kompensasinya buat kita adalah syurga jika kita memang mengimplementasikan Iman dan taqwa.
    Allah menciptakan syurga dan neraka bukan tanpa alasan.
    Untuk Laknat itu memiliki arti yaitu: dijauhi dari kebaikan Allah atau rahmat Allah, Allah tidak akan memberikan kebaikan atau rahmatnya kalau manusia tidak menuruti kehendaknya. Jadi jangan bilang bahwa Allah tidak punya kewenangan untuk tidak bisa melaknat manusia kalau manusianya sendiri tidak sesuai dengan keinginan Allah.

    Suka

    • Mas, saya bahkan pernah ketemu seorang tahfidz quran yang punya kecenderungan suka sesama jenis. Namun karena iman dan aqidahnya kuat, dia tidak mau terjerumus dan tetap menjaga diri. Ini fakta, bukan sekadar teori.

      Suka

  7. ceritanya panjang banget, klo bisa di sinkat dikit donk… tapi bagus, isinya sangat mendalam

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s