Dua Era Islamophobia


islamophobia - nathan lean

Islamophobia merupakan fenomena global yang sangat memprihatinkan. Karena itu, kali ini saya akan membahasnya di blog ini. Namun karena saya bukan ahli sejarah, bukan ahli agama, maka saya bahas berdasarkan pengalaman pribadi saja.

Ketika usia saya masih ABG, sekitar tahun 1980-an, istilah Islamophobia sudah sangat familiar di Indonesia. Saat itu, sebagian besar umat muslim – TERMASUK SAYA – memang mengidap penyakit yang satu ini. Namun Islamophobia yang dulu jauh berbeda dengan yang sekarang.

Dulu, gejala penyakit Islamophobia muncul dalam bentuk rasa minder, malu, bahkan takut. Islam terkesan sebagai agama yang kampungan dan terbelakang, sehingga banyak orang yang minder, malu, bahkan takut mengakui bahwa dirinya muslim.

Saat itu, banyak umat Islam yang menyekolahkan anak mereka di sekolah-sekolah Katholik, karena dianggap keren dan bergengsi. Sementara sekolah Islam seperti pesantren atau madrasah dianggap kampungan, terbelakang, dan memalukan.

Alhamdulillah, tahun 1990an boleh disebut sebagai awal kebangkitan Islam di Indonesia. Saat itu, banyak aktivis dakwah yang berjuang melawan penyakit Islamophobia tersebut. Istilah “I love Islam” pun menjadi populer.

Banyak muslimah ketika itu yang tiba-tiba berjilbab, padahal saat itu jilbab masih dianggap benda aneh. Jika teman-teman tahu cerpen “Ketika Mas Gagah Pergi” (KMGP) karya Helvy Tiana Rosa yang baru-baru ini difilmkan, ya itulah salah satu cerita fiksi yang mewakili situasi Indonesia saat itu.

Islamophobia nathan lean

Sangat masuk akal kenapa cerpen KMGP menjadi sangat laris ketika itu. Sebab ia hadir di saat yang tepat. Banyak muslimah yang ketika itu masih takut berjilbab, masih minder, masih malu, namun tiba-tiba berubah jadi berani dan penuh semangat setelah membaca KMGP. Itulah sebabnya KMGP pun menjadi karya fiksi yang sangat fenomenal. Banyak muslimah yang mendapat hidayah setelah membaca cerpen ini.

Ya, awal tahun 1990an boleh disebut sebagai awal kebangkitan Islam, ketika penyakit Islamophobia baru saja hendak disembuhkan, namun belum berhasil.

Bersambung ke halaman 2 >> | 1 2 3

Iklan

7 responses to “Dua Era Islamophobia

  1. Sayang tulisan di bukunya rapet rapet 😦

    Suka

  2. semoga kita2 ini selalu perbaiki ditu. dan diberi pentunjukNya

    Disukai oleh 1 orang

  3. Pak Jonru
    Cari kebenaran ini
    Supaya orang muslim DKI membuka mata nya
    Ahok sudah merotasi eselon eselon pejabat pejabat tinggi dengan non muslim selama dia memerintah

    Misi dia memasukkan china ke pns
    Memuluskan segala proyek china termasuk reklamasi untuk dana kampanye

    Suka

  4. Saya tertarik dengan iklan yg disampaikan di laman ini, hehehehe

    Suka

  5. Thanks artikelnya pak jonru

    Suka

  6. Mantap my bro..lanjutkan trs ulasan2 mu wahai saudaraku…biar wawasan ini smkn bertambah…

    Semoga Allah balas dgn berlipat2 kebaikan. Amin

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s