Jokowi dan Ahok adalah OBAT bagi Indonesia


jokowi ahok indonesia

Ada satu argumen konyol dari para jokowers dan ahokers yang sering mereka lontarkan:

“Jokowi sudah jadi presiden. Ahok sudah jadi gubernur. Itu artinya mereka adalah pemimpin yang diridhoi oleh Allah. Jadi kalau ente melawan Jokowi dan Ahok, itu artinya ente melawan takdir Allah.”

Hm… argumen yang terkesan sangat bijak dan sangat agamis. Tapi benarkah itu?

Mari kita analisis bersama.

Setelah Jokowi jadi Presiden dan Ahok jadi Gubernur, kita bisa menyaksikan Indonesia makin kacau-balau, baik dari segi perekonomian, penegakan hukum, dan sebagainya. Maka, satu-persatu rakyat yang dulu mendukung mereka pun mulai sadar.

Dulu di awal tahun 2014, saya boleh dikatakan “berkoar-koar sendirian”. Saya sendirian membahas Jokowi dan Ahok, sementara sebagian besar rakyat Indonesia (termasuk teman-teman saya) hanya bisa diam, tidak berani bicara. Banyak pula di antara mereka yang menuduh saya tukang fitnah, provokator, dan sebagainya.

Tapi, fakta demi fakta yang terbentang di depan mata, membuat satu-persatu rakyat Indonesia mulai sadar. Dulu saya bergerak sendirian. Namun kini, justru banyak tokoh nasional yang jauh lebih keras kritikannya dibanding saya. Semakin ke sini, semakin banyak rakyat yang bersuara lantang, memprotes kebijakan-kebijakan pemerintah, memprotes ketidakadilan, dan seterusnya.

Dan puncaknya adalah pada kasus Al Maidah 51. Setelah penistaan itu terjadi, maka umat Islam yang selama ini OGAH bicara agama, tiba-tiba bersuara lantang. Umat Islam yang selama ini tak pernah shalat, bahkan rajin berbuat maksiat, tiba-tiba bangkit dan tergerak hatinya untuk membela Islam, karena di dadanya masih tersimpan iman dan hidayah dari Allah.

kiwil aksi 411

Kiwil, komedian yang selama ini kita kenal sebagai orang yang hanya bisa berlucu-lucuan di televisi pun, tergerak hatinya untuk ikut membela Islam, setelah kasus penistaan agama terjadi.

Tiba-tiba saja, umat Islam bersatu, melupakan semua perbedaan.

Jika dulu kita hampir setiap hari sibuk berantem tentang doa qunut, tentang maulid, tentang tahlilan, tentang celana cingkrang, dan sebagainya, kini kita melupakan semua itu. Kita bersatu-padu di dalam tali ukhuwah Islamiyah yang sangat indah.
Sepanjang hidup ini, baru kali ini saya menyaksikan persatuan umat Islam yang sebesar dan seindah ini. Allahu Akbar!

aksi_411

Dan jika kita runut peristiwanya ke belakang, semua ini berawal dari terpilihnya Jokowi sebagai presiden dan terpilihnya Ahok jadi gubernur DKI.

Coba kita bayangkan:
Andai yang dulu terpilih jadi presiden adalah Prabowo, apa yang terjadi dengan Indonesia?

Mungkin, Indonesia jauh lebih baik dibanding era SBY. Mungkin Indonesia akan lebih disegani di luar negeri. Mungkin utang-utang luar negeri kita sudah lunas semua. Mungkin Indonesia bisa terbebas dari penjajahan ekonomi oleh para investor asing. Mungkin Indonesia jauh lebih berjaya dibanding era-era sebelumnya.

Namun apakah Prabowo bisa menyatukan umat Islam seperti yang terjadi saat ini? SAYA TIDAK YAKIN. Mungkin umat Islam masih terpecah-belah, sulit bersatu, seperti pada era-era sebelumnya.

Memikirkan analisis seperti ini, tiba-tiba saya tersadar:

Ternyata yang diinginkan oleh Allah untuk Indonesia adalah bersatunya umat Islam. Itulah sebabnya DIA menjadikan Jokowi sebagai presiden, dan menjadikan Ahok sebagai gubernur DKI.

Allah telah menjadikan Jokowi dan Ahok sebagai pemimpin di Indonesia, untuk mengobati penyakit “terpecah-belah” yang selama ini melanda umat Islam di Indonesia. Kehadiran kedua orang ini merupakan CARA ALLAH untuk membuat umat Islam bersatu padu, menjalin ukhuwah Islamiyah yang sangat indah.

aksi_411a

Jadi:
Memang benar, Allah telah menakdirkan Jokowi dan Ahok sebagai pemimpin Indonesia. Tapi itu bukan berarti Allah meridhoi mereka berdua. Justru, Allah menakdirkan seperti itu, bertujuan agar mereka berdua menjadi OBAT BAGI INDONESIA.

Jadi:
Ketika Allah mengizinkan sesuatu terjadi, itu bukan jaminan bahwa Allah meridhoi hal tersebut. Sama seperti ketika Allah menjadikan Fir’aun sebagai raja di Mesir, apakah Allah meridhoi-nya? TENTU TIDAK.

Wallahualam. Bagaimana menurut Anda?

Jakarta, 10 November 2016
JONRU

Yuk gabung dengan akun socmed saya:
– Twitter: @jonru
– Instagram: @jonru
– Fan Page: @jonru.page
– Telegram Channel: @jonru

Iklan

56 responses to “Jokowi dan Ahok adalah OBAT bagi Indonesia

  1. Setuju banget, kita mesti berfikir positif atas apa yang dihadapi bangsa ini

    Suka

  2. Ada sebuah hikmah di balik cobaan

    Suka

  3. pemimpin di indonesia khususnya para petinggi negara sudah dikuasai orang yg suka uang daripada rakyat

    Suka

  4. Percayalah, Allah bukan hanya mengabulkan keinginan atau nafsu manusia juga nafsu iblis. Pertanyaannya, apakah kita cukup arif utk membedakan mana doa atau keinginan yang baik dan jahat yang dikabulkan Allah?
    Hasil doa mana yang ingin Anda ikuti dan dukung? Segalanya memang bersumber dari Al Malik. Sang Penguasa Seluruh Jagad Semesta. Tapi keimanan kita dengan mudah bisa membedakan mana yang dikehendaki oleh Sang Khalik dan mana yang dilarangnya. Hanya Islam abangan yang sering gagal faham soal satu ini…..

    Suka

  5. Tulisan yang sangat bijak dan masuk akal. Selalu ada hikmah dalam setiap kejadian.

    Suka

  6. Mana ada dan Tidak ada Allah meridhoi pemimpin kafir gah, siapa guru anda yg ngomong gaya gitu tu…..????

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s