Dituduh Rasis Karena Menolak Pemimpin Kafir? Ini Cara MenSKAKMATnya!


ahok for bali 1

Dulu, kita sudah kenyang dituduh rasis dan intoleran karena menolak pemimpin kafir. Namun hari ini, kita layak bersyukur karena telah menemukan CARA JITU untuk menSKAKMAT tuduhan seperti itu.

Ya, semuanya berawal dari wacana #AhokforBali1. Sebab wacana ini menjadi bukti yang sangat terang-benderang, bahwa TERNYATA warga Bali pun menolak Ahok menjadi gubernur mereka. dengan alasan Ahok tidak beragama Hindu.

Anehnya, tuduhan rasis dan intoleran tersebut sama sekali tidak mereka arahkan kepada warga Bali.

Para penuduh tersebut bahkan ngeles macam-macam, seperti:

(1) “Ahok yang sangat luar biasa itu, tidak level untuk menjadi pemimpin daerah. Dia cocoknya di tingkat nasional.”

Lha, kalau Ahok emang cocoknya di tingkat nasional, dan tidak cocok di tingkat daerah, kenapa dulu ente ngebet banget menjadikan dia sebagai gubernur DKI? Emang asyik ya, menjilat ludah sendiri?

Lagipula, emang bisa Ahok jadi pemimpin tingkat nasional. Tingkat daerah aja terbukti keok. Keok di Babel, di Jakarta cuma dapat jabatan warisan, dan setelah itu keok di Pilkada DKI.

Ahok akan diangkat jadi menteri? Kita tunggu saja, apa Presiden Jokowi berani mengangkat penista agama jadi menteri. Saya paham betul, Jokowi orangnya sangat hati-hati dalam menjaga citra dirinya. Saya yakin, dia tak akan mau sembarangan mengangkat orang yang bermasalah menjadi menteri.

Masih ingat kasus BG yang waktu itu dicalonkan jadi Kapolri, dan Jokowi terlihat sangat dilematis? Nah, saya yakin dilema yang sama akan dialami Jokowi jika Ahok diajukan jadi menteri.

(2) “Warga Bali punya alasan sendiri kenapa menolak Ahok. Mereka bukan intoleran, lho. Tapi untuk jadi gubernur Bali, harus bla…. bla….. bla…..”

HAHAHAHA…. Bisa Aja Ngelesnya.

Ucapan seperti itu, sama saja seperti berkata, “Saya bukan nyopet, lho. Saya hanya memindahkan dompet dari saku celana dia ke dalam tas saya.”

Itu cuma cari-cari alasan alias ngeles untuk mencari pembenaran.

Dan bicara soal alasan, kami umat Islam juga punya alasan, kenapa menolak Ahok sebagai pemimpin. Dan alasan tersebut berasal dari ajaran agama kami. Sebagai muslim yang baik, kami tentu harus taat pada ajaran agama kami.

Jadi, jika kita sama-sama punya alasan, kenapa kami dituduh rasis dan intoleran, namun warga Bali tidak?

* * *

Maka…. Dari wacana #AhokforBali1 ini, LAGI-LAGI kita menyaksikan kebobrokan pemikiran kaum munafik. Makin terbukti bahwa tuduhan rasis, intoleran, dan sebagainya, hanya ditujukan kepada umat Islam. Tuduhan tersebut sama sekali tidak berlaku bagi umat selain Islam.

Artinya: Mereka pada dasarnya memang memusuhi Islam. Jadi mereka akan selalu berusaha untuk menjelek-jelekkan Islam.

ahok for bali

Perempuan Bali yang selama ini menjadi die harder nomor satu Ahok pada Pilkada DKI pun, tiba-tiba jadi marah-marah gak jelas ketika diminta untuk mendukung Ahok menjadi gubernur Bali. Karena dia merasa terskakmat dengan sangat telak.

ahok for bali

Beliau yang pendukung Ahok di Pilkada Jakarta pun, ternyata menolak Ahok jadi gubernur Bali.

Wacana #AhokforBali1 merupakan cara Allah untuk menegur kita semua, yang selama ini merasa terusik oleh tuduhan rasis dan intoleran dari kaum munafik terhadap kita. Tuduhan yang membuat kita tidak berani memilih pemimpin berdasarkan agama. Tuduhan yang membuat kita tidak berani menolak pemimpin yang beda agama.

Padahal terbukti dengan sangat nyata, bahwa warga Bali pun memilih pemimpin berdasarkan agama juga. Mereka bahkan langsung menolak Ahok sebagai pemimpin daerah mereka, padahal baru berupa wacana, dengan alasan beda agama.

Apakah umat Islam dan warga Bali rasis dan intoleran? Tentu saja TIDAK. Itu hal biasa saja sebenarnya. Sama sekali tidak perlu dipermasalahkan.

Yang rasis dan intoleran justru mereka kaum munafik, karena mereka jelas-jelas hobi memusuhi Islam, hobi mencela keyakinan umat Islam, dan hobi berstandar ganda.

Jadi, mulai sekarang, TAK PERLU RAGU ATAU TAKUT untuk memilih pemimpin yang seiman dan menolak pemimpin kafir. Jika kita kembali dituduh rasis dan intoleran, maka coba ucapkan saja “mantra” berikut:

AHOK FOR BALI SATU

Dijamin mereka bakal TERSKAKMAT dengan sangat telak.

Jakarta, 26 April 2017
Jonru Ginting
________________________________
NB: AYO JOIN dengan Channel Resmi Jonru di Telegram. Cari username @jonruginting atau klik saja https://t.me/jonruginting.

Iklan

6 responses to “Dituduh Rasis Karena Menolak Pemimpin Kafir? Ini Cara MenSKAKMATnya!

  1. Bagus.. Keren ini bung jonru..

    Suka

  2. Good bung jonru

    Suka

  3. Ping-balik: Dituduh Rasis Karena Menolak Pemimpin Kafir? Ini Cara MenSKAKMATnya! – ohmygod

  4. musuh umat Islam yang paling berbahaya bukanlah orang kafir, akan tetapi kaum munafik yang selalu merongrong kemuliaan Islam! mereka selalu mengatasnamakan Islam untuk menghancurkan Islam itu sendiri!

    Suka

  5. Kubu ahok ada deny siregar yg otaknya udah geser krn berita yg disadurnya cuma berita dari media sekuler, islamophobia dan kelas kacangan.

    Disini ada jonru ginting yg makjleb mengkritisi dan tepat sasaran.

    For something to learn, manuver politiknya ahok canggih dg menguasai hampir seluruh media negeri, lapisan masyarakat elit dan pendidikan (termasuk muslim yg tidak taat, cenderung ikut2an, orang munafik) ‘dibohongi pakai’ berita yg digoreng, lapisan masyarakat bawah yg tidak pernah peduli soal politik, ga paham masalah ahok dan kurang pendidikan dicekoki sembako yg akhirnya cuma ikut apa yg dibilang pembagi sembako. Tapi Allah kasih pertolongan dari jalan yg ga terduga dari kedua lapisan ini. Ada golongan nasrani yg memahami siapa biang keroknya dan tidak memilih ahok dan Allah membelokan pemilih lapisan bawah yg buta huruf saat pemilu. Mau usaha sekeras apa pun kalau Allah tidak berkehendak mau bilang apa?..

    Suka

  6. Warga Bali sudah memiliki yg tepat loh Om

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s