Ketika Ahoker Memprovokasi Kita untuk “Menjebol Pintu Bendungan”


manajemen isu jonru

Salah satu hal yang saya pelajari selama menggunakan media sosial adalah MANAJEMEN ISU. Ada trik-trik khusus yang bisa kita gunakan agar sebuah isu bisa menyebar secara masif. Sebaliknya, ada pula trik untuk membendung isu tertentu, agar ia tidak semakin menyebar ke mana-mana.

Misalnya nih:
Ada Ahoker (sebut saja namanya A) yang sedang cari muka pada saya. Dia sibuk memprovokasi saya dengan tujuan agar saya merespon. Dan bila saya merespon, maka publik pun semakin ramai membicarakan kami, sehingga orang ini pun makin terkenal. Isu dan pembicaraan mengenai dia pun semakin ramai.

Akhirnya, nama si A pun makin populer. Dan memang inilah tujuan si A. Dia butuh popularitas dengan cara nebeng sama saya.

Maka:
Jika saya meladeni dia, itu akan membuat dia semakin terkenal. Dan memang itu yang dia inginkan.

Saya mengibaratkan situasi ini seperti air bendungan yang masih tertahan oleh pintu besi. Selama pintunya masih terkunci rapat, maka airnya tetap aman terkumpul di dalam waduk. Namun jika pintunya jebol atau sengaja dibuka, maka air akan meluber ke luar, mengalir ke mana-mana. Banjir bandang pun tak terhindarkan.

Nah,
Jika saya tergoda untuk meladeni si A, itu sama seperti saya membuka pintu bendungan, atau menjebolnya.

Saya tidak bisa mengendalikan isu-isu yang sudah beredar di luar sana. Saya tidak bisa melarang orang-orang untuk membicarakan “Jonru vs A”. Yang bisa saya lakukan adalah MEMBENDUNG agar isu tersebut tidak semakin melebar.

Yang bisa saya lakukan adalah berusaha agar pintu bendungan tidak sampai terbuka atau jebol. Dan ini bukan pekerjaan mudah.

Di luar sana, orang-orang sudah ramai menghujat saya, menuduh saya tidak berani, pengecut, ketakutan, dst, karena saya belum juga merespon si A.

Jika saya terpancing oleh tuduhan-tuduhan itu, lalu saya mulai merespon untuk membuktikan bahwa saya berani, saya tidak takut, dst, maka itu sama saja seperti saya membuka atau menjebol pintu bendungan.

Maka, lebih baik saya konsisten pada pekerjaan semula, yakni MENJAGA PINTU BENDUNGAN.

Caranya:
STAY COOL. Diam saja. Abaikan. Tak perlu peduli pada semua provokasi, tuduhan pengecut, dst. Sebab mereka memang sengaja memprovokasi seperti itu, agar saya segera membuka pintu bendungan.

Apakah saya sebodoh itu? OH, TIDAK!!! Saya sangat sadar bahwa tuduhan pengecut, ketakutan, dst itu sama sekali tidak berpengaruh apapun terhadap siapa saya sebenarnya.

Jadi, abaikan saja mereka semua. Dan biarkan mereka menunggu jebolnya pintu bendungan, yang Insya Allah tidak akan pernah terjadi.

Jakarta, 28 April 2017
Jonru Ginting
_____________________________
NB: Yuk JOIN dengan Channel Resmi Jonru di Telegram. Cari username @jonruginting atau klik saja https://t.me/jonruginting.

Iklan

One response to “Ketika Ahoker Memprovokasi Kita untuk “Menjebol Pintu Bendungan”

  1. Ping-balik: Ketika Ahoker Memprovokasi Kita untuk “Menjebol Pintu Bendungan” – ohmygod

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s