Ketika Provokator Menari-nari di Atas Penderitaan Indonesia


fahri_hamzah_diusir

Tahun 2016 lalu, saya untuk pertama kalinya berkunjung ke NTT, tepatnya di kota Kupang. Saat itu, tugas saya adalah survey penggalangan dana di Pesantren Hidayatullah Kupang. Dan alhamdulillah, saat itu saya aman-aman saja, tidak ada gejolak, tidak ada yang mengusir.

Padahal ketika itu, saya justru satu pesawat dengan seorang pria berbaju kotak-kotak ala Jokowi. Namun dia baru mengetahui keberadaan saya ketika kami sama-sama menunggu bagasi di bandara Eltari.

Saya masih ingat, ketika itu dia memperhatikan saya dengan seksama.

Tapi setelah itu, alhamdulillah semuanya aman terkendali. Bahkan ketika itu, banyak kok ahokers dan jokowers di Kupang yang mengetahui kehadiran saya di kota mereka. Tapi mereka hanya sekadar membully dan nyinyir di medsos, tidak sampai mengusir dan sebagainya di dunia nyata.

Lantas, kenapa kehadiran saya di Maumere tahun 2017 ini, kehadiran yang sebenarnya hanya transit 1 jam, menjadi isu yang sangat panas, dan berujung pada pengusiran?

Bahkan jika kita luaskan pertanyaannya: Kenapa belakangan ini banyak tokoh yg diusir dari daerah tertentu?

Kebetulan, saat kepolisian mengamankan saya dari amukan massa di Maumere tanggal 26 Mei 2017 lalu, saya sempat ngobrol dengan seseorang yang dapat dipercaya.

“Maklumi saja, Pak Jonru,” ujarnya. “Ini dalangnya orang pusat, yang sedang cari muka. Mungkin dia pengen naik jabatan.”

Hm… Saya manggut-manggut. Orang ini sangat paham mengenai info-info “di balik layar” yang sulit diakses oleh orang-orang biasa seperti kita.

Dengan demikian, saya berani berkata bahwa insiden pengusiran saya di Maumere adalah ulah provokayor yang menghembuskan isu yang berisi kebohongan, lalu segelintir warga setempat terprovokasi, terhasut, dan terjadilah pengusiran.

Coba teman-teman cermati kasus pengusiran saya dengan Fahri Hamzah. Kami sama-sama dituduh hendak mendirikan cabang FPI, padahal kami bukan orang FPI. Isunya serupa. Mungkin provokatornya sama.

Lalu dalang atau majikan dari si provokator ini pun membayar media untuk memblow up. Diberitakan secara masif. Agar isunya menjadi besar dan menasional.

Padahal saya kemarin itu menyaksikan sendiri. Jumlah orang yang mengusir hanya sekitat 3 orang. Namun jumlah wartawan sekitar 20 orang. Jauh lebih banyak.

Dari fakta ini, sangat terlihat jelas rekayasanya, bukan?

Dan sangat jelas, bahwa ketiga orang pengusir ini sama sekali tidak merepresentasikan masyarakat Flores yang toleran, cinta damai dan tidak mudah terprovokasi. Mereka hanya oknum yang berhasil dihasut oleh provokator.

Lantas, apa tujuan mereka?

Si provokator tentu bermotif uang. Sedangkan dalangnya yang orang pusat adalah pejabat yang sedang cari muka. Dia ingin membuktikan, “Ini lho, hasil kerjaku. Ini keberhasilanku. Ayo dong, naikkan jabatanku.”

Bagi si dalang, kehadiran saya di Flores adalah momen yang sangat berharga. Sebab dia sangat paham, banyak orang NTT yang tidak suka pada saya. Juga tidak suka pada FPI. Sehingga jika dipanas-panasi sedikti saja, akan ada oknum yang terbakar dan mereka bisa dimanfaatkan.

Sayangnya, masyarakat kita terlalu lugu, kurang informasi, kurang wawasan, sehingga belum menyadari betapa NKRI saat ini sedang diobok-obok, ingin dihancurkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Bagi saya sendiri, pengusiran tersebut Insya Allah tidak mejadi masalah apapun. Insya Allah saya tidak takut, tidak malu, tidak gentar, tidak mengubah semua perjuangan saya selama ini.

Yang membuat saya miris adalah ulah provokator beserta dalangnya tersebut. Merekalah yang sebenarnya harus diadili. Kalau ketemu orangnya, mungkin perlu segera dijebloskan ke penjara.

Tapi bagaimana caranya?

Jakarta, 30 Mei 2017
Jonru Ginting
____________________________________
NB: Yuk Join dengan Channel Resmi JONRU di Telegram. Cari username @jonruginting atau klik saja https://t.me/jonruginting.

Iklan

4 responses to “Ketika Provokator Menari-nari di Atas Penderitaan Indonesia

  1. Ping-balik: Ketika Provokator Menari-nari di Atas Penderitaan Indonesia – ohmygod

  2. Sabar saja bang meski mereka nyata nyata mendozolimi bang jonru tapi kebenaran akan selalu menang.

    Suka

  3. Mungkin nantinya akan ada demo besar-an bang

    Suka

  4. Insya allah mas jonru ini selalu diberi kesehatan dan keselamatan yah

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s