Surat Terbuka (yang Kedua) untuk Tere Liye


tere_liye_penulis

Mas Tere Liye yang Baik,

Engkau tentu masih ingat, dulu aku pernah menulis surat terbuka untukmu, yang isinya kritikan cukup pedas. Dan ada sedikit kekhilafan yang kulakukan ketika itu, sehingga aku pun minta maaf via email, lalu engkau maafkan. Alhamdulillah….

Dan beberapa tahun lalu, kita ketemu untuk pertama kalinya, saat mengisi acara di UIN SUSKA Pekanbaru. Pertemuan yang menurutku cukup mendebarkan, karena aku khawatir dirimu masih jengkel terhadapku. Namun alhamdulillah, saat itu sikapmu padaku sangat ramah, membuatku merasa lega.

Kini, aku melihat bahwa mas Tere Liye sudah sangat jauh berubah. Kini sudah berani tegas dan lantang membela kebenaran. Alhamdulillah, aku ikut senang dan bahagia.

Dan hari ini, izinkan aku menulis LAGI surat terbuka untukmu. Isi surat kali ini bukanlah kritikan, melainkan DUKUNGAN.

Berikut adalah status di fan page Tere Liye yang mendorongku menulis surat terbuka ini:

Per 31 Juli 2017, berdasarkan permintaan kami, GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA dan REPUBLIKA Penerbit, efektif menghentikan menerbitkan seluruh buku Tere Liye.
28 judul tidak akan dicetak ulang lagi, dan buku-buku di toko dibiarkan habis secara alamiah. Diperkirakan per 31 Desember 2017, buku-buku Tere Liye tidak akan ada lagi di toko. Keputusan ini kami ambil mengingat tidak-adilnya perlakuan pajak kepada profesi penulis. Dan tidak pedulinya pemerintahan sekarang menanggapi kasus ini.
Insya Allah, buku-buku baru atau tulisan-tulisan terbaru Tere Liye akan kami posting lewat media sosial page ini secara gratis, dan atau akses lainnya yang memungkinkan pembaca bisa menikmatinya tanpa harus berurusan dengan ketidakadilan pajak. Kami akan tetap aktif dalam berbagai acara literasi, page facebook ini juga akan terus dijalankan seperti biasa.
Salam literasi buat semua.
Mari terus menulis bahkan jika hanya bisa ditulis di atas daun-daun sekali pun 🙂
*TERE LIYE

Mas Tere Liye yang Baik,

Entah dirimu sudah mengetahui atau belum, yang jelas sejak sekitar tahun 2010 lalu dunia SELF PUBLISHING di Indonesia sudah mulai marak. Semakin ke sini, semakin banyak penulis yang menerbitkan bukunya secara mandiri. Tidak lagi tergantung pada toko buku besar dan penerbit mayor.

Saya tak akan banyak berteori, karena mungkin mas Tere Liye bosan membacanya. Saya coba berikan gambaran konkrit saja:

  1. Untuk biaya cetak, mas Tere Liye bisa pakai uang sendiri, atau cari pemodal, atau ngutang.
  2. Jika royalti besarnya maksimal 15% (itu pun masih dipotong pajak), maka dari self publishing engkau bisa mendapat laba sekitar 20 hingga 60 persen.
  3. Untuk penjualan buku, bisa dilakukan secara online, atau di acara-acara yang diisi oleh mas Tere Liye. Nitip di @jonrubookstore juga boleh, hehehe…. #IklanNumpangLewat 🙂
  4. Soal pajak? Hm… Ini tidak etis jika saya sampaikan di ruang publik. Yang jelas, pasti mas Tere Liye akan sangat SUMRINGAH saat mendengarnya.
  5. Untuk meningkatkan penjualan, mas Tere Liye bisa bekerja sama dengan banyak reseller. Saya yakin banyak penggemarmu yang siap membantu.

Menurut pengalaman saya, mas:
Untuk penulis seterkenal dirimu, saya yakin hasil penjualan (baik dari segi oplah maupun rupiah) insya Allah  jauh lebih besar ketimbang menerbitkan buku dengan cara seperti yang selama ini engkau lakukan. Percayalah padaku, karena aku praktisi self publishing sejak tahun 2007.

Soal proses produksi bukunya (editing, pembuatan cover, percetakan, dst), tentu bisa meng-hire orang lain. Saya yakin banyak yang siap membantu.

Oh ya, saya menulis surat terbuka ini, insya Allah bebas dari kepentingan apapun. Bukan dalam rangka “ingin kebagian proyek” atau semacam itu. Saya paling kagak suka sama yang begituan.

Insya Allah ini murni karena ingin membantu sesama muslim. Sekaligus menebus kesalahan saya yang dulu, hehehehe… 🙂

Sekian dari saya. Mohon maaf bila tidak berkenan, seperti misalnya terkesan menggurui.

Teruslah menulis Mas Tere Liye. Indonesia memerlukan penulis cerdas dan kritis sepertimu.

Tertanda,

Jonru Ginting

NB: Yuk JOIN dengan Channel Resmi Jonru di Telegram. Cari saja username @jonruginting ya.

Iklan

8 responses to “Surat Terbuka (yang Kedua) untuk Tere Liye

  1. mantab bang supportnya

    Suka

  2. Nah, ini nih yang bikin saya demen bang.. Abang ama mas Tereliye itu sama-sama penulis favorit saya. Saya ga bisa bandingin atau milih karya bang Jonru atau mas Tereliye. Pokoknya ini adalah berita paling baik dalam dunia tulis menulis yang pernah saya dengar selama ini..

    Suka

  3. Bang jonru, Menurut saya Tere Liye membuat keputusan seperti itu sebagai protes ketidakadilan pajak terhadap penulis bukan semata karena keuntungan. Maksud dan tujuannya jelas agar pemerintah respek terhadap hal ini. Dan tidak mungkin Tere Liye tidak mengetahui SelfPublishing, Tere Liye punya bejibun penggemar, mau gimanapun caranya tulisannya bakal laku dan tentu tulisannya sangat mendidik dengan amat santun. Apalagi soal hitung2an keuntungan gak usah ragu orang akuntan juga^^

    Suka

  4. Oke bangat bung Jon.
    Saling menguatkan di tengah ketidakpastian segala sektor seperti saat ini sangat bermanfaat.

    Bung Jonru juga .. teruslah berkarya.
    Salam dari Aceh.

    Suka

  5. Setuju dengan dukungan pak Jonru untuk mas Tere Liye. Buku beliau selalu laris manis dan banyak ditunggu, sayang jika hanya di share di sosial media.

    Suka

  6. Usulan yang bagus buat Mas Tere Liye,Dengan self Publishing semuanya jadi mudah apalagi jika fornatnya Pdf bisa dijula di playstore

    Suka

  7. Bang Jonru Saya tidak mengomentari surat terbuka, tapi saya membuka ladang pahala buat Abang.Saya akan buat majlis taklim di desa Sukamenak, kecamatan Darmaraja,Sumedang,saya yakin Abang berkenan membantu kami.Kontak SMS/WA/call di 08111760203 an Sahman Sabirin.Atas perhatian Abang ssya mengucapkan terima kasih.

    Suka

  8. makasih ilmunya bang

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s