Category Archives: Dapur Buku

Pancasila, Apa Kabar?


pancasila apa kabar

Cover buku “Pancasila, Apa Kabar?”

Terkesima, ketika rekan dari Pusaka Indonesia meminta tim kami – Dapur Buku – menjadi panitia lomba menulis blog dan lomba tweet bertema Pancasila. Soal lombanya sih, insya Allah kami sangat siap. Sebab kami punya sejumlah pengalaman menjadi panitia lomba menulis, dan pengalaman mengelola blog serta akun social media. Justru temanya yang benar-benar tak terduga. Pancasila?

Rasanya, istilah Pancasila sudah lama terlupakan oleh kita semua, apalagi di era social media yang serba bebas saat ini. Sejak Orde Baru tumbang tahun 1997 lalu, Penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) ditiadakan. Sejak saat itu, Pancasila pun seolah-olah terkucilkan. Hampir tak ada lagi orang yang berbincang mengenai dasar negara kita ini. Baca lebih lanjut

Iklan

Ketika Saya (akhirnya) Mendirikan Penerbitan Buku


“Pak Jonru, sejak kapan Anda punya rencana untuk mendirikan perusahaan penerbitan buku?”

Hm… jangan ditanya seperti itu deh. Soalnya saya sendiri tidak tahu jawabannya 😀

Dulu banget (lupa tepatnya kapan, mungkin sekitar 5 tahun lalu), saya memang pernah kepikiran untuk mendirikan penerbitan buku. Beberapa teman pun sempat berkata:

“Pak Jonru punya penerbit, gak? Kalau ada, saya mau menerbitkan buku di situ.”

“Saya kecewa karena naskah saya ditolak di mana-mana. Coba kalau Pak Jonru punya penerbit sendiri. Saya yakin akan lebih ramah terhadap penulis pemula seperti saya. Tak bakal ada lagi naskah yang ditolak.”

Apakah saya tergoda oleh ucapan-ucapan seperti itu? Jawabannya: BELUM. Karena pada saat itu saya masih fokus mengelola Sekolah-Menulis Online. Belum ada rencana mendirikan bisnis lain, termasuk bisnis penerbitan buku.

Waktu itu saya masih merasa bahwa mengelola bisnis penerbitan buku itu tidak mudah. “Saya belum sanggup. Sumber daya belum memadai. Modal pun belum tersedia.” Baca lebih lanjut

Ketika Bekerja Sesuai Passion, Pertolongan Allah pun Datang


cara menerbitkan bukuArtikel ini merupakan bagian II dari tulisan “Kilas Balik: Dapur Buku Genap Berusia 1 Tahun”.

Pada bagian I, saya sudah bercerita tentang latar belakang berdirinya Dapur Buku. Saya juga telah menceritakan bahwa penerbitan buku ternyata bisnis yang paling sesuai dengan passion atau lentera jiwa saya.

Setelah berada di “passion yang benar”, secara tak terduga berbagai keajaiban, kemudahan dan pertolongan Allah pun hadir. Ini membuat saya SANGAT YAKIN pada satu hal:

Jika kita sudah berkarir di bidang yang benar-benar sesuai dengan passion atau lentera jiwa kita, maka Allah pun akan memberikan banyak kemudahan bagi kita dalam menjalaninya.

Saya sudah membuktikan hal ini dalam mengelola Dapur Buku. Alhamdulillah. Keajaiban-keajaiban seperti itu, sama sekali belum pernah saya dapatkan ketika dulu mengelola Sekolah-Menulis Online (SMO).

Keajaiban, kemudahan dan pertolongan Allah seperti apa sajakah yang saya alami? Berikut cerita detilnya. Baca lebih lanjut

Kilas Balik: Dapur Buku Genap Berusia 1 Tahun (Bagian I)


cara menerbitkan bukuTanggal 16 Februari 2013, Dapur Buku genap berusia satu tahun. Dalam rangka itulah, saya menulis artikel kilas balik ini. Semoga pengalaman yang saya tuturkan di sini bermanfaat dan mendatangkan hikmah yang positif bagi teman-teman semua.

* * *

Awal Februari 2012 lalu, tiba-tiba sebuah pertanyaan terlintas di pikiran saya, “Apakah masih layak jika saya tetap bertahan mengelola Sekolah-Menulis Online?” Sebuah pertanyaan yang berangkat dari akumulasi berbagai perasaan GALAU yang saya alami selama beberapa tahun.

Ya, publik memang telah mengenal saya sebagai founder Sekolah-Menulis Online (SMO). Saya adalah pelopor kursus menulis lewat internet di Indonesia. Sebuah “gelar” yang LANGKA tentu sangat membanggakan!(*)

SMO yang saya dirikan sejak Juli 2007 memang sukses di tahun-tahun pertama. Siswa yang mendaftar sangat banyak. Laris-manis, hingga akhirnya banyak kursus serupa yang berdiri di mana-mana, karena mereka mungkin mengikuti kesuksesan SMO. Baca lebih lanjut